Wajah Tradisi Pacuan Kuda di Takengon Tercoreng: Minim Kebersihan dan Penataan PKL Dikeluhkan Pengunjung
INFOMU.CO | Takengon – Ajang tradisi pacuan kuda tradisional di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang semestinya menjadi daya tarik wisata budaya andalan, justru menuai kritik tajam dari pengunjung. Event yang sarat nilai sejarah dan budaya lokal ini dinilai minim profesionalisme akibat buruknya kebersihan arena serta penataan pedagang yang semrawut.
Sejumlah wisatawan dan penonton yang hadir mengaku kecewa dengan kondisi di lapangan. Fasilitas publik seperti tribun penonton dan kawasan sekitar lintasan tampak kotor dan kurang terawat. Selain itu, lapak para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tanpa zonasi yang jelas membuat kawasan arena terlihat kumuh dan mengganggu kenyamanan publik.
“Sayang sekali, acara sebesar dan seunik pacuan kuda di Takengon ini dikelola seadanya. Arena kotor, tidak tertata rapi, dan pedagang berjejal di sembarang tempat sehingga pemandangannya jadi tidak enak dipandang,” ujar salah Hamdan (35) seorang pengunjung yang hadir langsung di lokasi, kemarin.


Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan citra pariwisata Dataran Tinggi Gayo di mata wisatawan luar daerah maupun mancanegara. Padahal, tradisi pacuan kuda tradisional memiliki akar budaya yang sangat kuat dan berpotensi besar mendongkrak perekonomian lokal jika dikelola dengan standar pariwisata yang baik.
Menanggapi keluhan ini, sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah bersama panitia penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Aspek kebersihan melalui penyediaan infrastruktur sanitasi yang memadai serta penertiban zonasi pedagang dinilai mendesak untuk dibenahi pada penyelenggaraan di masa mendatang.
Pengelolaan yang profesional, higienis, dan tertib dipandang menjadi kunci utama agar marwah tradisi budaya Gayo tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung. (shd)











