• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

    Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

    MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

    Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

    Kiai Saad Ungkap Kebesaran Muhammadiyah Lewat As Shaff ayat 13

    Serdos 2026, Reformasi Profesionalisme Dosen atau Sekadar Menambah Beban Birokrasi?

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

      Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

      MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

      Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

      Kiai Saad Ungkap Kebesaran Muhammadiyah Lewat As Shaff ayat 13

      Serdos 2026, Reformasi Profesionalisme Dosen atau Sekadar Menambah Beban Birokrasi?

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

          Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

          MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

          Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

          Kiai Saad Ungkap Kebesaran Muhammadiyah Lewat As Shaff ayat 13

          Serdos 2026, Reformasi Profesionalisme Dosen atau Sekadar Menambah Beban Birokrasi?

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

            Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

            MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

            Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

            Kiai Saad Ungkap Kebesaran Muhammadiyah Lewat As Shaff ayat 13

            Serdos 2026, Reformasi Profesionalisme Dosen atau Sekadar Menambah Beban Birokrasi?

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Paradoks Pelayanan Kesehatan: Fee for Service Vs INA-CBGs

              admin by admin
              29/11/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Banyak rumah sakit yang masih menerapkan sistem ‘bayar per tindakan’ (Fee for Service/FFS).

              Akibatnya, pasien membayar tarif berbeda untuk setiap layanan medis yang mereka terima, yang sering kali meningkatkan total biaya pengobatan secara signifikan.

              WartaTerkait

              Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

              Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

              MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

              Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

              Ironisnya, sistem ini juga berlaku dalam pembayaran jasa dokter untuk pasien BPJS Kesehatan.

              Semakin banyak prosedur yang dilakukan, semakin besar insentif finansial bagi dokter.

              Praktik ini bertentangan dengan prinsip BPJS Kesehatan yang mengamanatkan sistem tarif paket tetap berdasarkan diagnosis melalui metode INA-CBGs (Indonesian Case-Based Groups).

              Sistem INA-CBGs seharusnya memastikan biaya pengobatan terstandarisasi dan tidak bergantung pada jumlah tindakan individual, sehingga mencegah potensi pemborosan dan memastikan efisiensi pembiayaan kesehatan.

              Regulasi ini bertujuan melindungi pasien dan menjaga kesinambungan dana jaminan kesehatan nasional.

              Ketidaksinkronan sistem pembayaran FFS menimbulkan gap finansial dan distorsi keputusan klinis.

              Karena pendapatan rumah sakit dan profesional kesehatan bergantung pada volume intervensi, model FFS secara empiris memicu penggunaan layanan berlebihan (overuse), pemanjangan waktu tinggal (Length of Stay), serta pemeriksaan penunjang berulang.

              Hal ini menyebabkan inefisiensi sumber daya dan pemborosan biaya kesehatan.

              Sebaliknya, pembayaran berbasis Diagnosis Related Group (DRG) atau tarif paket berkorelasi positif dengan penurunan durasi rawat inap dan biaya per episode perawatan.

              Berbagai studi menunjukkan penerapan sistem DRG dapat menjaga mutu klinis. Syaratnya, implementasi clinical pathway serta manajemen paket sumber daya yang presisi dan terkontrol secara ketat.

              Potong kompas, potong jasa 

              Sayangnya, beberapa rumah sakit di Indonesia sering mengatasi gap konsep pembayaran FFS dan INA-CBGs dengan cara yang keliru, yakni hanya memotong komponen jasa/fee profesional.

              Praktik ini, meskipun terlihat logis, berbahaya secara strategis.

              Fokus pada pemotongan jasa tidak menyentuh akar pemborosan yang bersifat multidimensional.

              1. Inefisiensi pelayanan di rumah sakit dipengaruhi oleh banyak faktor: variasi keputusan klinis yang tidak terkendali, eksekusi tindakan yang tidak tepat waktu, penggunaan obat atau bahan medis habis pakai yang tidak mencerminkan keseimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit), duplikasi pemeriksaan tanpa alasan rasional, alur proses yang berbelit, hingga manajemen inventaris berlebih.

              Semua faktor ini berkontribusi pada pembengkakan biaya dan limbah (waste). Solusi yang efektif harus menyasar perbaikan sistemik dalam manajemen klinis dan operasional, bukan sekadar memangkas insentif tenaga medis.

              2. Bukti penelitian pada pasien BPJS di rumah sakit rujukan di Indonesia memperlihatkan tarif INA-CBGs sering tidak menutup biaya riil. Khususnya pada kasus kronis/kompleks seperti stroke, diabetes, gagal ginjal, atau bedah dengan tingkat keparahan tinggi.

              Defisit ini muncul lintas komponen biaya (obat, penunjang, operasional), bukan hanya pada komponen jasa.

              Analisis klaim per pasien menunjukkan ketimpangan pembayaran paket INA-CBGs yang menekan margin rumah sakit, terutama bila manajemen biaya operasional tidak terkendali.

              3. Rumah sakit kontemporer yang sukses di era pembiayaan berbasis DRG berhasil mengatasi gap finansial dengan strategi billing berbasis paket dan perawatan per episode.

              Mereka mengintegrasikan unit cost ke dalam desain paket diagnosis dan melakukan pengadaan terpusat yang efisien.

              Studi efisiensi di kamar operasi —unit dengan alokasi sumber daya terbesar— menunjukkan bahwa pengelolaan episode layanan dengan pendekatan paket dan clinical pathway yang jelas dan terkontrol menghasilkan utilisasi peralatan, Length of Stay (LOS), dan struktur biaya yang lebih efisien, sekaligus mengurangi konflik pembiayaan antar unit.

              4. Metode pemotongan jasa memicu moral hazard internal. Dokter, perawat, dan profesional kesehatan lainnya merasa dirugikan secara finansial. Padahal pemborosan sistemik terjadi akibat rumah sakit tetap menerapkan logika FFS yang terbatas pada pos jasa, bukan semata karena permintaan bayaran FFS dari para klinisi.

              Situasi ini menyebabkan konflik internal antara manajemen dan tenaga medis, yang secara signifikan menghambat transformasi sistem pembiayaan rumah sakit yang seharusnya lebih komprehensif dan sistemik.

              Berdasarkan rasionalitas yang telah dipaparkan, sangat mendesak untuk segera mengubah sistem tarif FFS menjadi sistem tarif internal berbasis paket.

              Tarif internal tidak dihapus, melainkan diubah menjadi komponen biaya penyusun yang dihitung per paket diagnosis, per tindakan, atau per episode perawatan berdasarkan alur klinis dan kebutuhan pasien.

              Dalam model baru ini, seluruh rencana tatalaksana dan unit cost untuk semua varian diagnosis atau tindakan harus didefinisikan dan ditetapkan terlebih dahulu.

              Ini berarti bahwa keputusan klinis, penunjang, obat, alur proses, inventaris, hingga konsumsi overhead (termasuk depresiasi alat) diatur secara keseluruhan dalam satu episode perawatan atau satu tindakan.

              Sistem ini menggantikan metode lama yang memperlakukan setiap tindakan sebagai item terpisah dengan tarif sendiri, lalu diagregasikan, dan kemudian komponen jasa dipotong.

              Transformasi sistem tarif paket dari FFS atau sistem internal potong jasa dokter sangat mendesak diterapkan. Bahkan masuk kategori urgent sebagai mode bertahan (survival mode) di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

              Manfaatnya meliputi konvergensi keputusan klinis dan manajerial, margin yang lebih terukur dan dapat diprediksi, Length of Stay (LOS) yang lebih efisien per episode, penurunan stok atau pencegahan overstock, penggunaan obat yang rasional, serta konsistensi antara mutu dan biaya.

              Ini bukan sekadar perbaikan laporan atau perbaikan segmental, melainkan pergeseran perspektif fundamental dari “dibayar per tindakan” menjadi “dibayar per episode”.

              Pelayanan diatur sebagai satu set diagnosis dan satu eksekusi klinis, dengan pengendalian seluruh komponen biaya dan pengelolaan margin untuk keberlanjutan rumah sakit.

              Aksi nyata diperlukan sekarang.***

              Artikel Paradoks Pelayanan Kesehatan: Fee for Service Vs INA-CBGs pertama kali tampil pada PWMU.CO.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              KH Mulyono Tegaskan Pentingnya Nilai-Nilai Muhammadiyah sebagai Dasar Transformasi Kampus

              Next Post

              Guru SMA Muha Genteng Tanamkan Kedisiplinan Siswa lewat Keteladanan pada Upacara HGN 2025

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

              03/06/2026
              BeritaMu

              Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

              03/06/2026
              BeritaMu

              MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

              03/06/2026
              Next Post

              Guru SMA Muha Genteng Tanamkan Kedisiplinan Siswa lewat Keteladanan pada Upacara HGN 2025

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

                03/06/2026

                Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

                03/06/2026

                MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

                03/06/2026

                Jamaah Haji Kloter 01-Mess Mendarat di Bandara Kualanamu

                03/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,302)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,757)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pelajaran dari Bang Irwan Syahputra

                03/06/2026

                Muhammadiyah Perkuat Transformasi Pendidikan melalui Balanced Scorecard

                03/06/2026

                MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai

                03/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In