Pemadaman Listrik pada Ramadan di Medan, Cederai Hati Masyarakat
INFOMU.CO | Medan – Terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Medan selama bulan Ramadan menimbulkan keluhan dan kekecewaan dari masyarakat. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Penegasan itu disampaikan Ketua LAKP, Padian Adi S. Siregar kepada jurnalis infomu terkait dengan pemadan listik yang dilakukan PT PLN di bulan Ramadan.
Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat melaporkan terjadinya pemadaman listrik pada waktu-waktu yang cukup krusial. Pemadaman kerap terjadi pada sore hari ketika masyarakat sedang mempersiapkan waktu berbuka puasa, serta pada malam hari saat umat Muslim melaksanakan ibadah salat tarawih. Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan kekecewaan, karena Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Bagi masyarakat, listrik bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital. Ketersediaan listrik mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas rumah tangga, kegiatan usaha kecil dan menengah, hingga operasional fasilitas umum. Pada bulan Ramadan, kebutuhan listrik bahkan cenderung meningkat karena berbagai kegiatan ibadah dan aktivitas sosial masyarakat berlangsung hingga malam hari.
Kata Padian, terjadinya pemadaman listrik pada waktu-waktu penting selama Ramadan dinilai mencederai perasaan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Ramadan seharusnya menjadi waktu bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Namun, pemadaman listrik yang berulang justru menghadirkan gangguan yang seharusnya dapat diantisipasi apabila kesiapan pasokan energi dan pengelolaan sistem kelistrikan dilakukan dengan baik.
Persoalan ini juga tidak dapat dilepaskan dari pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pasokan listrik, tetap terjaga dengan baik selama bulan Ramadan.
Pemadan listrik di bulan Ramadan, jelas Padian, menegaskan Pemerintah Kota Medan dinilai belum menunjukkan koordinasi yang optimal dalam memastikan kesiapan pasokan energi selama bulan Ramadan. Wali Kota dinilai tidak melakukan koordinasi yang baik dengan pihak penyedia layanan listrik maupun instansi terkait lainnya, sehingga persoalan kesiapan pasokan energi pada bulan Ramadan terkesan terabaikan.
Padahal, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan penyedia layanan listrik seperti PT PLN (Persero) sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan pada sistem distribusi energi. Tanpa adanya koordinasi yang kuat dan perencanaan yang matang, berbagai persoalan teknis yang sebenarnya dapat diantisipasi berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, transparansi informasi kepada masyarakat juga menjadi hal yang sangat penting, sebut Padian Adi S. Siregar. Untuk itu masyarakat berhak mengetahui penyebab terjadinya pemadaman listrik serta langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Informasi yang terbuka akan membantu mengurangi keresahan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Ke depan, diharapkan seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik serta memperkuat koordinasi dalam memastikan kesiapan pasokan energi, khususnya pada momentum penting seperti bulan Ramadan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta melaksanakan ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan tanpa gangguan yang berarti. (Syaifulh)




