FISIP UMSU Yudisium 187 Mahasiswa Hadirkan Lulusan Berprestasi Nasional
INFOMU.CO | Medan – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar yudisium diikuti 187 lulusan dari tiga program studi di antaranya merupakan lulusan berprestasi nasional. Acara digelar pada Rabu (22/10) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Peserta yudisium berasal dari 19 lulusan Program Studi Kesejahteraan Sosial, 24 lulusan Ilmu Administrasi Publik, dan 144 lulusan Ilmu Komunikasi.
Acara ditandai dengan penyematan selempang dan penyerahan sertifikat kepada lulusan terbaik di antaranya Putri Wulandari Lubis, S.Sos, Tyasni Malaeka Rambani, S.Ap dan Faradilla Cindy, S.I.Kom, Menghadirkan tiga puluh mahasiswa berprestasi nasional dan internasional seperti penerima hibah PPK Ormawa Kemdiktiristek, magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa Internasional, juara di bidang olahraga dan bela diri, program kampus merdeka,
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd diwakili Wakil Rektor Riset. Pengabdian dan Internasional UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si yang membuka acara, menyoroti mengenai tantangan era disrupsi teknologi yang menuntut setiap individu untuk terus memperbarui kemampuan dan pengetahuannya.
“Perubahan teknologi bergerak sangat cepat. Jangan sampai kita menjadi kelompok masyarakat yang tidak terpakai (useless class) akibat keterampilan dan kompetensi yang kita miliki tidak kompatibel dengan kebutuhan industri. Kuncinya hanya satu: jangan pernah berhenti belajar. Meskipun sudah memegang gelar sarjana, teruslah mengasah dan memperbarui skill sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, gelar sarjana merupakan salah satu tahap awal untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, pengalaman kerja, serta penguasaan keterampilan baru.
WR RIPI juga menyampaikan empat modal utama yang perlu dipersiapkan oleh lulusan ilmu sosial dan ilmu politik agar mampu bersaing di dunia professional yaitu public speaking, digital (digital skills), kemahiran berbahasa asing dan pengalaman kerja (work experience).
“Jika keempat hal ini belum sepenuhnya dikuasai, manfaatkan waktu untuk terus belajar dan melakukan investasi leher ke atas melalui pelbagai pelatihan,” jelasnya.
Dia mendorong para lulusan untuk memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri, termasuk pelatihan dan kegiatan peningkatan keterampilan, sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun karier.
Kemudian, Dekan FISIP Dr. Arifin Saleh, S.Sos. MSP mengajak seluruh peserta yudisium untuk mensyukuri keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan sesuatu yang patut dibanggakan, terlebih karena proses pendidikan tidak terlepas dari berbagai tantangan pribadi, keluarga, ekonomi, maupun lingkungan.
“Kompetensi utama lulusan FISIP terletak pada kemampuan lisan dan tulisan. Lisan itu berupa public speaking, kemampuan meyakinkan, hingga membujuk publik, sedangkan tulisan dibuktikan melalui karya ilmiah dan skripsi. Di mana pun adik-adik bekerja nantinya, baik sebagai pekerja sosial profesional, di lembaga swadaya masyarakat, aparatur sipil negara, humas, maupun wakil rakyat, perkuatlah kompetensi lisan dan tulisan ini karena itulah kunci sukses di dunia kerja,” tegasnya.
Menurut Dekan FISIP, kemampuan tersebut relevan bagi lulusan FISIP yang akan meniti karier di berbagai sektor, mulai dari pelayanan sosial, pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, hubungan masyarakat, hingga bidang politik dan representasi publik.
Pada kesempatan ini, turut dilaksanakan kuliah umum Penguatan Al – Islam & Kemuhammadiyahan oleh Ustadz Mahmud Yunus Daulay, S.Ag., M.A sebagai bekal para alumni dalam menghadapi dunia kerja dan masyarakat. (Syaifulh)





