Rektor UMSU Sampaikan Perkembangan Pembangun Venue Muktamar 49
INFOMU.CO | Langkat – Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani sampaikan perkembangan persiapan dan pembangunan venue Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Medan tahun 2027 mendatang. Rektor UMSU yang juga Ketua Panitia Penerima menyampaikan rasa syukurnya, pembangunan dua venue muktamar 49 berlangsung sesuai perencanaan, yakni 38 persen untuk venue Auditorium Berkemajuan dan 75 persen untuk venue Sport Hall Walidah.
Perkembangan pembangunan venue muktamar itu disampaikan Rektor UMSU pada Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara yang berlangsung di Pesantren Modern Muhammadiyah Kualamadu di Langkat 7-8 Maret 2026.
Pengajian yang diikuti 200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan Wilayah, ortom tingkat wilayah, pengurus majelis dan lembaga, unsur Pimpinan Daerah Muhammdiyah se-Sumatera Utara.


Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan semua jajaran Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah pada persiapan Muktamar 49 di Medan. Dukungan yang diberikan unsur Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah modal kebatinan yang menyemangati panitia untuk bekerja dengan baik.
Kata Agussani, kekuatan dan kerjasama itu yang menjadikan progres pembanguna venue muktamar berlangsung sesuai rencana. ” Banyak orang yang bertanya, kenapa pembangunan itu bisa demikian cepat,” kata Agussani, tentu saja karena dukungan semua warga persyarikatan.
Hadir pada pengajian itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah sebagai daerah penyangga, misalnya PDM Langkat, PDM Binjai, PDM Deli Serdang, PDM Serdang Bedagai, PDM Tebingtinggi dan PDM Pematang Siantar. Panitia Muktamar berharap semua potensi seperti kearifan lokal yang dimiliki dapat diangkat untuk menjadi bagian dari proses penerimaan penggembira Muktamar yang akan hadir dalam jumlah besar. ” Potensi atau ikon daerah penyangga itu dapat menjadi kontribusi dalam mengangkat nama Muhammadiyah Sumatera Utara,” jelas Agussani.

Selain itu, Ketua Panita Penerima Muktamar 49 itu berharap Pimpinan Daerah Muhammadiyah, khususnya kawasan penyangga dapat melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sebelumnya, dalam komunikasi panitia muktamar dengan banyak pihak telah “dijual” potensi yang dimiliki daerah, seperti potensi wisata dan amal, kesenian, kuliner khas daerah termasuk kerajinan yang dimiliki.
Dikatakan Agussani, pemerintah daerah di Sumatera Utara sudah menyadari bahwa Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah sebuah perhelatan besar, sehingga beberapa pemerintah daerah sudah menyampaikan dukungannya pada event Muktamar 49 itu.
Ketua Panitia Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah Prof. Dr. Agussani juga menjelaskan, selain dua venue Muktamar 49, saat ini sedang dibangun satu Masjid yang memiliki daya tampung 2000 jamaah. Masjid berlantai dua itu berbiaya sekitar Rp 17 Miliar dan Masjid itu diberi nama Masjid KHA Dahlan.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid KHA Dahlan itu dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Muhadjie Effendie dan Direksi Bank BSI. (Syaifulh/Bess/AH)





