• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

    Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

    Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

    Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

    Ustaz Adi Hidayat Ungkap Penyakit Jiwa dan Jalan Kembali ke Fitrah

    UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

    UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

      Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

      Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

      Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

      Ustaz Adi Hidayat Ungkap Penyakit Jiwa dan Jalan Kembali ke Fitrah

      UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

      UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Пин Ап Казино – играть в онлайн Pin Up Casino – официальный сайт

        Oversigt over casinoer uden dansk spillelicens

        Ən Yaxşı Azərbaycan Kazinoları 2025 – Mobil Uyğun Oyun Saytları

        MexVIP casino online – guía completa para jugar en el casino online

        Bison kasyno – rejestracja i rozpoczęcie gry w kasynie online

        Гама казино онлайн – Gama Casino Online – обзор (2026)

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

          Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

          Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

          Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

          Ustaz Adi Hidayat Ungkap Penyakit Jiwa dan Jalan Kembali ke Fitrah

          UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

          UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

            Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

            Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

            Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

            Ustaz Adi Hidayat Ungkap Penyakit Jiwa dan Jalan Kembali ke Fitrah

            UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

            UMSU PTMA Pionir Implementasikan SatuMu di Kampus PTMA

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Пин Ап Казино – играть в онлайн Pin Up Casino – официальный сайт

              Oversigt over casinoer uden dansk spillelicens

              Ən Yaxşı Azərbaycan Kazinoları 2025 – Mobil Uyğun Oyun Saytları

              MexVIP casino online – guía completa para jugar en el casino online

              Bison kasyno – rejestracja i rozpoczęcie gry w kasynie online

              Гама казино онлайн – Gama Casino Online – обзор (2026)

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Makna Sejati Tajdid dan Usulan Gelar Pahlawan Soeharto

              admin by admin
              10/11/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Sikap sebagian elit Muhammadiyah yang mendukung pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional menimbulkan kegelisahan moral dan intelektual.

              Sebagai gerakan Islam modernis yang lahir dari semangat tajdid, Muhammadiyah semestinya menempatkan ingatan sejarah sebagai pijakan etis.

              WartaTerkait

              FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

              Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

              Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

              Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

              Namun, dukungan terhadap figur yang mewakili wajah otoritarianisme Orde Baru justru menunjukkan paradoks.

              Muhammadiyah yang dahulu menjadi kekuatan korektif terhadap negara kini terjebak dalam amnesia moral.

              Di tengah krisis keteladanan politik bangsa, Muhammadiyah seolah kehilangan daya kritis yang menjadi identitasnya.

              Pertanyaan yang muncul kemudian adalah “apakah semangat amar ma’ruf nahi munkar kini bergeser menjadi sikap akomodatif terhadap simbol kekuasaan lama?”

              Bayang Orde Baru dan netralitas yang terlupakan

              Hubungan Muhammadiyah dan Soeharto pada masa Orde Baru bersifat ambivalen.

              Di satu sisi, Soeharto memberi ruang bagi Muhammadiyah untuk tumbuh dalam bidang pendidikan dan sosial.

              Namun di sisi lain, negara berupaya menundukkan otonomi politik Islam melalui depolitisasi dan kooptasi birokrasi.

              Muhammadiyah memang tidak sekooptasi penuh seperti organisasi lain, tetapi sebagian elit-nya terlibat dalam lingkar kekuasaan melalui Golkar atau kedekatan personal dengan pemerintah.

              Pola hubungan itu menanamkan warisan pragmatisme yang sulit dihapus.

              Setelah reformasi, seharusnya muncul refleksi historis yang lebih jernih tentang bagaimana otoritarianisme telah mengekang ruang publik dan memarjinalkan peran umat dalam politik.

              Dukungan terhadap Soeharto sebagai pahlawan nasional memperlihatkan bahwa proses refleksi itu belum tuntas.

              Ia tampak sebagai rekonsiliasi tanpa ingatan, ketika masa lalu diterima tanpa kritik dan moralitas politik digantikan oleh romantisme stabilitas.

              Padahal, sejarah Orde Baru bukan hanya tentang pembangunan, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia (HAM), pembungkaman pers, dan pembekuan demokrasi.

              Sikap Muhammadiyah yang permisif terhadap Soeharto tampak bertentangan dengan watak tajdid yang selama ini menjadi jati dirinya.

              Distorsi amar ma’ruf nahi munkar

              Pasal 4 Anggaran Dasar Muhammadiyah menegaskan bahwa organisasi ini adalah Gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

              Rumusan itu bukan hanya pernyataan identitas, melainkan fondasi etis bagi posisi Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa.

              Amar ma’ruf nahi munkar berarti menegakkan kebaikan dan menolak keburukan, sedangkan tajdid adalah pembaharuan pemikiran dan praksis sosial agar selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

              Ketika Muhammadiyah mendukung pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional, fungsi nahi munkar menjadi kabur.

              Dukungan terhadap figur yang mewariskan praktik kekuasaan represif menimbulkan kesan bahwa dakwah kehilangan keberpihakan moral.

              Tindakan itu bukanlah tajdid, melainkan kemunduran etis yang menempatkan kekuasaan di atas kebenaran.

              Dalam logika politik Islam, amar ma’ruf nahi munkar tidak berhenti pada moralitas individual, tetapi juga menuntut keberanian sosial untuk mengoreksi penyimpangan kekuasaan.

              Dakwah seharusnya berfungsi sebagai mekanisme kritik sosial, bukan sebagai alat legitimasi terhadap penguasa.

              Bila amar ma’ruf hanya berarti menyanjung jasa masa lalu, sementara nahi munkar kehilangan keberanian untuk menegur kezaliman, maka dakwah kehilangan ruh profetiknya.

              Muhammadiyah yang lahir sebagai kekuatan pembaharuan kini berisiko terjebak dalam konservatisme moral yang lebih halus.

              Organisasi keagamaan bisa kehilangan wibawa moral ketika ia ingin dihormati oleh negara, tetapi enggan menegur negara saat menyimpang.

              Mencederai Khittah Denpasar

              Khittah Denpasar 2002 merupakan rumusan politik moral Muhammadiyah pasca-Reformasi.

              Dalam khittah itu, politik dipahami sebagai urusan keduniawian yang harus dimotivasi dan dibingkai oleh nilai-nilai agama serta moral utama.

              Muhammadiyah menegaskan perannya tidak sebagai kekuatan politik praktis, tetapi sebagai kekuatan sosial.

              Kekuatan yang berjuang melalui pembinaan masyarakat menuju terwujudnya masyarakat madani atau civil society Islam yang berkeadaban.

              Pada butir kelima dan keenam Khittah Denpasar menegaskan bahwa Muhammadiyah memainkan peranan politiknya melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan cara mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.

              Dalam khittah itu pula ditegaskan bahwa Muhammadiyah harus menjalankan fungsi kritik sesuai prinsip amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya sistem politik yang demokratis.

              Berdasarkan prinsip tersebut, Muhammadiyah seharusnya berperan sebagai kekuatan korektif terhadap kekuasaan, bukan sebagai alat legitimasi politik.

              Dukungan terhadap Soeharto bertentangan dengan semangat Khittah Denpasar.

              Alih-alih menjadi kekuatan moral yang menjaga jarak kritis dengan negara, Muhammadiyah justru mengaburkan batas antara penghormatan dan pembenaran.

              Ini bukan hanya soal politik, tetapi juga soal identitas.

              Sebab, dalam bingkai Khittah Denpasar, politik hanyalah sarana untuk mewujudkan nilai Ilahiah seperti keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan, bukan untuk meneguhkan romantisme kekuasaan masa lalu.

              Jika Muhammadiyah ingin tetap relevan dalam kehidupan bangsa, ia harus kembali pada watak aslinya sebagai gerakan tajdid yang memadukan iman dan keberanian moral.

              Kekuatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar hanya bermakna ketika digunakan untuk membela yang lemah dan menegur kekuasaan yang lalim.

              Keberanian moral inilah yang membedakan antara gerakan keagamaan yang hidup dengan yang hanya menjadi simbol.

              Kembali ke etos moral umat

              Krisis ingatan yang menimpa Muhammadiyah bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal orientasi moral.

              Ketika penghormatan terhadap Soeharto lebih menonjol daripada pembacaan kritis atas masa lalunya, Muhammadiyah kehilangan fungsi nahi munkar yang menjadi jantung dakwahnya.

              Sebuah gerakan Islam, Muhammadiyah tidak akan kehilangan martabat hanya karena menolak kultus kekuasaan. Sebaliknya, Muhammadiyah akan kehilangan marwah ketika memilih diam terhadap kezaliman yang pernah terjadi.

              Kembali pada Khittah Denpasar dan Pasal 4 Anggaran Dasar bukan, bukan bermaksud

              nostalgia ideologis, melainkan upaya mengembalikan Muhammadiyah pada posisi profetiknya.

              Gerakan ini perlu menegakkan keadilan, menolak penyimpangan, dan membangun masyarakat madani yang berkeadaban.

              Di tengah dunia yang semakin pragmatis, keberanian untuk menegur penguasa adalah bentuk dakwah yang paling jujur. Dari sanalah tajdid menemukan makna sejatinya.***

               

              Artikel Makna Sejati Tajdid dan Usulan Gelar Pahlawan Soeharto pertama kali tampil pada PWMU.CO.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Rumah Tahfizh Qur’an Muslimin Medan Gandeng LazisMu Salurkan Gerakan Santri Berbagi

              Next Post

              Mengasah Pemikiran Kritis dan Inovatif Melalui Kompetisi BICOM 2025

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

              28/07/2026
              BeritaMu

              Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

              28/07/2026
              BeritaMu

              Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

              28/07/2026
              Next Post

              Mengasah Pemikiran Kritis dan Inovatif Melalui Kompetisi BICOM 2025

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

                28/07/2026

                Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

                28/07/2026

                Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

                28/07/2026

                Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

                28/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,870)
                • Hukum Islam (1,575)
                • Kabar PTMA (4,011)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                FAI UMSU Lepas 126 Mahasiswa KKN Internasional ke Empat Negara

                28/07/2026

                Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

                28/07/2026

                Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

                28/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In