Saya selalu senang salat di masjid atau musala di mal. Ada alasan sederhana. Tempat ibadah di pusat perbelanjaan sekarang jauh lebih representatif. Lebih bersih. Lebih nyaman. Lebih terawat.
Bahkan, beberapa di antaranya terasa seperti ruang ibadah yang sengaja dirancang untuk membuat orang betah.
Dulu, pengalaman saya berbeda. Sekitar 10–15 tahun lalu, musala di mal-mal Surabaya sering ditempatkan di sudut yang kurang strategis. Dekat area parkir. Di lorong belakang.
Kadang di ruang sempit yang panas. Ada yang pencahayaannya kurang. Ada pula yang terasa kumuh.
Orang datang untuk salat. Lalu segera pergi. Tidak banyak yang ingin berlama-lama.
Musala seperti sekadar memenuhi kewajiban pengelola mal. Ada tempat untuk salat. Itu sudah cukup.
Tetapi, perlahan, keadaan berubah. Saya melihat banyak mal mulai membenahi ruang ibadahnya. Bukan hanya memperbaiki karpet atau menambah tempat wudu. Mereka mulai memperhatikan keseluruhan pengalaman jamaah.
Mulai dari lokasi. Kebersihan. Sirkulasi udara. Pemisahan ruang laki-laki dan perempuan. Ketersediaan mukena. Sampai pelayanan bagi pengunjung yang datang membawa banyak barang.

Agaknya, manajemen mal mulai menyadari sesuatu. Tempat ibadah bukan sekadar fasilitas pelengkap. Ia menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.
Orang datang ke mal bukan hanya untuk membeli barang. Mereka makan. Menonton film. Bertemu teman. Mengajak keluarga berjalan-jalan. Kadang menghabiskan waktu berjam-jam.
Di tengah aktivitas itu, ada waktu salat yang tidak bisa ditinggalkan. Kalau tempat ibadahnya nyaman, pengunjung tidak perlu tergesa-gesa mencari ruang untuk beribadah. Mereka bisa salat dengan tenang. Setelah itu, melanjutkan aktivitas.
Bagi keluarga Muslim, fasilitas seperti ini tentu penting. Bagi pengelola mal, musala yang baik juga menjadi bagian dari pelayanan. Pengunjung merasa diperhatikan.
Karyawan memiliki tempat ibadah yang layak. Aktivitas belanja dan kebutuhan spiritual tidak harus saling mengganggu.
Mungkin itulah salah satu perubahan yang menarik dari wajah pusat perbelanjaan kita. Mal tidak hanya berlomba menghadirkan toko, restoran, dan hiburan. Ruang ibadah pun mulai mendapatkan perhatian yang lebih serius.
Artikel Dari Sudut Parkir ke Ruang Sejuk, Nikmatnya Salat di Musala Mal Surabaya pertama kali tampil pada PWMU.CO.





