PWMJATENG.COM, KEEROM, PAPUA — Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Keerom mulai mematangkan persiapan peringatan Milad Aisyiyah ke-109. Melalui rapat internal strategis yang digelar pada Jumat (1/5/2026), organisasi perempuan Muhammadiyah ini berkomitmen untuk menjadikan momentum milad sebagai ajang memperkuat kontribusi sosial di tanah Papua.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PDA Kota Keerom, Hasmawati, membahas berbagai agenda yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bakti sosial hingga penguatan literasi keagamaan.
Misi Kemanusiaan untuk Masyarakat Asli Papua
Dalam arahannya, Hasmawati menegaskan bahwa Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial di wilayah perbatasan. Ia menekankan bahwa perayaan tahun ini harus memberikan dampak nyata, terutama bagi masyarakat asli Papua.
“Kita ingin menghadirkan perayaan yang memberi manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita masyarakat asli Papua. Peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat peran Aisyiyah sebagai pemberi solusi,” ujar Hasmawati.
Sinergi Program Bakti Sosial dan Pengajian
Sejumlah agenda prioritas telah disusun dalam rapat tersebut, di antaranya adalah aksi bakti sosial yang akan menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus di Keerom. Selain itu, pengajian rutin akan terus digalakkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman yang moderat.
Para pengurus PDA Keerom juga menyoroti pentingnya sinergi antarbidang agar teknis pelaksanaan di lapangan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Hasmawati menilai bahwa keberhasilan gerakan Aisyiyah di Papua sangat bergantung pada soliditas tim dan kemampuan organisasi dalam menjaga kepercayaan publik melalui aksi nyata.
Optimisme Gerakan Perempuan di Papua
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, PDA Kota Keerom optimistis peringatan Milad ke-109 ini akan berjalan sukses. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat arah gerakan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang mandiri, progresif, dan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ujung timur Indonesia.
“Aisyiyah harus terus hadir sebagai organisasi yang solutif. Keberhasilan kita adalah saat masyarakat merasakan kehadiran kita melalui pelayanan yang ikhlas,” pungkas Hasmawati.
Editor: Al-Afasy
The post Matangkan Milad ke-109, Aisyiyah Keerom Fokus pada Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua appeared first on Muhammadiyah Jateng.



