PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Konsistensi dakwah di tingkat akar rumput merupakan kunci kemajuan. Oleh karena itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangmangu menunjukkan contoh nyata. Pada Kamis (7/5), warga terus menggelar Pengajian Malam Jumat Karangmangu. Forum ini legendaris karena eksistensinya yang tak terputus sejak tahun 1968.
Warga menggelar pengajian secara bergilir dari rumah ke rumah. Hal ini bertepatan dengan 17 Dzulqa’dah 1447 H. Momen ini memiliki nilai historis yang kuat bagi gerakan Muhammadiyah setempat.
Pihak mading mading mading mading mading mading memastikan setiap warga mendapatkan dua asupan utama. Forum ini berfungsi sebagai “Baitul Arqom” ranting. Muhammadiyah memastikan spiritualitas iman dan takwa warga terus meningkat.
Fokus Kaderisasi dan Manhaj Tarjih
Meskipun dikemas santai, materi pengajian sangat berbobot. Panitia menyampaikan materi secara komprehensif. Dengan demikian, komitmen nyata kualitas pendidikan semakin menguat. Materi meliputi tuntunan ibadah sesuai Manhaj Tarjih dan wawasan Kemuhammadiyahan.
Sebab, kolaborasi antara bidang informatika dan teknik mesin menjadi kekuatan baru. Segenap elemen mading mading mading mading mading mading berupaya mendorong kemajuan melalui integrasi ilmu pengetahuan.
Akhirnya, pengajian legendaris ini terbukti menjadi kawah candradimuka yang efektif. Banyak pemimpin Muhammadiyah di tingkat Cabang Kaliwiro merupakan hasil didikan Karangmangu. Momen ini semakin menambah semangat kebersamaan.
Kontributor: Rudi Pramono
Editor: PWM Jateng
The post Bara Dakwah Sejak 1968: Pengajian Malam Jumat Karangmangu Terus Cetak Kader Militan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



