Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC) Malaysia menggelar Seminar Nasional, untuk membedah posisi strategis Indonesia dalam dinamika geopolitik global pasca bergabung secara resmi di BRICS. Kegiatan ini mengusung tema “Reposisi Geopolitik Indonesia di Tengah Dinamika BRICS: Peluang dan Tantangan bagi Kepentingan Nasional” dan dilaksanakan secara daring, pada Selasa (22/07/2025).
Baca juga : Dua Mahasiswa Ilmu Politik UMJ Raih Prestasi Penulisan Artikel Ilmiah AMEC
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Laboratory of Indonesian and Global Studies (LIGS) UMJ, Program Studi Ilmu Politik (ILPOL) UMJ, Program Studi Magister Ilmu Politik (MIPOL) UMJ, dan AMEC Malaysia.
Ketua Program Studi MIPOL UMJ, Dr. Usni, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum akademik, untuk membahas perubahan geopolitik global yang semakin dinamis. Ia juga menyoroti tantangan negara-negara baru di BRICS dalam menyaingi dominasi negara-negara mapan pasca Perang Dunia II.
“Bagaimana BRICS bisa menjadi alternatif yang dapat memengaruhi geopolitik dan pertumbuhan ekonomi, tentu menjadi bahan kajian menarik untuk kita diskusikan hari ini,” ungkapnya.
Ketua Departemen dan Dosen Tetap Departemen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dr. Arfin Sudirman S.IP.MIR, memaparkan bahwa BRICS merupakan forum negara berkembang yang awalnya beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Sejak 2023, BRICS memperluas keanggotaan dengan masuknya Arab Saudi, Iran, UEA, Mesir, Ethiopia, dan kini Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan berupa tekanan dari AS dan Uni Eropa, serta potensi dominasi China dan Rusia dalam BRICS.
“BRICS kini mewakili 46 persen populasi dunia dan menyumbang 44 persen PDB global. Bagi Indonesia, ini peluang untuk mendapatkan akses pendanaan dari New Development Bank (NDB), memperkuat diplomasi global, dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS,”ujarnya.
Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ, Sri Yunanto, Ph.D., menilai bahwa BRICS sebagai embrio dari upaya menciptakan keseimbangan kekuatan global (balance of power), dan memperkuat posisi Global South.
Direktur AMEC Malaysia, Dr. Muslim Imran mengapresiasi inisiatif UMJ dalam menghadirkan diskursus geopolitik ini. Ia menilai Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis, terutama sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
“Indonesia punya peluang besar di BRICS, terutama dalam pengembangan teknologi hijau dan kolaborasi global. Kredibilitas Indonesia sebagai negara Muslim terbesar juga menjadi kekuatan tersendiri di kancah global.” tutupnya.
Kolaborasi antara UMJ dan AMEC Malaysia ini menjadi ruang refleksi penting untuk memperkuat kajian akademik terkait reposisi geopolitik Indonesia di tengah tatanan global yang terus berubah.
Editor : Dian Fauzalia
Artikel Seminar Nasional UMJ-AMEC Bedah Dinamika BRICS dan Geopolitik Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.



