• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    FKIK UMSU Yudisium  Dokter Rektor ; AI  Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

    FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

    Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

    LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

    Disita BNN, 3,37 Ton Ganja Thailand Diduga akan Diolah Jadi Liquid Vape

    Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

    Waspadai Akun Mengatasnamakan Muhammadiyah yang Menebar Adu Domba

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      FKIK UMSU Yudisium  Dokter Rektor ; AI  Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

      FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

      Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

      LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

      Disita BNN, 3,37 Ton Ganja Thailand Diduga akan Diolah Jadi Liquid Vape

      Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

      Waspadai Akun Mengatasnamakan Muhammadiyah yang Menebar Adu Domba

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lemon Casino – Online Casino Recenzje

        Casinozer Casino France — Connexion à Casino

        Chicken Road Slot in Online-Casinos in Deutschland – Spielablauf

        Meilleur Casino en ligne fiable – Avis 2026 & Tests Joueurs

        Magyar Online Casino kriptovalutás fizetéssel és Bitcoin támogatással

        Neue Online Casinos in Österreich

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          FKIK UMSU Yudisium  Dokter Rektor ; AI  Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

          FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

          Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

          LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

          Disita BNN, 3,37 Ton Ganja Thailand Diduga akan Diolah Jadi Liquid Vape

          Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

          Waspadai Akun Mengatasnamakan Muhammadiyah yang Menebar Adu Domba

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            FKIK UMSU Yudisium  Dokter Rektor ; AI  Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

            FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

            Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

            LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

            Disita BNN, 3,37 Ton Ganja Thailand Diduga akan Diolah Jadi Liquid Vape

            Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

            Waspadai Akun Mengatasnamakan Muhammadiyah yang Menebar Adu Domba

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lemon Casino – Online Casino Recenzje

              Casinozer Casino France — Connexion à Casino

              Chicken Road Slot in Online-Casinos in Deutschland – Spielablauf

              Meilleur Casino en ligne fiable – Avis 2026 & Tests Joueurs

              Magyar Online Casino kriptovalutás fizetéssel és Bitcoin támogatással

              Neue Online Casinos in Österreich

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Indonesia Berkemajuan sebagai Anak Ideologis Sura dan Sulu

              by
              25/02/2023
              in BeritaMu
              0
              Indonesia Berkemajuan sebagai Anak Ideologis Sura dan Sulu
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Indonesia Berkemajuan sebagai Anak Ideologis Sura dan Sulu

              WartaTerkait

              FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

              Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

              LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

              Disita BNN, 3,37 Ton Ganja Thailand Diduga akan Diolah Jadi Liquid Vape

              Oleh: Agusliadi Massere

              Bisa saja ada yang keberatan bahwa, Indonesia secara de jure dan de facto telah lahir sejak tanggal 17 Agustus 1945, yang ditandai dengan pembacaan proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno & Hatta. Jadi tidak mungkinlah dipandang, meskipun hanya pendekatan analogis dan konotatif, dilahirkan oleh Sura dan Sulu.

              Jika ada yang memandang dan keberatan seperti dugaan tersebut di atas, saya bisa membenarkan—untuk  menghindari pilihan kata “memaklumi”. Meskipun, saya sendiri dengan argumentasi dan rasionalitas yang akan disampaikan melalui tulisan ini, bisa tergambarkan pula, bahwa betul, apa yang menjadi substansi dari judul tersebut di atas bisa pula dibenarkan.

              Jujur saja, saya pertama kali mendapatkan frasa “Indonesia berkemajuan” lengkap dengan makna dan rasionalitasnya dari pohon pemikiran dan kearifan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sedangkan “Sura dan Sulu” adalah maskot Pemilu tahun 2024 yang diluncurkan oleh KPU RI hasil karya Mahasiswi Universitas Pradita Tangerang, Stephanie sebagai pemenang lomba pada saat itu.

              “Sura dan Sulu” berbentuk sepasang burung Jalak Bali. “Sura” yang merupakan singkatan “Suara rakyat” berbentuk burung Jalak Bali jantan, yang merupakan simbolisasi dari “pemilih laki-laki”. Sedangkan “Sulu” berbentuk burung Jalak Bali betina, dan menyimbolkan sebagai “pemilih perempuan”.

              Mungkin, di balik “otak belakang” saya atau di bawah alam sadar terjadi proses algoritmik yang menarik relasi dan tautan filosofis antara “Indonesia berkemajuan” dan “simbolisasi dan makna dari Sura dan Sulu”. Dari hal  tersebut, terbersit judul yang menarik, sarat makna, dan mengandung pandangan, harapan, tujuan filosofis dan ideologis, yaitu “Indonesia Berkemajuan sebagai Anak Ideologis Sura dan Sulu”.

              Saya yakin para sahabat pembaca mampu memahami bahwa melalui tulisan ini, saya sedang berupaya untuk menyulam makna, membentangkan harapan, dan mengontekstualisasikan relasi dan jalinan/ikatan suci sepasang insan yang selanjutnya mampu melahirkan dan memiliki seorang anak-bersama yang istimewa, sesuai harapan, mampu berbakti dan memberikan yang terbaik bagi kedua orang tuanya, ke dalam bentuk dan dimensi yang berbeda. Dalam arti, dengan pendekatan konotatif, “Sura” (Suara rakyat) dan “Sulu” (Suara pemilu) diibaratkan sepasang suami istri dengan prosesi suci yang dilakukan akan bisa melahirkan dan memiliki anak sesuai harapan, cita ideal, dan tujuan bersama yang kita beri kode dengan “Indonesia berkemajuan”.

              Mencermati konstitusi negara Indonesia, yang menganut sistem pemerintahan yang bernama “demokrasi” atau dengan kata lain “kedaulatan rakyat”, maka secara alegoris (makna kiasan), tidak keliru pengandaian di atas bahwa, “jika kita ingin mencapai Indonesia berkemajuan maka harus diawali dari prosesi suci antara Sura dan Sulu, kemudian dilahirkan dari ‘rahim ideologis’ Sulu”. Pemaknaan ini tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahpahaman, ketika kita melepaskan diri dari jebakan yang fokus pada pemaknaan harfiah semata bahwa “Sura” hanya disimbolkan sebagai laki-laki/jantan, dan “Sulu” sebagai perempuan/betina, termasuk pula pemilih laki-laki dan pemilih perempuan.

              Indonesia berkemajuan sebagai “kode”—di mana dalam tradisi semiotika bisa dimaknai sebagai sesuatu yang muncul atau dipilih karena narasi-narasi dan/atau frasa-frasa biasa tidak mampu menggambarkan, mengungkapkan/menjelaskan realitas atau harapan yang sesungguhnya—harus lahir dari “rahim ideologis” Sulu (Suara pemilu), dan sebagai “buah cinta”, “relasi”, dan/atau “ikatan/jalinan suci” antara Sura dan Sulu.

              Dalam bahasa teknis, prosedural dan operasionalitasnya, bahwa “suara rakyat” (Sura) harus dikonversi dan/atau mengalami transformasi menjadi “suara pemilu” (Sulu). Dari Sulu (Suara pemilu) berdasarkan perspektif “outcome” (hasil/dampak), akan menentukan Indonesia-berkemajuan/tidak. Saya yakin, di sini pembaca semakin memahami substansi dari pandangan filosofis dan makna konotatif/alegoris dari tulisan ini.

              Secara sederhana garis relasinya bisa dipersingkat bahwa, dari Sura (Suara rakyat) yang berkualitas maka akan mampu melahirkan Indonesia-berkemajuan. Konsisten dari awal, di mana arah tulisan ini menggunakan makna alegoris atau konotatif sebagai “sepasang insan” atau tidak apa-apa disebut secara vulgar saja sebagai sepasang “suami-istri”, maka kita akan bisa menggunakan suatu falsafah hidup atau pesan moral yang sering disampaikan kepada seorang insan atau calon sepasang insan (baca: laki-laki atau perempuan).

              Falsafah hidup atau pesan moral yang dimaksud adalah “didiklah anakmu 25 tahun sebelum lahir”. Falsafah hidup atau pesan moral ini, saya akan kontekstualisasikan maknanya ke dalam “diri” Sura dan Sulu agar memiliki anak ideologis bernama “Indonesia berkemajuan”. Seperti apa makna dan kontekstualisasinya?

              Terutama oleh Sura tanpa kecuali oleh Sulu, harus mampu memperbaiki diri jauh sebelum memiliki anak ideologis yang diharapkan tersebut: Indonesia-berkemajuan. Sura (suara rakyat) atau dalam hal ini pemilih (tanpa membedakan pemilih laki-laki dan perempuan)—inilah pula maksud saya di atas agar tidak terjebak untuk fokus pada pemaknaan harfiah semata—sebagaimana tulisan saya dalam Jurnal Pustaka Pemilu Vol. 2 No. 2, Juni 2020, yang diterbitkan oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki kemampuan untuk menjamin dalam mewujudkan Pemilu-berintegritas bukan hanya sebatas pada “input”, “process” dan “output” semata, tetapi beyond, bisa pula dan terutama pada dimensi “outcome”nya.

              Hanya dengan kemampuan menjamin perwujudan “Pemilu berintegritas” sampai pada dimensi “outcome” oleh pemilih (sebagai representasi suara rakyat) kita mampu mewujudkan “Indonesia berkemajuan” sebagai realitas. Jaminan dan pencapaian “Pemilu berintegritas” sampai pada dimensi “outcome” itulah yang bisa bermuara pada demokrasi-substansial yang menjadi harapan bersama. Bukan sekadar demokrasi prosedural, yang selama ini telah sukses dilakukan dan dicapai.

              Mengapa harus kepada pemilih, yang diberikan “amanah” untuk mewujudkan pencapaian Pemilu-berintegritas pada dimensi “outcome”? Jujur saja, sebagaimana tulisan saya dalam jurnal tersebut, saya menegaskan bahwa kami selaku penyelenggara pemilu, hanya mampu menjamin pencapaian “Pemilu-berintegritas” sampai pada dimensi “output”.

              Artinya, kami selaku penyelenggara pemilu hanya mampu menjamin proses pemilu tersebut berjalan di atas rel integritas dan pforesionalitas sampai pada saat menuju pelaksanaan  pengambil sumpah/janji dan pelantikan para “peserta pemilu” yang terpilih. Kami selaku penyelenggara pemilu—khususnya jajaran KPU—tidak bisa menjamin kualitas yang terpilih lebih dari sekadar “persyaratan calon” dan “syarat pencalonan”.

              Pendidikan pemilih yang kami lakukan pun, tentunya hanya berupaya memberikan pemahaman dan penyadaran, agar pemilih cerdas dalam menentukan pilihannya. Hanya sebatas upaya, apakah dipahami dan disadari atau tidak, tentunya kembali kepada pemilih yang bersangkutan.

              Logikanya sederhananya, meskipun kami para penyelenggara pemilu mengetahui kualitas diri seseorang dari yang berstatus sebagai/bagian dari “peserta pemilu”, tetapi berdasarkan kode etik yang mengikat, kami tidak boleh mengarahkan pemilih untuk memilih peserta pemilu tertentu. Inilah yang saya pandang sehingga, kami para penyelenggara pemilu hanya mampu menjamin integritas pemilu itu sampai pada dimensi “output”-nya semata. Berbeda dengan pemilih, mampu menjamin melampaui dari sekadar output, bisa sampai pada outcome.

              Lalu bagaimana dengan peserta pemilu? Peserta pemilu, idealnya mampu pula menjamin Pemilu-berintegritas itu sampai pada dimensi “outcome” dengan menyiapkan stock kader yang berkualitas untuk didorong dalam kontestasi demokrasi pada Pemilu dan Pemilihan. Meskipun, terkait ini masih ada yang jauh dari harapan kebanyakan masyarakat Indonesia yang memiliki impian yang sama untuk Indonesia-berkemajuan.

              Berbeda dengan penyelenggara pemilu, dan peserta pemilu, pemilih seharusnya punya hak dan kewajiban penuh untuk mewujudkan dan menjamin pencapaian pemilu berintegritas itu sampai pada dimensi outcome. Apalagi jika pemilih memahami dan menyadari secara filosofis dan ideologis terkait konsepsi “Pemilih berdaulat” sebagai derivasi dari “Kedaulatan rakyat”. Atau minimal memahami secara filosofis dan ideologis terkait substansi daripada “Suara rakyat” atau panggilan nama “Sura” yang melekat pada dirinya sebagaimana “Maskot Pemilu tahun 2024” tersebut.

              Kembali pada falsafah “Didiklah anakmu 25 tahun sebelum lahir” di atas, Sura harus mampu menguatkan pemahaman, kesadaran dan nalar kebangsaannya—terkait nalar kebangsaan, sahabat pembaca bisa memahaminya dari tulisan-tulisan saya yang lain. Sura harus mampu membebaskan dirinya dari “politik uang”, “hoax yang merusak kualitas Pemilu”, dan termasuk pula membebaskan diri dari “kampanye SARA”, “politik identitas”, serta “polarisasi”.

              Sura (dalam hal ini pemilih) harus cerdas dalam memilih, proaktif dalam upaya menyukseskan Pemilu. Sura harus mampu pula dikonversi dalam wujud berupa pengawasan partisipatif untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan Pemilu berjalan di atas rel integritas dan profesionalitas—sebagaimana makna integritas dan profesionalitas dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017.

              Sebagaimana dengan Sura, Sulu (Suara pemilu)—saya sedikit memberikan makna yang lebih luas dibandingkan pemaknaannya sebagai “pemilih perempuan” dalam makna maskot tersebut—harus pula mengikuti falsafah hidup atau pesan moral “Didiklah anakmu 25 tahun sebelum lahir” untuk melahirkan “Indonesia berkemajuan”.

              Sulu dengan fokus pada makna “Suara pemilu”-nya, dalam seluruh tahapan—sebagaimana bisa diandaikan pula seorang perempuan yang memiliki rahim, kita sebut saja “rahim ideologis”—harus mampu berproses sesuai koridor hukum dan kode etik yang berlaku. Jangan biarkan “Indonesia” lahir dari “rahim ideologis” Sulu dalam keadaan “prematur. Secanggih apapun kehidupan dan siasat yang ditawarkan oleh nafsu, dan/atau dorongan kepentingan sesaat yang besar, marilah Sura menjaga kekasihnya Sulu, untuk tetap melahirkan Indonesia dalam keadaan normal.

              Normal di sini, minimal bisa dimaknai semuanya berjalan sesuai prinsip integritas dan profesionalitas yang digariskan oleh Peraturan DKPP yang disebutkan di atas. Indonesia tidak boleh lahir melewati rahim lain, apalagi ideologi kepentingan tertentu. Indonesia agar mampu menjadi Indonesia yang berkemajuan harus lahir dari rahim ideologis, minimal dalam makna sederhana dan singkat saja, proses pemilu yang akan mewujudkan para pemimpin dan wakil rakyat dalam menata bangsa dan negara Indonesia harus mampu mencerminkan nilai dari 5 Sila Pancasila. Terutama sila pertama, sebagai fundamen moral.

              Lalu, seperti apa Indonesia Berkemajuan itu? Saya kutip sedikit saja dari produk resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2014) “Indonesia berkemajuan dapat dimaknai sebagai negara utama (al-madinal al-fadhillah), negara berkemakmuran dan berkeadaban (umran), dan negara yang sejahtera. Negara yang mendorong terciptanya fungsi kerisalahan dan kerahmatan yang didukung sumber daya manusia yang cerdas, berkepribadian, dan keadaban mulia”. (SM)

              Agusliadi Massere, Mantan Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Bantaeng. Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng Periode 2018-2023

              The post Indonesia Berkemajuan sebagai Anak Ideologis Sura dan Sulu appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Tunggu Arab Saudi, Jajan di Makkah Nanti Bisa Pakai Rupiah

              Next Post

              Fadhilah Berkaitan dengan Shalat Jamaah di Masjid

              InfoLain

              FKIK UMSU Yudisium  Dokter Rektor ; AI  Jadi Tantangan Dunia Kesehatan
              BeritaMu

              FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor ; AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan

              05/07/2026
              BeritaMu

              Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan

              05/07/2026
              BeritaMu

              LLHPB PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan Jelang Tanwir dan Muktamar

              05/07/2026
              Next Post
              Cara Guru Sekolah Penggerak Menggembirakan Pembelajaran Siswa

              Cara Guru Sekolah Penggerak Menggembirakan Pembelajaran Siswa

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                LSP Umsida Terima Hibah Sertifikasi Kompetensi Vokasi 2026, Perkuat Daya Saing Lulusan

                06/07/2026

                KKN Umsura 2026 Fokus SDGs, 1.292 Mahasiswa Sebarkan Inovasi hingga Mancanegara

                06/07/2026

                UMP dan BCA Perkuat Sinergi, Mahasiswa Didorong Siap Hadapi Dunia Profesional

                06/07/2026

                Wisuda Ke-9 UMMA Tegaskan Sinergi Lintas Sektor dan Kesiapan Lulusan Hadapi Era AI

                06/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,640)
                • Hukum Islam (1,460)
                • Kabar PTMA (3,903)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                LSP Umsida Terima Hibah Sertifikasi Kompetensi Vokasi 2026, Perkuat Daya Saing Lulusan

                06/07/2026

                KKN Umsura 2026 Fokus SDGs, 1.292 Mahasiswa Sebarkan Inovasi hingga Mancanegara

                06/07/2026

                UMP dan BCA Perkuat Sinergi, Mahasiswa Didorong Siap Hadapi Dunia Profesional

                06/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In