Muhammadiyah Gulirkan Hutan Wakaf, Lazismu Perkuat Dukungan Pendanaan
INFOMU.CO | Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai menggerakkan program Hutan Wakaf Muhammadiyah sebagai bagian dari agenda strategis persyarikatan. Program yang dipelopori Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah ini mendapat dukungan pendanaan dari Lazismu.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman, Ph.D., menyatakan seluruh program prioritas majelis, lembaga, dan biro harus diwujudkan dalam kerja konkret yang dirasakan masyarakat.
“Program prioritas hanya menjadi wacana. Semua harus diwujudkan melalui kerja riil untuk kepentingan umat. Dalam konteks ini, Lazismu perlu berperan aktif mendukung pelaksanaan program strategis tersebut,” ujar Hilman saat penyaluran bantuan Lazismu dalam Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah di Auditorium Universitas Muhammadiyah Tangerang, Selasa (25/2/2026).
Program Hutan Wakaf Muhammadiyah dirancang sebagai model perhutanan sosial berbasis wakaf produktif. Inisiatif ini menggabungkan pengelolaan hutan berkelanjutan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta nilai-nilai keislaman.
Wakil Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah, Fitrah Yunus, yang juga Koordinator Hutan Wakaf Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Lazismu terhadap program tersebut. “Kami mengapresiasi Lazismu yang konsisten mendukung program pemberdayaan umat,” kata Fitrah.
Menurut dia, Hutan Wakaf dikembangkan sebagai instrumen wakaf produktif yang memiliki dampak ekologis dan ekonomi. Skema ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus membuka ruang kemandirian ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga fokus program. Pertama, Hutan Wakaf Agroforestri yang mengintegrasikan konservasi hutan dengan pertanian produktif masyarakat. Kedua, Hutan Wakaf Pendidikan dan Riset yang disiapkan sebagai laboratorium lapangan untuk pengembangan ilmu lingkungan serta pendidikan kader. Ketiga, Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Kolaborasi LHKP dan Lazismu menjadi model pendanaan dan pengelolaan program yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah. Muhammadiyah menempatkan program ini sebagai bagian dari penguatan gerakan sosial-ekologis yang terstruktur dan berkelanjutan. (jakartamu)





