Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menjadi tuan rumah pelantikan dan rapat kerja Pengurus Besar Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (PB AFKSI) periode 2025–2028, di Auditorium dr. Syafri Guricci lantai 5 FKK UMJ, Sabtu (09/08/2025).
Baca juga : Mahasiswa FKK UMJ Terpilih sebagai Finalis Duta Kesehatan Jakarta 2025
Kegiatan yang dipadukan dengan acara ilmiah ini mengangkat tema “Meningkatkan Peran Strategis Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia dalam Transformasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan melalui Kerja Kolaboratif”.
Dalam sambutannya, Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaning Tyas, Sp.PK., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan menjadi tuan rumah pertama di periode kepengurusan baru AFKSI.
“Kegiatan ini memfasilitasi pengembangan fakultas kedokteran swasta dalam upaya kebijakan kesehatan. Kami bersama AFKSI mengundang 70 fakultas kesehatan swasta, dengan total 428 peserta yang hadir luring dan daring,” ujarnya.
Ketua PB AFKSI, Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua, AIFO-K, menegaskan pentingnya membangun kembali peran sentral fakultas kedokteran swasta melalui kerja kolaboratif. Ia memaparkan lima fokus utama AFKSI, mulai dari pembinaan fakultas hingga membantu pemerintah dalam penyusunan regulasi pendidikan tinggi dan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa dari 144 fakultas kedokteran di Indonesia, 88 merupakan swasta, dengan 70 di antaranya telah bergabung di AFKSI.
Nasrudin juga mengatakan bahwa, rapat kerja ini akan menetapkan empat fokus utama, yaitu kerja sama akademik, penelitian dan pengabdian, pengembangan organisasi, serta penguatan peran strategis AFKSI bersama FK swasta dalam pendidikan dan kesehatan nasional.
“UMJ dipilih karena letaknya sangat strategis. Perlu dicatat, anggota AFKSI saat ini lebih dari 20 perguruan tinggi swasta yang di antaranya adalah perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, SH., MH., menilai AFKSI sebagai wadah aspirasi penting bagi kesetaraan antara fakultas kedokteran swasta dan negeri.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita perlu saling berbagi praktik terbaik demi pendidikan kedokteran yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.
Acara ilmiah pada kegiatan ini menghadirkan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM, yang menyoroti tantangan pemerataan tenaga kesehatan dan pentingnya menjaga kualitas lulusan di tengah maraknya pembukaan fakultas kedokteran.

Lebih lanjut, Ketua Kolegium Dokter Indonesia, dr. Efmansyah Iken Lubis, MM., M.Biomed, juga memaparkan peran kolegium dalam pembaruan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dan mengajak AFKSI untuk terlibat aktif.
Puncak kegiatan ditandai dengan serah terima jabatan dari Ketua PB AFKSI periode 2022–2025, Dr. dr. H. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes., kepada Ketrua PB AFKSI periode 2025-2028, Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua, AIFO-K.
Dengan komitmen Berdampak dari AFKSI dan Kampus Berdampak dari UMJ, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi terwujudnya kolaborasi strategis yang memperkuat kualitas pendidikan kedokteran swasta sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan dan pembangunan nasional.
Editor : Dian Fauzalia
Artikel FKK UMJ Jadi Tuan Rumah Rapat Kerja PB AFKSI pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




