• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

    OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

    Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

    Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

    Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

    Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh

    Kabut Asap Selimuti Aceh Tengah, Sekolah Tingkat TK hingga SMP Terapkan Belajar dari Rumah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

      OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

      Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

      Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

      Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

      Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh

      Kabut Asap Selimuti Aceh Tengah, Sekolah Tingkat TK hingga SMP Terapkan Belajar dari Rumah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

          OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

          Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

          Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

          Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

          Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh

          Kabut Asap Selimuti Aceh Tengah, Sekolah Tingkat TK hingga SMP Terapkan Belajar dari Rumah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

            OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

            Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

            Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

            Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

            Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh

            Kabut Asap Selimuti Aceh Tengah, Sekolah Tingkat TK hingga SMP Terapkan Belajar dari Rumah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

              admin by admin
              17/10/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir

              Oleh: Jufri

              WartaTerkait

              OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

              Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

              Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

              Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh

              Menjelang Subuh, hujan mulai turun. Awalnya hanya rintik-rintik, tetapi setelah salat Subuh, hujan semakin deras dan lebat, diiringi suara gemuruh yang sesekali terdengar cukup kuat.

              Ada perasaan senang dan bersyukur. Setidaknya hujan pagi ini diharapkan dapat membantu membersihkan udara yang sejak beberapa waktu belakangan diselimuti kabut asap. Udara di Kota Medan dan sekitarnya belakangan terasa kurang nyaman, bahkan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

              Namun, di tengah rasa syukur itu, muncul pula perasaan waswas. Ingatan tentang musim hujan dan banjir tahun lalu kembali terbayang. Hujan yang seharusnya membawa kesejukan terkadang justru menghadirkan kecemasan.

              Kita tentu berharap hujan ini membawa rahmat, bukan kembali menghadirkan bencana.

              Sebenarnya bukan hujannya yang salah. Hujan merupakan bagian dari siklus alam yang sangat dibutuhkan kehidupan. Persoalannya, alam tempat air hujan itu turun semakin kehilangan kemampuan untuk menjaga keseimbangannya.

              Hutan yang seharusnya menyerap dan menyimpan air semakin berkurang. Kawasan perbukitan dan pegunungan mengalami perubahan fungsi. Pertambangan, pembalakan, deforestasi, serta pembukaan lahan secara berlebihan telah mengubah banyak bentang alam kita.

              Akibatnya, ketika musim kemarau datang, sebagian wilayah menghadapi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap. Ketika musim hujan tiba, ancaman banjir dan tanah longsor kembali menghantui.

              Setiap kemarau kita takut asap, setiap hujan kita takut banjir. Seolah-olah kita sedang menghadapi dua persoalan yang berbeda. Padahal, keduanya dapat berkaitan dengan satu persoalan besar, yakni terganggunya keseimbangan ekosistem.

              Yang lebih memprihatinkan adalah kebiasaan kita dalam menghadapi persoalan lingkungan.

              Ketika kabut asap datang, kita ramai membicarakan kebakaran hutan, kualitas udara, dan kerusakan lingkungan. Ketika banjir melanda, kita sibuk membicarakan drainase, sungai yang menyempit, hutan yang gundul, serta buruknya tata ruang.

              Pemerintah menggelar rapat. Para pejabat meninjau lokasi. Bantuan disalurkan. Media memberitakan. Masyarakat menyampaikan keluhan, bahkan kemarahan.

              Namun, ketika asap mulai menghilang dan banjir telah surut, perhatian kita pun perlahan ikut surut.

              Kita kembali menjalani kehidupan seperti biasa. Seolah-olah persoalan telah selesai, padahal yang hilang baru gejalanya, bukan penyebabnya.

              Barangkali inilah salah satu kelemahan kita dalam mengelola lingkungan. Kita lebih terbiasa menangani bencana daripada mencegahnya. Lebih cepat bergerak ketika masalah sudah terjadi daripada bekerja secara konsisten agar masalah yang sama tidak terus berulang.

              Padahal, menjaga lingkungan membutuhkan kesadaran dan kebijakan yang berkelanjutan.

              Pembangunan ekonomi tentu diperlukan. Pertambangan, perkebunan, industri, dan infrastruktur juga memiliki peran dalam menyediakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, semuanya harus memiliki batas dan memperhatikan daya dukung lingkungan.

              Indonesia, misalnya, memiliki kondisi alam yang cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Namun, bukan berarti semua kawasan harus ditanami sawit. Harus ada perhitungan mengenai luas ideal perkebunan, kawasan yang boleh dimanfaatkan, dan wilayah yang wajib dipertahankan sebagai hutan serta kawasan lindung.

              Tidak semua bukit harus dibuka. Tidak semua gunung harus dikeruk. Tidak semua kekayaan yang tersimpan di dalam bumi harus segera diambil.

              Sebab, keuntungan ekonomi yang diperoleh hari ini bisa menjadi sangat mahal apabila harus dibayar dengan kerusakan lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

              Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, keberhasilan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan besarnya investasi. Kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat juga harus menjadi ukuran yang tidak kalah penting.

              Demikian pula dalam manajemen sumber daya manusia berkelanjutan. Kita membutuhkan manusia yang tidak hanya terampil mengelola kekayaan alam, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap masa depan.

              Pemerintah memiliki tanggung jawab besar melalui kebijakan, pengawasan, penegakan hukum, dan penataan ruang. Namun, masyarakat juga tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya, termasuk dalam kebiasaan membuang sampah, menjaga saluran air, dan merawat lingkungan sekitar.

              Jangan sampai kita terus mengulangi kebiasaan yang sama: menyalahkan alam ketika bencana datang, tetapi melupakan perilaku manusia yang ikut memperbesar risikonya.

              Berdoa, tetapi Jangan Berhenti Berikhtiar

              Ada satu hal lagi yang patut kita renungkan, terutama sebagai masyarakat yang mengaku beragama.

              Ketika bencana datang, kita beramai-ramai berdoa memohon pertolongan Allah. Tentu tidak ada yang salah dengan berdoa. Sebagai orang beriman, doa merupakan bagian penting dari kehidupan.

              Namun, kita juga perlu mengingat bahwa manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi. Manusia dibekali akal, ilmu pengetahuan, dan kemampuan untuk mengelola serta menjaga keseimbangan alam.

              Allah telah menyediakan bumi dengan segala kekayaan dan keteraturannya. Ada hutan yang menyerap air, sungai yang mengalirkannya, pepohonan yang menjaga tanah, serta berbagai makhluk hidup yang memiliki peran dalam keseimbangan ekosistem.

              Lalu, sebagian dari keteraturan itu justru kita rusak sendiri. Hutan ditebang berlebihan, gunung dan bukit dikeruk, sungai dipersempit, serta kawasan resapan air dialihfungsikan tanpa mempertimbangkan akibatnya.

              Anehnya, ketika banjir, longsor, kekeringan, dan kabut asap datang, kita kembali meminta Allah menyelesaikan persoalan yang sebagian justru lahir dari keserakahan dan kelalaian manusia.

              Tentu Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Namun, bukankah manusia juga telah diberi akal dan tanggung jawab untuk menjaga ciptaan-Nya?

              Doa seharusnya menjadi bentuk kesadaran bahwa kita senantiasa melibatkan Allah dalam kehidupan, termasuk ketika membuat kebijakan, mengelola sumber daya alam, dan mengambil keputusan pembangunan. Bukan hanya mengingat Allah ketika akibat dari perbuatan kita sendiri mulai menghadirkan kesulitan.

              Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 41, bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Peringatan ini terasa semakin relevan ketika kita menyaksikan berbagai persoalan ekologis yang terus berulang.

              Karena itu, berdoa agar dijauhkan dari bencana tentu baik. Namun, doa tersebut semestinya disertai kesungguhan menghentikan perusakan lingkungan, memperbaiki kebijakan yang keliru, menegakkan hukum, serta mengendalikan keserakahan dalam mengeksploitasi kekayaan alam.

              Jangan sampai kita begitu rajin memohon agar Allah menyelamatkan alam, sementara kita sendiri tidak berhenti merusaknya.

              Menjadi khalifah bukan berarti manusia bebas menguasai alam sesuka hati. Sebaliknya, amanah itu menuntut tanggung jawab untuk memelihara, memanfaatkan secara bijaksana, dan memastikan bumi tetap layak dihuni oleh generasi berikutnya.

              Jangan Menunggu Bencana Berikutnya

              Pagi ini hujan masih menjadi harapan sekaligus kecemasan. Kita bersyukur jika hujan membantu membersihkan udara dari kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kita juga berharap air hujan tidak meluap menjadi banjir yang merugikan banyak orang.

              Namun, doa dan harapan harus berjalan bersama ikhtiar nyata.

              Pemerintah perlu memastikan kebijakan pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Pengawasan terhadap pertambangan, perkebunan, pembalakan, dan alih fungsi lahan harus dilakukan secara serius. Masyarakat pun perlu membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

              Jangan hanya sibuk mencari siapa yang harus disalahkan ketika bencana terjadi. Lebih penting lagi, berani mengevaluasi kebijakan, memperbaiki kesalahan, dan mencegah kerusakan yang sama terulang kembali.

              Sebab, hujan dan kemarau akan terus datang silih berganti. Keduanya merupakan bagian dari kehidupan. Yang perlu kita perbaiki adalah cara manusia memperlakukan bumi tempatnya hidup.

              Jangan sampai setiap kemarau kita takut asap, setiap hujan kita takut banjir, tetapi setelah keduanya berlalu, kita kembali lupa.

              Karena itu , yang seharusnya kita takutkan bukanlah hujan atau kemarau, melainkan ketika manusia kehilangan kepedulian, keserakahan mengalahkan kebijaksanaan, dan doa tidak lagi diikuti tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

              Next Post

              Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

              admin

              admin

              InfoLain

              OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun
              BeritaMu

              OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

              17/10/2026
              BeritaMu

              Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

              17/10/2026
              BeritaMu

              Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

              17/10/2026
              Next Post

              Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

                OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

                17/10/2026

                Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

                17/10/2026

                Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

                17/10/2026

                Lazismu Raih LAZ Mitra Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

                17/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,851)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,334)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

                OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Simposium Internasional, Perkuat Riset dan Pendidikan Falak Serumpun

                17/10/2026

                Kabut Asap Karhutla Membara, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sigap Layani Warga

                17/10/2026

                Setiap Kemarau Takut Asap, Setiap Hujan Takut Banjir Oleh: Jufri

                17/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In