WARTAPTM.ID — Lanskap pendidikan tinggi Islam di Indonesia menunjukkan dinamika baru dalam mengejar rekognisi internasional. Berdasarkan hasil pemeringkatan QS World University Rankings: Asia 2026 (QS AUR 2026) yang mengukur lebih dari 1.500 institusi di Asia, jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) mendominasi daftar sepuluh besar kampus Islam terbaik di Indonesia, khususnya pada indikator krusial: Reputasi Akademik (Academic Reputation), pemeringkatan tersebut dirilis QS AUR 2026 pada yang dirilis 4 November 2025.
Dari sepuluh pemuncak klasemen kampus berbasis Islam di tanah air, enam posisi di antaranya ditempati oleh universitas di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Meski demikian, peta persaingan tetap menunjukkan resiliensi kampus Islam swasta non-Muhammadiyah serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memiliki keunggulan spesifik di ceruk global.
Indikator Academic Reputation dalam metodologi QS merupakan salah satu proksi paling objektif untuk mengukur persepsi komunitas akademik global terhadap mutu pengajaran dan riset suatu kampus. Pada indikator inilah pergeseran posisi yang menarik terjadi.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) secara mengejutkan memimpin di klaster kampus Islam nasional dengan skor reputasi akademik mencapai 66,2. Angka ini menempatkan kampus asal Medan tersebut di atas Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang mengantongi skor 55,4. Sebagai kampus Islam swasta tertua di Indonesia, UII selama ini dikenal memiliki akar rekognisi global yang matang dan status akreditasi Unggul yang konsisten.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berada pada posisi tiga besar dengan skor 40,4. Kekuatan UMY terletak pada keseimbangan antara reputasi akademik dan kekuatan jaringan riset internasional yang mereka bangun dalam satu dekade terakhir.
Berikut adalah 10 Perguruan Tinggi Islam Terbaik di Indonesia berdasarkan Skor Reputasi Akademik versi QS World University Rankings: Asia 2026 :
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) – 66,2
- Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta – 55,4
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – 40,4
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – 35,5
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – 29,3
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – 26,7
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta – 25,2
- Universitas Muhammadiyah Makassar – 13,4
- Universitas Islam Malang (Unisma) – 11,4
- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta – 11,3
Berdasaran pemeringkatan tersebut, terlihat dominasi kuantitas yang ditunjukkan oleh jaringan Kampus Muhammadiyah/PTMA dalam rilis QS AUR 2026. Jika dibedah secara objektif, metodologi regional Asia memang memberikan ruang bagi karakteristik kampus berkembang untuk tampil optimal melalui empat pilar utama.
Pertama pada aspek “Penelitian dan Penemuan (45%)”: Bobot terbesar ini tidak hanya menilai reputasi akademik, tetapi juga produktivitas (papers per faculty) dan dampak riset (citations per paper). Kampus seperti UMS dan UMY diuntungkan oleh regulasi internal mereka yang agresif menginsentifkan publikasi ilmiah internasional bagi para dosen.
Kedua, aspek “Keterlibatan Global (20%)”: Berbeda dengan skala dunia, tingkat Asia menghitung mobilitas jangka pendek melalui rasio Inbound dan Outbound Exchange. Jaringan kerja sama internasional yang masif di tingkat regional (khususnya ASEAN dan Asia Timur) menjadi pendongkrak nilai bagi kampus swasta.
Ketiga, aspek “Kemampuan Kerja (20%)”: Diukur dari Employer Reputation. Keterterimaan lulusan di dunia kerja menjadi poin penguat bagi universitas dengan basis jejaring alumni yang luas.
Keempat, aspek “Pengalaman Belajar (15%)”: Komponen ini melihat rasio dosen-mahasiswa serta persentase staf bergelar Doktor (PhD). Hal ini memotret investasi jangka panjang kampus dalam menyekolahkan dosen mereka ke jenjang s3.
The post 10 Kampus Islam Terbaik di Indonesia Versi QS AUR 2026 appeared first on Warta PTM.




