8.124 Warga Reok Mengungsi Usai Gempa M 7,7, Bantuan Belum Maksimal
INFOMU.CO, MANGGARAI — Sebanyak 8.124 warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores.
Ribuan warga tersebut tersebar di 20 titik pengungsian yang telah didata oleh Pemerintah Kecamatan Reok. Camat Reok Rita Udin mengatakan, pemerintah menetapkan Posko Barangkolong sebagai pusat pengungsian utama.
Posko tersebut berada di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Selain menjadi tempat pengungsian, lokasi itu juga dilengkapi layanan medis yang dipusatkan untuk menangani kebutuhan kesehatan para pengungsi.
Dilansir dari kompas.com, sebanyak 1.364 warga saat ini tercatat mengungsi di posko utama tersebut. Menurut Rita, lokasi Posko Barangkolong dipilih karena memiliki akses yang relatif mudah dari wilayah yang terdampak gempa.
“Posko utama diputuskan di lokasi ini karena akses dari radius terdampak mudah dijangkau,” ujar Rita, Senin (17/8/2026) malam.
Selain posko utama, sejumlah warga memilih mengungsi secara mandiri di berbagai lokasi. Namun, distribusi bantuan logistik ke sejumlah posko mandiri hingga kini belum berjalan optimal.
Di Kelurahan Wangkung, misalnya, terdapat 2.588 warga yang mengungsi. Sementara itu, sebanyak 1.049 warga lainnya berada di kawasan Golo Conggo dan Golo Sita. Ribuan pengungsi lainnya tersebar di sejumlah titik berbeda.
Rita mengatakan keterbatasan jumlah relawan dan kendala akses menjadi salah satu hambatan dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan ke seluruh lokasi pengungsian.
“Kita seperti terkesan hanya mengurus secara serius di posko utama. Masih banyak yang di luar ini yang belum terurus,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Reok masih berupaya melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan para pengungsi di seluruh titik dapat terpenuhi, terutama terkait logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sumber : kompas.com



