PWMJATENG.COM, JAKARTA — Eco Bhinneka Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai wadah pembelajaran kolaboratif bagi generasi muda lintas iman. Program ini dirancang untuk memperkuat peran pemuda dalam merespons krisis lingkungan sekaligus merawat kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Aula Asrama Mahasiswa FKIP UHAMKA, Jakarta Timur, ini diikuti oleh 29 kader muda pilihan dari berbagai daerah. Para peserta terdiri dari kader internal Muhammadiyah-’Aisyiyah serta anak muda lintas iman yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu ekologi dan inklusivitas.
Ruang Belajar Berbasis Pengalaman
Kepala Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah, Ahsan Jamet Hamidi, menjelaskan bahwa akademi ini menggunakan pendekatan partisipatif. Para peserta didorong untuk saling bertukar pengalaman lapangan yang telah mereka miliki sebelumnya.
“Peserta di sini bukan ‘gelas kosong’. Mereka membawa bekal pengalaman dari komunitas masing-masing. Fokus kita adalah membangun pemahaman bersama atas isu kompleks, mulai dari krisis iklim hingga dinamika kebebasan beragama. Lulusan akademi ini diharapkan menjadi motor penggerak harmoni dan kelestarian di daerahnya,” ujar Ahsan.
Ekologi dan Kebhinnekaan: Satu Tarikan Napas
Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan bahwa krisis lingkungan saat ini tidak lepas dari persoalan sistemik yang juga mengancam tatanan sosial. Menurutnya, perspektif kebhinnekaan harus diperluas untuk mencakup perlindungan terhadap sumber daya alam dan kelompok rentan.
“Kebhinnekaan bukan sekadar soal agama atau suku, tetapi bagaimana kita memuliakan kehidupan. Kita harus menghargai bumi seperti menghormati ibu kita sendiri—merawat, melindungi, dan memastikan keberlanjutannya,” tegas Hening. Ia menambahkan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan harus memberikan dampak nyata pada ekosistem sosial dan alam.
Dukungan Internasional dan Keterhubungan Global
Hadir dalam pembukaan, Senior Policy Advisor Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Edwin Arifin, menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam isu lingkungan. Ia memuji inisiatif lintas iman yang diusung Muhammadiyah sebagai kekuatan unik Indonesia di mata dunia.
“Tindakan kecil di satu tempat bisa berdampak besar di tempat lain. Masalah lingkungan adalah persoalan yang saling terhubung secara global. Pendekatan lintas iman dalam merawat alam menjadi instrumen penting dalam merespons krisis global saat ini,” kata Edwin. Ia berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan yang didapat untuk menciptakan perubahan berkelanjutan di daerah masing-masing.
Akademi Eco Bhinneka merupakan kristalisasi pengalaman empat tahun gerakan ini di Ternate, Pontianak, Solo, dan Banyuwangi. Melalui akademi ini, Eco Bhinneka bertransformasi dari gerakan berbasis wilayah menjadi gerakan berbasis individu yang siap menciptakan agen perubahan di seluruh penjuru nusantara.
Editor: Al-Afasy
The post Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka: Cetak Kader Muda Lintas Iman Perawat Bumi appeared first on Muhammadiyah Jateng.



