PWMJATENG.COM, JAKARTA – Kunci membentuk karakter dan ketangguhan anak sebagai generasi masa depan terletak pada kesadaran pola pikir orang tua. Hal tersebut ditegaskan oleh Dien Nurmarina Malik Fadjar, jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Dosen UMJ, dalam webinar nasional bertajuk “Growth Mindset Parents: Jiwa Tangguh, Parenting dengan Growth Mindset dan Spiritualitas”, Jumat (6/3).
Dien menjelaskan bahwa keluarga adalah sekolah pertama, di mana orang tua—khususnya ibu—menjadi teladan utama. Namun, ia menekankan bahwa pengasuhan bukan sekadar metode mendidik anak, melainkan dimulai dari kemampuan orang tua mengelola pikiran dan perasaan sendiri.
“Pengasuhan dimulai dari kesadaran diri orang tua dalam berpikir positif, mengelola emosi, serta mendekatkan diri kepada Tuhan,” jelasnya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Educourse.id tersebut.
Dalam paparannya, Dien membedakan dua pola pikir utama: Fixed Mindset (keyakinan kemampuan tetap) dan Growth Mindset (keyakinan kemampuan dapat berkembang). Ia mendorong orang tua untuk menanamkan Growth Mindset agar anak tidak mudah menyerah.
Salah satu teknik sederhana yang dipaparkan adalah penggunaan kata “belum”.
“Ketika anak gagal, jangan katakan dia tidak bisa. Katakanlah, ‘Kamu belum bisa sekarang, tetapi kamu sedang belajar.’ Kalimat ini menanamkan pemahaman bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tutur Dien.
Selain pendekatan psikologis, Dien mengingatkan bahwa dalam Islam, anak adalah amanah Allah. Oleh karena itu, nilai syukur, sabar, dan ikhlas harus menjadi napas dalam pengasuhan. Ia juga merinci praktik pengasuhan sesuai tahap perkembangan:
- Masa Kehamilan: Menjaga pikiran positif dan kekuatan doa.
- Usia Balita: Mengapresiasi usaha dan proses belajar, bukan sekadar hasil.
- Usia Sekolah: Memposisikan kesalahan sebagai kesempatan belajar.
- Masa Remaja: Berperan sebagai pembimbing yang menguatkan mental saat menghadapi kegagalan.
Di akhir paparan, Dien mengajak orang tua untuk memandang pengasuhan sebagai proses belajar bersama. Perpaduan pola pikir berkembang dan nilai spiritual diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, optimistis, dan berakhlak mulia.
Kontributor: Hendra Apriyadi | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Dien Malik Fadjar: Growth Mindset dan Spiritualitas adalah Fondasi Anak Tangguh appeared first on Muhammadiyah Jateng.







