PWMJATENG.COM, BATANG – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUDDASMEN) Pimpinan Daerah aisyiyah Kabupaten Batang terus mengukuhkan komitmennya. Pengurus baru saja menggelar rapat koordinasi (rakor) daerah pada Minggu (17/5/2026) di Rumah Makan Subah Asri. Agenda strategis ini mengusung tema besar mengenai penyelenggaraan lembaga pendidikan yang bermutu tinggi.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat tata kelola jaringan sekolah unggul di seluruh wilayah kabupaten batang. Selain membahas manajemen kelas, forum tersebut juga meresmikan program penulisan buku sejarah perjuangan organisasi. Panitia sengaja melibatkan tim jurnalis lokal agar proses dokumentasi dan publikasi berjalan lebih optimal.
Capaian Signifikan Jenjang Pendidikan Dasar
Ketua Majelis PAUDDASMEN PDA Batang, Sri Untari, S.Pd., memaparkan bahwa perkembangan amal usaha daerah mengalami kemajuan pesat. Salah satu indikator penting adalah keberhasilan kader dalam mendirikan Sekolah Dasar (SD) aisyiyah. Menurutnya, sekolah baru ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi persyarikatan.
Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh Pimpinan Cabang aisyiyah (PCA) untuk ikut bergerak aktif memberikan dukungan. Sekolah jaman sekarang harus mampu menghadirkan karakter Islami yang kuat sekaligus adaptif terhadap tantangan modern. Selain itu, beliau juga mengumumkan kemandirian Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Batang yang kini resmi menjadi organisasi profesi mandiri.
Larangan Guru Ikut Memikirkan Dana Operasional
Sementara itu, Ketua PDA kabupaten batang, Dyah Eniati, SE., MM., memberikan arahan yang sangat tegas kepada seluruh peserta. Beliau mengimbau agar sekolah tidak hanya mengejar kemegahan fisik bangunan semata. Kunci utama dari sekolah unggul terletak pada tata kelola keuangan yang sehat dan profesionalisme guru.
Bahkan, beliau melarang keras para pendidik ikut terbebani oleh urusan pencarian dana operasional sekolah. Tugas pokok seorang guru adalah mendidik, membimbing, dan mentransfer ilmu dengan tenang di dalam kelas. Melalui rakor ini, pengurus cabang sepakat untuk memikul tanggung jawab pendanaan bersama secara kolektif. Selanjutnya, Hj. Umalichah, S.Ag. turut memperkuat forum dengan memaparkan materi khusus mengenai fondasi tata kelola sekolah sehat.
Penyusunan Buku Historiografi Sekolah Batang
Agenda rakor kemudian berlanjut dengan pemaparan rencana penulisan buku sejarah oleh Yuli Qodriyawati, M.Pd.. Tim penulis akan memberi judul karya monumental ini “Historiografi Sekolah Aisyiyah di Kabupaten Batang”. Menurutnya, proyek historiografi ini memiliki nilai warisan yang sangat tinggi untuk generasi muda.
Sebab, catatan sejarah akan menjadi kompas berharga untuk memahami peta perjuangan dakwah dari masa ke masa. Tim penulis berjanji akan menyusun buku ini berdasarkan data valid dan wawancara dengan tokoh senior. Di akhir sesi, panitia juga menghadirkan tim Lazismu untuk menyosialisasikan program kurban digital kepada para jemaah.
Kontributor: Humas
Editor: ayma
The post Rancang Sekolah Unggul, PDA Garap Buku Historiografi Pendidikan Aisyiyah di Kabupaten Batang appeared first on Muhammadiyah Jateng.




