Muhammadiyah Sumut Perkuat Militansi Kader Lewat Darul Arqam Tingkat Wilayah
Parapat, INFOMU.CO – Pelaksanaan Darul Arqam Madya Tingkat Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas kepemimpinan kader Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 9–12 Juli 2027, diikuti oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dari 27 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Dr. Zainuddin, S.H., M.H, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Sumatera Utara dengan antusias peserta yang sangat tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang hadir dengan penuh komitmen. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara,” ujar Zainuddin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PWM Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Darul Arqam ini. Menurutnya, semangat integritas dan kebersamaan menjadi modal penting dalam membawa Muhammadiyah semakin berkemajuan.
“Pesan kami kepada seluruh peserta, tetap semangat, jaga integritas, dan implementasikan seluruh ilmu yang diperoleh demi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA, menjelaskan bahwa Darul Arqam Madya merupakan bagian dari pengkaderan strategis untuk meningkatkan militansi kader Muhammadiyah.
Dengan mengusung tema “Kepemimpinan Strategis dan Transformatif untuk Mewujudkan Muhammadiyah yang Tangguh, Kolaboratif dan Berkemajuan”, pelatihan menghadirkan materi ideologi, kepemimpinan, isu kebangsaan, ekonomi, politik, hingga tantangan global yang dihadapi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah.
“Kami berharap kader Muhammadiyah di 27 kabupaten dan kota semakin kuat menggerakkan dakwah yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” katanya.
Ketua PWA Sumatera Utara, Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag, juga mengaku terkesan dengan suasana pelatihan yang penuh semangat dan kekeluargaan. Menurutnya, kolaborasi antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah selama kegiatan berlangsung menunjukkan kekompakan organisasi yang semakin solid.
Di sisi lain, salah seorang instruktur dari MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun empat kompetensi utama kader, yakni kompetensi keberagamaan, akademik-intelektual, sosial-kemanusiaan, serta organisasi dan kepemimpinan.
Metode pembelajaran yang digunakan mengedepankan experiental learning, seperti diskusi, simulasi, outbound, dan berbagai aktivitas kolaboratif sehingga peserta dapat belajar melalui pengalaman secara langsung.
Melalui Darul Arqam Madya ini, Muhammadiyah Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta siap membawa gerakan Muhammadiyah semakin maju dalam menjawab tantangan zaman. (syaifulhd/bess/AH)




