PWMJATENG.COM, JAKARTA — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah menggelar Sosialisasi Teknis Pendampingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (10/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari unsur Majelis Dikdasmen PWM, PDM, PCM, kepala sekolah atau madrasah, serta penanggung jawab OSN sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan delegasi terbaik sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam menghadapi OSN 2026, sekaligus meningkatkan mutu prestasi akademik siswa di bidang sains.
Muhammadiyah Perkuat Pembinaan OSN
Dalam sesi pembukaan, Ketua Satuan Tugas Sekolah Unggul MIPA Muhammadiyah (SU2M), Bambang, menegaskan pentingnya penguatan program Sekolah Unggul MIPA Muhammadiyah (SUM). Menurutnya, OSN merupakan ajang sains nasional bergengsi yang perlu dihadapi dengan pembinaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
“Sekolah/madrasah Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam mencetak siswa berprestasi di bidang sains. Namun, diperlukan pembinaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Bambang menambahkan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan OSN sebelumnya, siswa Muhammadiyah telah menunjukkan potensi yang baik. Namun, pembinaan yang lebih intensif dan terarah masih diperlukan agar prestasi mereka semakin meningkat.
Guru Jadi Kunci Pendampingan Siswa
Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA sekaligus unsur Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., menegaskan peran strategis guru dalam keberhasilan pendampingan OSN. Menurut dia, guru memiliki tanggung jawab penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang efektif di sekolah.
“Guru perlu melakukan pembinaan secara berkelanjutan, membentuk tim olimpiade sekolah, menjaring siswa berpotensi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk orang tua dan perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menyampaikan bahwa program pendampingan OSN menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah.
“Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu prestasi sekolah/madrasah Muhammadiyah. Kita memiliki ajang internal seperti OMBN dan Olympicad yang dapat menjadi jalur pembinaan menuju OSN,” ungkapnya.
Target Menuju Kompetisi Internasional
Didik juga menyampaikan bahwa Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Klinik Pendidikan MIPA dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, untuk memperkuat pembinaan olimpiade hingga tingkat internasional, termasuk menuju IMSO 2026.
Menurut dia, siswa berprestasi dari ajang Olympicad dan OMBN akan diseleksi lebih lanjut untuk mengikuti OSN, lalu dipersiapkan menuju kompetisi internasional.
“Kita menargetkan akan mendelegasikan 12 siswa terbaik ke ajang olimpiade internasional seperti IMSO dalam waktu dekat,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Satuan Tugas SU2M memaparkan alur teknis pendampingan OSN, mulai dari penjaringan siswa, pembinaan intensif, hingga strategi seleksi berjenjang menuju tingkat nasional dan internasional.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan antusias. Didik Suhardi mengapresiasi partisipasi sekitar 500 peserta dan berharap jumlah tersebut terus meningkat pada kegiatan berikutnya.
Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya membangun sistem pendampingan OSN yang terstruktur dan berkelanjutan untuk melahirkan generasi unggul di bidang sains yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy
The post Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Gelar Sosialisasi Pendampingan OSN 2026 appeared first on Muhammadiyah Jateng.







