PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum transformasi diri dan penguatan ideologi, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung menggelar kajian intensif di Masjid Nur Hidayah, Purwokerto Selatan. Kajian ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana mencetak kader yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus produktivitas tinggi.
Hadir sebagai pembicara, H. Sujiman, M.A., membedah konsep puasa dalam perspektif tasawuf yang berkemajuan. Mengutip pemikiran monumental Imam Al-Ghazali, beliau menjelaskan tiga tingkatan kualitas puasa:
- Puasa Awam: Sebatas menahan lapar, dahaga, dan nafsu biologis secara fisik.
- Puasa Khusus: Mampu mengendalikan panca indra dan anggota tubuh dari perbuatan dosa serta hal sia-sia.
- Puasa Khawwasul Khawwas: Puncak kualitas puasa, di mana seseorang menjaga fisik, indra, sekaligus memelihara hati hanya untuk Allah SWT.
“Kader Muhammadiyah tidak boleh berhenti di derajat awam. Kita harus mengejar kualitas Khawwasul Khawwas. Jika hati sudah terpelihara, maka gerak dakwah kita di persyarikatan akan menjadi jauh lebih tulus, militan, dan produktif,” tegas H. Sujiman di hadapan jamaah.
H. Sujiman menambahkan bahwa puasa yang berkualitas akan berdampak langsung pada cara kader mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Menurutnya, puasa mengajarkan manajemen waktu dan disiplin tingkat tinggi.
“Jika kita mampu mencapai derajat puasa yang menjaga hati, maka setiap tindakan kita di Muhammadiyah akan selalu berorientasi pada kemaslahatan umat, bukan pada kepentingan pribadi atau ego,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus PRM, PRA, serta para pengelola AUM di wilayah Tanjung. Suasana masjid tampak hangat dengan antusiasme kader menyambut materi kajian Ramadhan 1447 H ini.
Melalui kajian ini, diharapkan lahir kader-kader baru yang tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga memiliki integritas hati yang siap memajukan persyarikatan demi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Kontributor: Agus Salim | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Kader Muhammadiyah Harus di Level Khawwasul Khawwas: Pesan Mendalam dari Masjid Nur Hidayah appeared first on Muhammadiyah Jateng.



