PWMJATENG.COM, Banjarnegara – Lazismu mendorong program qurban rendang sebagai inovasi untuk memperluas manfaat kurban, terutama bagi warga di daerah yang kesulitan menyimpan daging segar. Dalam kajian di Masjid Taqwa Batur, Banjarnegara, Sabtu (11/4/2026), Ikhwanushoffa menegaskan produk olahan kurban itu lebih tahan lama, mudah dibawa, dan siap saji.
Lazismu menghadirkan program qurban rendang sebagai jawaban atas persoalan klasik distribusi daging kurban yang kerap tidak tepat guna di masyarakat. Inovasi ini dinilai lebih tahan lama, mudah didistribusikan, dan lebih bermanfaat bagi penerima, terutama di wilayah dengan keterbatasan penyimpanan pangan.
Gagasan itu mengemuka dalam kajian yang diisi Ikhwanushoffa di Masjid Taqwa Batur, Banjarnegara. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lazismu Daerah Banjarnegara sebagai bagian dari penguatan dakwah filantropi dan syiar menjelang Iduladha.
Dalam forum itu, Ikhwanushoffa menilai ibadah kurban perlu diikuti dengan cara pandang yang lebih solutif. Karena itu, ia mengajak masyarakat mendukung program olahan kurban yang mampu menjangkau manfaat lebih panjang.
“Nah, ini mau momen qurban. Mari ikut Qurban Rendang Lazismu,” ujar Ikhwanushoffa.
Solusi atas Distribusi Daging Kurban
Ia menjelaskan, distribusi daging kurban di lapangan sering menghadapi kendala. Di satu sisi, ada desa yang jumlah hewan kurbannya sangat terbatas. Namun, di sisi lain, ada penerima manfaat yang kesulitan mengolah atau menyimpan daging segar.
Ikhwanushoffa lalu mencontohkan kondisi di sebuah desa yang hanya menerima dua ekor kambing. Menurut dia, daging kurban di lokasi seperti itu biasanya langsung dimasak dan habis dalam satu waktu, sehingga nilai manfaatnya cepat berakhir.
“Ada dua kisah, yang satu di salah satu desa hanya dua ekor kambing. Bagaimana caranya dua ekor itu bisa dinikmati masyarakat satu desa? Disembelih, dimasak bareng, dimakan bareng, setelah itu udah. Seolah tidak ada perayaan ibadah qurban,” ujar Ikhwanushoffa.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi penerima manfaat yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan memadai. Akibatnya, daging kurban segar tidak selalu bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Di suatu desa banyak yang qurban, tetapi ada satu rumah yang hanya dihuni kakek dan nenek saja, tidak punya kulkas. Apa daging qurban 2 kilogram itu sekali masak lalu dipanasi terus hingga berhari-hari sampai habis? Dan itu kisah nyata bapak-bapak/ibu-ibu,” ujar dia.
Qurban Rendang Dinilai Lebih Efektif
Karena itu, Lazismu mendorong inovasi qurban Lazismu melalui pengolahan daging menjadi rendang siap saji. Skema ini dinilai dapat memperpanjang daya simpan sekaligus mempermudah distribusi ke daerah yang membutuhkan.
Menurut Ikhwanushoffa, program itu tidak hanya praktis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat. Terlebih, produk olahan tersebut dapat dibawa ke berbagai lokasi tanpa kendala besar.
“Sekarang Lazismu ada qurban rendang. Ini inovatif, awet hingga dua tahun, mudah dibawa ke mana-mana, siap saji, dan ini murni produk Muhammadiyah,” ujar Ikhwanushoffa.
Dengan model itu, distribusi daging kurban tidak lagi berhenti pada pembagian daging segar. Sebaliknya, manfaat kurban dapat diperluas, baik dari sisi jangkauan wilayah maupun lama konsumsi oleh penerima.
Ikhwanushoffa pun mengajak warga Muhammadiyah untuk ikut menyukseskan program tersebut. Ia juga mendorong partisipasi publik yang lebih luas agar manfaat kurban olahan bisa dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Harusnya panjenengan sebagai warga Muhammadiyah ikut mensukseskan program ini. Lebih baik lagi panjenengan ajak tetangga, ajak sanak saudara, ajak teman untuk bisa ikut Qurban Rendang Lazismu,” ujar Ikhwanushoffa.
Pada akhirnya, program qurban rendang diposisikan bukan sekadar inovasi teknis, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat nilai kebermanfaatan kurban. Dengan begitu, semangat berbagi saat Iduladha tidak hanya terasa sesaat, tetapi juga berlanjut dalam bentuk pangan siap saji yang lebih tahan lama dan mudah diakses.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy
The post Ikhwanushoffa Soroti Masalah Distribusi Daging Kurban, Tawarkan Qurban Rendang Lazismu appeared first on Muhammadiyah Jateng.







