PWMJATENG.COM, KUDUS — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona IV Jawa Tengah–DI Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) pada 9–10 April 2026 di Universitas Muhammadiyah Kudus.
Kegiatan ini dibuka dengan pengabdian masyarakat di Desa Rahtawu. Langkah tersebut menjadi simbol bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada agenda internal, tetapi juga berakar langsung pada realitas sosial masyarakat.
Pembukaan RAKERWIL di balai desa Rahtawu memperlihatkan komitmen mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata. Dalam kegiatan itu, peserta berinteraksi langsung dengan warga sebagai bentuk implementasi nilai kebermanfaatan dan kepedulian sosial.
RAKERWIL mengusung tema “Sinergi BEM PTMAI Zona IV dalam Membangun Gerakan Mahasiswa yang Progresif dan Solutif.” Tema ini menjadi pijakan untuk merumuskan arah gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
Pengabdian Masyarakat Jadi Simbol Keberpihakan
Presiden BEM PTMAI Zona IV Jateng–DIY, Yoga Dwi Yuwono, menegaskan pentingnya keberpihakan gerakan mahasiswa kepada rakyat melalui tindakan nyata.
“Pembukaan kegiatan ini yang diawali dengan pengabdian masyarakat adalah penegasan bahwa gerakan mahasiswa harus hadir dan dirasakan langsung oleh rakyat. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi aktor perubahan,” ujarnya.
Menurut Yoga, tantangan bangsa saat ini, seperti kemiskinan, ketimpangan pendidikan, dan krisis keadilan sosial, membutuhkan keterlibatan aktif mahasiswa melalui gerakan yang terorganisasi dan berdampak.
Ia menambahkan, gerakan progresif menuntut mahasiswa terus berinovasi dalam berpikir dan bertindak, serta berani menawarkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
RAKERWIL Susun Arah Gerakan Mahasiswa
Yoga juga menekankan bahwa gerakan solutif mengharuskan mahasiswa tidak berhenti pada kritik, tetapi menghadirkan jawaban nyata atas persoalan masyarakat.
“Gerakan progresif menuntut kita untuk terus berkembang dalam berpikir dan bertindak, sementara gerakan solutif mengharuskan kita menghadirkan jawaban nyata atas persoalan rakyat. Pengabdian masyarakat yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari komitmen itu,” tambahnya.
Selain sebagai forum pengabdian, RAKERWIL ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun program kerja strategis ke depan. Agenda tersebut mencakup penguatan advokasi dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang termarginalkan.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung, BEM PTMAI Zona IV Jateng–DIY diharapkan terus menghadirkan gerakan mahasiswa yang relevan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Editor: Al-Afasy
The post RAKERWIL BEM PTMAI Zona IV di Kudus Teguhkan Gerakan Progresif dan Solutif appeared first on Muhammadiyah Jateng.







