WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, Sabtu (16/5). Kunjungan yang berlangsung di Kantor Pusat Kampus 1 Umsida tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum penyampaian pesan strategis terkait penguatan budaya akademik di perguruan tinggi.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Menteri didampingi Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Syawitri. Kehadirannya disambut langsung oleh Rektor Umsida, Hidayatulloh, bersama jajaran pimpinan universitas, dekan, serta pengelola unit kerja di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Brian Yuliarto mengapresiasi perkembangan Umsida yang dinilai menunjukkan tren positif sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang terus bertumbuh.
Ia menekankan bahwa kampus unggul tidak hanya diukur dari capaian besar, tetapi juga dari perhatian terhadap detail dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Kampus yang maju itu salah satu cirinya perfect in detail. Hal-hal kecil pun diperhatikan dengan serius karena itu mencerminkan budaya mutu,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi bukan sekadar tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan pola pikir mahasiswa. Oleh karena itu, pelayanan akademik, kedisiplinan, budaya kerja, hingga lingkungan kampus yang tertata menjadi bagian penting dalam membangun mindset mahasiswa.
Brian turut membagikan pengalamannya saat menjadi profesor tamu di Jepang dan Korea Selatan. Ia menilai, kemajuan perguruan tinggi di negara tersebut tidak lepas dari budaya kerja yang disiplin, rapi, dan konsisten menjaga kualitas.
Ia mendorong agar kampus di Indonesia mulai membangun atmosfer akademik yang menumbuhkan growth mindset serta profesionalisme mahasiswa sejak dini.
Selain menyoroti mahasiswa, Menteri juga memberi perhatian khusus pada pengembangan karier dosen. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir secara sistematis dalam mendukung kenaikan jabatan akademik dosen.
“Jangan biarkan dosen berjuang sendiri untuk naik pangkat. Kampus harus memberikan pendampingan yang terstruktur,” tegasnya.
Ia bahkan menyampaikan bahwa setiap dosen idealnya dirancang untuk mencapai jenjang profesor. Dengan perencanaan karier yang matang, menurutnya, dalam kurun waktu sekitar 20 tahun seorang dosen berpotensi mencapai posisi tersebut.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya budaya riset dan publikasi ilmiah. Dosen didorong untuk aktif menulis, termasuk mengembangkan tugas akhir mahasiswa menjadi karya ilmiah bersama.
Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Brian mendorong Umsida untuk mengambil peran lebih luas dalam menghadirkan solusi konkret atas persoalan sosial. Salah satu yang disoroti adalah pengelolaan sampah berbasis kampus.
Ia berharap perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi pusat inovasi sekaligus edukasi lingkungan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Semakin besar tantangan dalam mendidik mahasiswa, semakin besar pula nilai pengabdian yang dihasilkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Umsida Hidayatulloh, memaparkan perkembangan institusi yang saat ini terus berupaya meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan global.
Ia menyebutkan bahwa Umsida kini membina lebih dari 11.500 mahasiswa yang tersebar di enam fakultas dan 37 program studi, serta telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT.
Dalam pemeringkatan nasional, Umsida juga mencatat capaian signifikan. Sejak 2025, Umsida masuk dalam klaster mandiri—kategori tertinggi dalam pemetaan perguruan tinggi oleh kementerian.
“Berdasarkan pemeringkatan penelitian, publikasi, dan inovasi, Umsida menempati posisi keenam dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen institusi dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia serta budaya akademik yang berkelanjutan.
Menutup pertemuan, ia menyampaikan bahwa kunjungan Mendiktisaintek menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika Umsida.
“Kunjungan ini memberikan semangat bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.
The post Mendiktisaintek Kunjungi Umsida, Tekankan Budaya Akademik dan Mutu Kampus appeared first on Warta PTM.




