Penguatan Karakter Pelajar, SMP Muhammadiyah 7 Medan Gelar Karya Kokurikuler
INFOMU.CO | Medan – Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Medan menggelar program Karya Kokurikuler 2026 dengan tajuk “ Aku Cinta Indonesia : Cintai Budaya, Hargai Sesama dan Tolak Bulling”. Karya Kokurikuler yang diikuti pelajar kelas 7,8 dan 9 berlangsung di halaman sekolah itu, Jalan Pelita-II, Medan, Sabtu (7/11).
Program Karya Kokurikuler menampilkan berbagai karya seni dan budaya pelajar yang ditampilkan melului paduan suara, drama, lagu dan pantomime. Karya pelajar kelas 7,8 dan 9 sangat menarik karena menggali seni budaya dari berbagai daerah di tanah air.
Hadir memberi kata sambutan Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan, M. Yusuf Harahap yang memberikan apresiasi kepada pergelaran Karya Kokuriuler SMP Muhammadiyah 7 Medan itu.
Kepala SMP Muhammadiyah 7, Muhammad Reza Akbar S.Pd, memberi apresiasi penampilan dan unjuk karyawa siswanya. “ Program Kokurikuler merupakan bagian dari program kurikulum Merdeka untuk membentuk karakter siswa disamping mendorong pengembangan kompetensi anak,” jelas Reza.
Selain pengembangan intlektual dan bakar siswa, SMP Muhammadiyah 7 juga focus melakukan program pengembangan iman dan taqwa melalui Al-Islam dan Kemuhammadiyahah sebagai penciri dari sekolah Muhammadiyah.
SMP Muhammadiyah 7 Medan saat ini sudah terakreditasi unggul madya oleh Mendikdasmen PP Muhammadiyah memiliki 18 rombel ( kelas belajar) dengan siswa sebanyak 470 orang dengan tenaga tendik mencapai 40 orang, jelas Reza.
SMP Muhammadiyah yang berada di Kecamatan Medan Perjuangan menjadi salah satu sekolah favorit. Sekolah ini sudah membuka pendaftaran untuk tahun ajar 2027/2028. “ Alhamdulillah sudah ada 40 siswa yang mendaftar untuk tahun 2027/2028.


Rasa Cinta Indonesia
Sementara itu Koordinator Kokurikuler SMP Muhammadiyah 7, Yusiani SPd menjelaskan, kegiatan Kokurikuler terbilang aktif. Penampilan siswa kelas 7,8 dan 9 adalah hasil pembikaan lintas disiplin ilmu. Pemilihan tema kegiatan kokurikulker 2026, Aku Cinta Indonesia, menjadi acuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terkait dengan seni dan budaya Indonesia.
Yusiani mengatakan, pada kurikulum Merdeka ada tiga aspek pendidikan yang dilakukan yakni inter-kurikuler, kokurikuler dan ekstra-kurikuler. Khusus untuk Kokurikuler merupakan kolaborasi antara Pendidikan di dalam kelas dengan Pendidikan di luar kelas, jelas Yusiani.
“ Melalui kegiatan Kokurikuler, akan membangun 8 dimensi profil lulusan bertaqwa kepada Allsh SWT, Kewarganegaraan, kolaborasi, berpikir kritis, mandiri, kreatif dan Kesehatan. (shd)











