Kyai Cepu: Muhammadiyah Mulai Bergairah dalam Berkesenian
INFOMU.CO, MEDAN – Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kusen, M.Ag., Ph.D atau yang sering disapa Kyai Cepu, mengatakan geliat seni dan budaya di lingkungan Muhammadiyah terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai daerah.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Seni Budaya di Sekolah Muhammadiyah se-Sumatera Utara, Jumat-Ahad, 11-13 September 2026.
Menurutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap perkembangan seni pertunjukan di sejumlah kantong Muhammadiyah di Indonesia, mulai tumbuh berbagai aktivitas dan komunitas seni.
Daerah yang sebelumnya belum memiliki kelompok teater kini mulai mengembangkan seni pertunjukan. Begitu pula dengan kegiatan pameran dan komunitas seni yang semakin banyak bermunculan.
“Pelan-pelan, insyaallah Muhammadiyah mulai bergairah dalam berkebudayaan. Kemajuan tanpa kebudayaan adalah bar-bar,” ujar Kyai Cepu.
Ia menyebut perkembangan tersebut tidak terlepas dari peran para pegiat seni di lingkungan Muhammadiyah, termasuk komunitas-komunitas yang secara rutin mengembangkan karya seni.
Menurut Kyai Cepu, pengembangan seni dan budaya harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Karena itu, seni rupa dan sastra perlu diperkenalkan kepada peserta didik sejak usia dini.
Untuk siswa tingkat TK dan SD, pembelajaran sastra dapat dikembangkan melalui dongeng sebagai salah satu metode pembelajaran yang persuasif dan mudah diterima anak-anak.
Selain itu, peserta didik juga dapat diperkenalkan dengan pantun dan syair sebagai bagian dari pengenalan puisi lama. Sementara bagi siswa SMP dan SMA, pembelajaran dapat dikembangkan melalui penulisan cerita pendek dan berbagai bentuk karya sastra lainnya.
“Karya-karya mereka nantinya, insyaallah, dapat diterbitkan dalam bentuk antologi sastra. Ilustrasinya juga bisa didukung oleh karya seni rupa mereka sendiri,” ungkapnya.
Kyai Cepu mengatakan pengembangan karya sastra dan seni rupa tersebut menjadi bagian dari upaya LSB Muhammadiyah membangun ekosistem seni yang lebih produktif di lingkungan sekolah.

Siapkan Lebaran Seniman Muhammadiyah
Lebih lanjut, Kyai Cepu mengungkapkan LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah tengah menyiapkan agenda besar bertajuk Lebaran Seniman Muhammadiyah.
Agenda tersebut dirancang sebagai panggung apresiasi bagi para seniman Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, dalam agenda besar Muhammadiyah, termasuk Muktamar, seni dan kebudayaan harus mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat dan para penggembira.
“Kita ingin para penggembira yang datang merindukan sebuah peristiwa budaya. Karena itu, yang tampil nanti adalah para seniman. Saya menyebutnya Lebaran Seniman Muhammadiyah se-Indonesia,” katanya.
Direncanakan dalam kegiatan tersebut akan hadir seniman-seniman baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Ia menjelaskan, fokus pengembangan yang saat ini terus didorong adalah bidang sastra dan seni rupa. Kedua bidang tersebut diharapkan dapat berkembang secara bersamaan melalui keterlibatan guru dan peserta didik di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Seni Budaya di Sumatera Utara ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas seni di sekolah masing-masing.
Dengan tumbuhnya gerakan seni, sastra dan budaya di lingkungan pendidikan, Muhammadiyah diharapkan dapat terus menghadirkan kemajuan yang tidak hanya berkembang dalam bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga dalam ekspresi kebudayaan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara ini diikuti sekitar 60 peserta, mulai dari guru TK ABA, SD, SMP, hingga SMA/SMK Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Workshop selama tiga hari tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat peran guru seni budaya dalam melahirkan generasi pelajar Muhammadiyah yang kreatif, serta memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya. (AH/bess)









