• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

    Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

    Post Title

    Post Title

    Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

    Hukum Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pequrban

    Kurban, Kaderisasi, dan Krisis Orientasi Kader Muhammadiyah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

      Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

      Post Title

      Post Title

      Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

      Hukum Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pequrban

      Kurban, Kaderisasi, dan Krisis Orientasi Kader Muhammadiyah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

          Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

          Post Title

          Post Title

          Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

          Hukum Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pequrban

          Kurban, Kaderisasi, dan Krisis Orientasi Kader Muhammadiyah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

            Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

            Post Title

            Post Title

            Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

            Hukum Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Pequrban

            Kurban, Kaderisasi, dan Krisis Orientasi Kader Muhammadiyah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menelisik Berita (Benar vs Bohong)

              by
              26/08/2022
              in BeritaMu
              0
              Menelisik Berita (Benar vs Bohong)
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Menelisik Berita (Benar vs Bohong)

              WartaTerkait

              Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

              Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

              Post Title

              Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

              Jagat media sosial kita sedang dihebohkan oleh kasus pembunuhan seorang brigadir polisi di rumah seorang petinggi polisi, berpangkat jenderal bintang dua. Diduga, pelakunya adalah atasanya sendiri. Saat ini, sang pelaku sudah ditahan dan menjadi tersangka dengan pasal pembununuhan berencana. Istri sang pelaku pun juga menjadi tersangka. Miris! Apa motif dibalik aksi pembunuhan itu ? Belum ada informasi yang benar-benar terang dan terpercaya. Mungkin keingintahuan publik harus tertunda, hingga semuanya akan dibuka di dalam proses pengadilan.

              Sikap Pembaca Berita

              Dari satu jenis peristiwa, bisa muncul berbagai versi berita yang tersebar. Sikap publik dalam merespons sebuah berita akan sangat beragam. Menurutuku, paling tidak ada tipe karakter orang dalam membaca setiap berita.

              Pertama, tipe orang berhati-hati. Sikapnya tenang saat membaca sebuah berita. Ia terlebih akan memilah dan memilih bacaan secara cermat. Semua informasi yang diterima akan dikonfirmasi dengan pengetahuan lainnya. Lalu, akan menggunakan nalarnya untuk mengolah setiap berita hingga benar-benar masak. Setelah itu, barulah ia simpulkan. Itupun hanya untuk kepentingan diri sendiri. Sangat jarang menyebarkanya kepada orang lain. Jika pun terpaksa harus bicara soal itu di hadapan orang lain, ia akan menyebutkan secara lengkap sumber beritanya, tanpa menetapkan berita mana yang paling benar atau sebaliknya.

              Kedua, tipe orang bisa secara cepat dalam menetapkan kebenaran dari sebuah berita. Meski hanya  berdasarkan pada bacaan sekelebat, ia sudah bisa menyimpulkan. Biasanya, orang seperti ini gemar “mencap” atau menstigma orang dengan prasangka-prasangka tertentu. Kultur berpikir seperti itu sudah tertanam kuat. Oleh karenanya, ia sudah punya kesimpulan sendiri hanya berdasarkan secuil informasi. Nalar pikirnya terkuasai oleh pengetahuan yang diperoleh berdasarkan proses penuh stigma atau prasangka. Misalnya, “Oh…kalo profesi itu ya pasti begini dan begitu…” dan seterusnya.

              Biasanya, cap-cap negatif yang ia asosiasikan kepada orang lain itu hanya didasarkan pada sebuah prasangka pribadi, atau gosip-gosip di jalanan. Orang yang berpikir seperti ini, biasanya hanya mau membaca dan menonton berita atau mendengarkan omongan orang lain, yang dianggap sesuai dan bisa memperkuat keyakinannya saja. Ia akan membuang jauh-jauh semua informasi umum yang dianggap berlawanan dengan kebenaran berita yang sudah ia yakini, menurut versi dirinya.

              Ketiga, bersikap naif. Orang tersebut akan menelan semua berita yang tersebar di semua media sebagai sebuah kebenaran. Meski baru sebatas membaca judul berita, belum sempat sampai pada isinya. Baginya, menyebarkan judul berita itu adalah bagian dari upaya seruan kebaikan. Lebih gawatnya lagi, ia tidak bisa membedakan sumber berita tersebut berasal. Apakah ia keluar dari media sosial, atau media masa mainstream yang legal, sebagai produk jurnalistik (yang diatur oleh UU Pers). Semua yang tertulis dan terberitakan di semua media (mainstream ataupun sosial), dianggap sebagai fakta dan kebenaran, lalu ia sebarkan kemana-mana. Ambyar!

              Satu Persitiwa Beragam Versi Berita

              Dalam kasus pembunuhan seorang polisi akhir-akhir ini, publik pernah merasa dikecewakan oleh informasi resmi yang disampaikan oleh kepolisian. Meskipun belakangan, ada ralat resmi yang juga datang dari kepolisian. Bahwa ternyata, informasi awal tersebut tidak benar, ada rekayasa kebohongan. Pelurusan kabar tersebut langsung disampaikan oleh Kepala Polisi. Ia pun menyampaikan tindakan kepolisian terkait sanksi kepada mereka yang dinilai terlibat dalam proses rekayasa. Persoalan selesai? Sepertinya, perlu waktu panjang untuk pemulihan hingga bisa kembali meraih kepercayaan publik, dalam konteks ini.

              Akibat ikutannya, saat ini muncul bemacam-macam berita secara liar yang tidak jelas sumber dan sulit ditakar kebenaranya. Media sosial terus dibanjiri berita-berita spekulatif bak air bah. Semakin hari semakin banyak, terkadang begitu mengagetkan. Berita-berita yang diproduksi oleh media masa mainstream, legal dan berijin (cetak, televisi dan online) sebagai produk jurnalistik, bisa kalah populer. Ia tergeser oleh peran media sosial yang memberitakan kabar-kabar sensasional dan bombastis. Entah siapa yang memproduksinya.

              Aku sering terkecoh oleh provokasi judul berita berjenis itu. Setelah melihat isi atau menonton videonya, ternyata pret! Isinya penuh provokasi dan omong kosong. Ada distorsi yang begitu ekstrim antara judul dan isi berita. Laksana langit dan dasar sumur. Tetapi, kekacauan dalam penyebaran berita bohong seperti ini masif sekali di media sosial. Gaya tampilannya khas. Ada potongan gambar-gambar yang ditampilkan menyerupai video. Kemudian ada narator dengan logat aneh kadang lucu, sedang membacakan teks dari sebuah berita.  Percis seorang jurnalis televisi sungguhan.

              Bayangkan, jika aku mudah percaya pada judul berita yang tertulis di media sosial tersebut, kemudian sengaja kusebarkanya ke publik, sungguh luar biasa efek kerusakannya. Jika sebelumnya ia hanyalah berupa berita bohong yang pasif, setelah kusebarkan kemana-mana, ia akan berubah menjadi fitnah keji yang sangat merugikan banyak pihak. Beragam sikap akan muncul dari para penerima berita bohong itu. Bisa sangat cinta atau sangat benci.

              Di dalam masyarakat yang cenderung bersikap fanatik, bermental APS (asal pimpinan senang), efek dari sebaran berita bohong tersebut bisa menimbulkan kerusakan ganda. Apalagi jika berita bohong tersebut disyiarkan oleh seorang tokoh yang memiliki pengaruh kuat. Betapa sempurna kerusakannya. Sebuah berita palsu sekalipun, jika terus menerus diproduksi dan disebarkan secara massif, mungkin lama kelamaan bisa dianggap benar. “kebenaran yang tidak terorganisir, bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir”. Demikian pesan Khalifah ke 4, Sayyidina Ali Bin Abi Thalib.

              Residu Pertarungan Politik

              Amatan sederhanaku, praktik penyebaran berita bohong melalui media sosial itu kerap terjadi dalam kontestasi politik. Para kontestan yang memiliki pengikut fanatic. Mereka menggunakan media sosial sebagai sarana untuk kepentingan politik. Mereka memilih pemproduksi dan menyebarkan berita baik untuk mengangkat citra. Sebaliknya, menebar berita buruk untuk menyerang lawan politik. Konten berita yang disebarkan bisa bebas merdeka. Tidak peduli itu benar atau bohong.

              Pada akhirnya, citra seorang politisi akan dibangun dengan pondasi rapuh. Yaitu hasil rekayasa berita yang sengaja diproduksi dengan tujuan akhir membangun citra baik atau menjatuhkan lawan. Mereka memanfaatkan isu-isu yang sangat personal, remeh temeh, bahkan tidak berkorelasi dengan aktivitas politik. Misalnya soal praktik ritual keagamaan yang dilakukan. Soal kualitas kefasihan dalam mengucapkan salam yang kebetulan menggunakan bahasa asing. Hal-hal itu akan terus menerus diproduksi dan disebarkan secara luas.

              Medium pertarungan para kontestan politik memang sangat vulgar. Nyaris tidak ada proses screening terhadap konten berita, siapa yang memproduksi dan seterusnya. Benar atau bohong yang pentng tersebar luas dulu. Urusan lain, akan dilihat belakangan. Tidak ada yang mengontrol.

              Negara terkadang hadir juga sih untuk menjerakan para pembuat dan penyebar berita bohong.  Salah satunya melalui penerapan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sayang kan, jika berkah kebebasan berekspresi itu harus terbatasi oleh UU ITE. Sebagai masyarakat madani, seharusnya ada kebijaksanaan nilai yang dibuat dan ditaati secara bersama-sama. Tapi bagaimana mekanismenya…?

              Menemukan Berita Benar

              Ketika publik sulit menemukan berita benar yang bisa dipercaya dari yang sudah tersebar di berbagai media, lalu bagaimana cara menemukan kebenaran dari sebuah berita?

              Ada yang menggunakan standar sederhana. Salah satunya dengan terlebih dahulu mengatur cara berpikir untuk mendiskripsikan konsep dan konteks kebenaran. Kedudukan atau maqom kebenaran dalam konteks berita, harus dibebedakan dengan kebenaran dalam konteks agama. Dalam kebenaran agama, hati dan pikiran seseorang akan selalu disertai dengan keyakinan. Namanya juga keyakinan, posisinya tentu jauh di dalam hati. Ia telah melampaui rasionalitas pikiran.

              Sedangkan untuk menakar kebenaran berita, sebaiknya bersikap rileks. Tidak perlu terlalu serius apalagi buru-buru menyimpulkanya. Lebih baik bersikap tidak percaya terlebih dulu, hingga benar-benar bisa menemukan informasi yang membenarkanya. Aku pun telah mendefiniskan ulang tentang makna kebenaran (berita). Benar berarti sesuai dengan fakta. Sesederhana itu.

              Standar minimal lain yang aku gunakan adalah, merujuk pada berita yang diproduksi oleh media masa mainstream, sebagai produk jurnalistik. Keberadaan media ini telah diatur oleh undang-undang. Jika berita yang mereka sebarkan ternyata bohong, tidak akurat, tidak jelas sumbernya, maka media tersebut bisa dilaporkan ke Dewan Pers hingga Pengadilan. Pengelola media massa harus mampu mempertanggungjawabkan produknya.

              Aku juga akan berusaha melihat, mendengar atau membaca pernyataan resmi dari seorang pejabat negara yang terkait. Jika ternyata pernyataan mereka bohong, maka sebagai warga negara, aku memiliki banyak pilihan untuk mesikapinya.

              Prinsipku, ketika aku merasa ragu dengan kebenaran sebuah berita yang tersebar di laman media, maka sesungguhnya aku sedang berhati-hati. Itu adalah sikap paling aman dan mendekati bijaksana. Sikap itu jauh lebih menyehatkan jiwa, daripada terlalu cepat percaya, apalagi buru-buru menyebarkannya.

              Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Apresiasi Kader Muda Muhammadiyah, UMY Berikan Beasiswa Punggawa Timnas U-16

              Next Post

              Rektor UMSU Kunjungi Mahasiswa KKN Internasional 

              InfoLain

              BeritaMu

              Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

              19/05/2026
              BeritaMu

              Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

              19/05/2026
              Post Title
              BeritaMu

              Post Title

              19/05/2026
              Next Post
              Rektor UMSU Kunjungi Mahasiswa KKN Internasional 

              Rektor UMSU Kunjungi Mahasiswa KKN Internasional 

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

                19/05/2026

                Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

                19/05/2026
                Post Title

                Post Title

                19/05/2026

                Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda

                19/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,144)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,696)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

                19/05/2026

                Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

                19/05/2026
                Post Title

                Post Title

                19/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In