PWMJATENG.COM, Semarang — Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia akademiknya. Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., secara langsung mengukuhkan Prof. Dr. Dodi Mulyadi, S.Pd., M.Pd. sebagai Guru Besar, Kamis (7/5/2026). Melalui pengalungan samir dan penyerahan SK Guru Besar, Prof. Dodi pun sah menjabat posisi akademik tertinggi dalam bidang Technology-Enhanced Language Learning.
Prosesi pengukuhan yang khidmat ini menjadi langkah strategis Unimus dalam memperkuat daya saing institusi. Khususnya pada pengembangan riset dan peningkatan kualitas lulusan di era digital. Suasana khidmat menyelimuti lingkungan kampus Unimus sejak pagi hari. Acara tersebut turut disaksikan Ketua Senat Unimus, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, dan jajaran pimpinan universitas.
Capaian Membanggakan di Usia Muda
Dalam sambutannya, Rektor Masrukhi menegaskan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penguatan SDM dosen. Beliau menyebut pengukuhan Prof. Dodi menjadi momentum penting bagi perkembangan Unimus sebagai perguruan tinggi unggul berstandar internasional.
“Unimus yang kini berusia 27 tahun telah melahirkan delapan guru besar. Selain itu, Prof. Dodi yang saat ini berusia 38 tahun tercatat sebagai Guru Besar Termuda di Jawa Tengah. Capaian ini sangat membanggakan sekaligus menunjukkan keseriusan Unimus dalam membangun budaya akademik yang kuat,” ujar Masrukhi.
Pembelajaran Bahasa Berbasis Teknologi untuk Mahasiswa Berdaya Saing
Kepakaran Prof. Dodi dalam pembelajaran bahasa berbasis teknologi beliau jadikan kontribusi penting bagi dunia pendidikan. Terutama di tengah percepatan transformasi digital dalam proses pembelajaran. Prof. Dodi yang juga menjabat sebagai Dekan FIPH Unimus menyampaikan orasi ilmiah bertajuk pengembangan pembelajaran bahasa berbasis teknologi.
Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa teknologi seharusnya hadir secara alamiah dalam pengalaman belajar mahasiswa. “Teknologi yang baik adalah teknologi yang tidak terasa sebagai teknologi. Akan tetapi, teknologi itu melebur menjadi bagian alami dari proses belajar,” ungkapnya.
Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris modern harus mampu mendorong mahasiswa terlibat aktif. Melalui tugas-tugas kontekstual dan autentik, dengan memanfaatkan aplikasi berbasis Android, website, hingga learning management system (LMS), mahasiswa perlu lebih banyak praktik. “Kemampuan berbahasa akan bersifat pasif jika tanpa keterlibatan yang autentik,” katanya.
Apresiasi dari LLDIKTI VI Jawa Tengah
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, menyampaikan apresiasi atas capaian Unimus yang berhasil melahirkan guru besar muda. Berdasarkan data LLDIKTI VI, Prof. Dodi tercatat sebagai Guru Besar Termuda di Jawa Tengah.
“Ini merupakan capaian luar biasa yang sangat membanggakan. Kehadiran Prof. Dodi semakin memperkuat kapasitas akademik Unimus. Dengan demikian, kehadiran beliau diharapkan menjadi inspirasi lahirnya guru besar muda lainnya,” ujarnya.
Meskipun meraih capaian membanggakan, Prof. Palupi juga mengingatkan agar Unimus tidak cepat berpuas diri. Menurut beliau, status akreditasi Unggul harus menjadi pijakan institusi untuk terus berkembang. Perguruan tinggi harus memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan dunia pendidikan nasional.
Kontributor: Unimus
Editor: PWM Jateng
The post Teguhkan Komitmen Berkemajuan, Rektor Unimus Kukuhkan Prof. Dodi Sebagai Guru Besar Termuda di Jawa Tengah appeared first on Muhammadiyah Jateng.



