PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan penyusunan asesmen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terintegrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi guru Muhammadiyah di wilayah Colomadu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMS dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru.
Pelatihan yang digelar di Laboratorium Pendidikan Matematika UMS tersebut diikuti 20 guru dari tujuh SD/MI dan satu SMP Muhammadiyah di Colomadu. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kualitas penilaian pembelajaran di sekolah Muhammadiyah.
Ketua kegiatan, Adi Nurcahyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan kompetensi guru dalam menyusun asesmen menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran di kelas.
“Kompetensi guru dalam menyusun asesmen menjadi aspek krusial dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di kelas,” kata Adi saat ditemui pada Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan siswa secara lebih komprehensif. Hasil asesmen dapat menjadi dasar dalam memperbaiki strategi pembelajaran di sekolah.
Penguatan AIK dalam Asesmen Pembelajaran
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari UMS yang menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif. Pada sesi awal, Dr. Triono Ali Mustofa, M.Pd.I., memaparkan pentingnya integrasi nilai AIK dalam asesmen.
Menurutnya, penilaian yang baik tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga perlu mencerminkan nilai aqidah, ibadah, akhlak, dan kemuhammadiyahan melalui desain rubrik yang menyeluruh.
Selanjutnya, Dr. Muhammad Noor Kholid, M.Pd., menjelaskan konsep dasar asesmen pembelajaran yang menekankan prinsip validitas, objektivitas, keadilan, dan keberlanjutan dalam proses penilaian. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif untuk memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan.
Guru Didorong Menyusun Asesmen yang Relevan
Pada sesi berikutnya, Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd., mengupas Tes Kemampuan Akademik (TKA), mulai dari konsep dasar hingga penyusunan soal berbasis level kognitif siswa.
Dalam diskusi, para guru menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya menurunnya motivasi siswa dalam menghadapi TKA karena sebagian telah diterima di jenjang pendidikan berikutnya sebelum tes dilaksanakan.
Selain itu, lemahnya pemahaman konsep dasar siswa juga menjadi perhatian. Pasalnya, soal TKA menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi yang belum sepenuhnya dikuasai peserta didik.
Menanggapi hal tersebut, pelatihan yang digelar pada Kamis, 9 April 2026, diarahkan untuk membantu guru merancang asesmen yang lebih relevan dan terstruktur. Dengan demikian, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
Salah satu peserta, Sariyanti, mengaku pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam menyusun asesmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi pembelajaran di sekolah.
Melalui program berkelanjutan ini, UMS berharap guru-guru Muhammadiyah mampu mengembangkan praktik penilaian yang lebih berkualitas, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan sekolah.
Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy
The post UMS Perkuat Kompetensi Guru Muhammadiyah melalui Pelatihan Asesmen dan TKA Berbasis AIK appeared first on Muhammadiyah Jateng.



