• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

    Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

    Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

    Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

    Jemaah Haji Menangis di Arafah, Penantian Belasan Tahun Berbuah Haru dan Syukur

    Rektor UMSU Serahkan Rp2,8 Miliar Insentif Publikasi Dosen

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

      Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

      Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

      Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

      Jemaah Haji Menangis di Arafah, Penantian Belasan Tahun Berbuah Haru dan Syukur

      Rektor UMSU Serahkan Rp2,8 Miliar Insentif Publikasi Dosen

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

          Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

          Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

          Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

          Jemaah Haji Menangis di Arafah, Penantian Belasan Tahun Berbuah Haru dan Syukur

          Rektor UMSU Serahkan Rp2,8 Miliar Insentif Publikasi Dosen

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

            Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

            Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

            Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

            Jemaah Haji Menangis di Arafah, Penantian Belasan Tahun Berbuah Haru dan Syukur

            Rektor UMSU Serahkan Rp2,8 Miliar Insentif Publikasi Dosen

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Sejarah Tahun Hijriah

              by
              19/07/2023
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Sejarah Tahun Hijriah

              WartaTerkait

              Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

              Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

              Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

              Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

              Oleh: Donny Syofyan

              Dari mana berasalnya Tahun Hijriah? Ia dimulai dari tahun 16 Hijriah. Waktu itu belum ada kalender Hijriah. Pada saat itu khalifah Umar bin Khattab harus menyelesaikan sengketa ada dua orang tentang sebuah kontrak. Dalam kontrak disebut bahwa utang dibayar bulan Sya`ban. Yang satu mengatakan ini dibayar Sya`ban tahun depan, sedangkan yang satu lagi menyebut ini seharusnya dibayar Sya`ban tahun lalu. Sengketa ini terjadi karena tidak adanya kalender. Umar lalu mengatakan bahwa kita perlu kalender, seperti yang dimiliki oleh masyarakat Persia dan Romawi. Ia sadar bahwa untuk masa-masa yang akan datang umat Islam perlu punya independensi dan realitas tersendiri yang tak bisa dihubungkan dengan peradaban lainnya.

              Tapi itu adalah keniscayaan dari peradaban besar mana pun. Umat butuh kalender sendiri. Tiga puluh tahun kemudian, Abdul Malik bin Marwan mengatakan umat butuh mata uang sendiri. Kita tak bisa bekerja dan hidup dengan mata uang Romawi dan Persia. Sehingga Abdul Malik memulai membuat mata uang Umayyah. Intinya adalah umat Islam butuh peradaban mereka sendiri. Karenanya, Umar bin Khattab sadar umat Islam perlu kalender sendiri. Lalu Umar mengumpulkan sahabat dan bertanya, “Apa yang harus kita lakukan? Apa yang dilakukan suku Quraisy sebelum datangnya kalender Hijriah? Bagaimana mereka menandai tahun?”

              Quraisy bukanlah sebuah komunitas global. Mereka hanyalah sebuah masyarakat persukuan yang kecil. Masyarakat Arab menandai tahun dengan sebuah peristiwa tertentu. Ketika ada kejadian besar, maka tahun itu mengikuti atau dinamai sesuai kejadian tersebut, misal tahun gajah (`âmul fîl) atau tahun perang Fijar (harbul fijâr). Kalau tak ada yang terjadi di tahun tertentu, maka disebut dua tahun sebelum harbul fijâr atau tiga tahun sebelum `âmul fîl. Begitulah kalender sebelum Islam.

              Kini Islam sudah menjadi sebuah peradaban. Umat butuh kalander sendiri. Ketika Umar dan para sahabat berkumpul di mesjid Nabi di Madinah, mereka sepakat umat butuh kalender sendiri dan independen yang terlepas dari kalender lainnya. Lalu persoalan berikutnya, “Kapan kita mulai?” Berbagai usul muncul. Satu sahabat mengatakan dimulai dengan masa kelahiran Rasulullah. Sahabat lain berujar diawali dengan bermulanya dakwah Islam saat perintah Iqra turun. Kemudian Ali bin Abi Thalib berpendapat, “Kita seharusnya memulai dengan peristiwa hijrah karena inilah momen ketika hak dan batil dipisahkan. Inilah ketika `izzah umat dimanifestasikan.”

              Umat menyahut, “Benar. Inilah masa kalender ini dimulai.” Hijrah memisahkan periode penindasan di Makkah dan kebangunan `izzah umat di Madinah. Sebuah pemisahan yang amat tegas. Di Makkah Muslim ditekan dan tak bisa go public, di Madinah kaum Muslimin menikmati kebebasan. Para sahabat akhirnya secara aklamasi sepakat dengan usulan Ali tersebut. Diskusi ini terjadi pada tahun ke-16 Hijriah dan awal kalender dimulai pada tahun ke-17 Hijriah. Artinya, tidak ada kalender selama 16 tahun seusai berlangsung peristiwa hijrah.

              Satu keputusan sudah disepakati, yakni tahun dimulainya hijrah. Lalu bulan apa sebagai awal tahun Hijriah? Pada masyarakat Arab pra-Islam, tak ada sistem bulan awal dalam setahun. Yang terjadi gerakan 12 bulan secara terus menerus. Pada masa itu ada kebiasaan masyarakat Arab yang menukar-nukar bulan. Ketika mereka tak suka dengan Dzulhijjah pada suatu masa, sebagai contoh, mereka menggantinya dengan Shafar. Begitu juga pada bulan-bulan lainnya. Al Qur’an melarang kebiasaan ini. Setahun memang dua belas bulan tapi tak ada bulan pertama.

              Ketika kalender disepakati, maka harus ada bulan pertama. Dalam diskusi tersebut, kandidat paling kuat sebagai bulan pertama adalah Ramadhan. Bahkan ada juga yang mengusulkan Rajab dan Rabiul Awal. Imam Malik bahkan berpendapat seharusnya bulan awal adalah Rabiul Awal. Bukan karena ini adalah bulan lahirnya Rasulullah tapi karena Rabiul Awal adalah bulannya peristiwa hijrah. Jadi miskonsepsi umum di kalangan Muslim bahwa hijrah terjadi di bulan Muharram. Ini adalah asumsi keliru. Buku-buku Ibn Hisyam, Ibn Ishaq atau Al-Waqili juga secara eksplisit memberikan testimoni bahwa hijrah berlangsung di bulan Rabiul Awal. Lagi-lagi pilihan tak jatuh kepada Rabiul Awal.

              Lalu mengapa akhirnya Muharram ditetapkan sebagai awal tahun kalender hijriah? Umar berkata, usulan yang sama juga disampaikan Utsman yang akhirnya disetujui oleh semua sahabat, sebelum Muharram orang-orang Madinah menunaikan ibadah haji ke Mekah, yakni bulan Dzulhijjah. Dalam waktu dua minggu seusai haji mereka sudah pulang ke Madinah. Selang beberapa hari Muharram menjelang. Pasca haji seorang Muslim punya kesempatan untuk menjadi lebih baik, menghapus dosa dan memulai tahun dengan jiwa dan semangat baru. Sebab haji pada hakikatnya adalah kelahiran kembali (rebirth). Orang yang menunaikan ibadah haji adalah manusia baru yang terlahir kembali yang siap menghadapi tahun baru. Itulah kenapa Muharram (yang muncul setelah bulan haji) dipilih sebagai bulan awal kalender.

              Al-Suhayli (1114 – 1185), salah seorang komentator terbaik sirah Ibn Hisyam, menyebut bahwa ia memiliki bukti dalam Al Qur’an bahwa keputusan Umar ini tepat, bahwa hijrah adalah awal dari kalender Islam. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 108,

              لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ

              (Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya). Latar ayat ini bahwa mesjid pertama yang dibangun setelah hijrah adalah mesjid Qubâ’. Lalu ada ketegangan antara mesjid Dhirar yang diinginkan kaum munafik dan mesjid Qubâ’. Allah lalu memilih mesjid Qubâ’ dan menegaskan bahwa mesjid yang harus digunakan oleh kaum Muslimin adalah mesjid yang pertama kali mereka bangun setelah hijrah. Pada ayat ini, Suhayli membangun argumentasi bahwa ungkapan مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ (sejak hari pertama) ini adalah sinyal diawalinya kalender hijrah.

              Isu lain yang tak krusialnya berbicara peringatan Tahun Baru Hijriah adalah bagaimana hukum merayakan, menyampaikan ucapan selamat atau berdoa menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah? Apakah ini sesuatu yang dianggap bid`ah atau diperbolehkan? Kalender Hijriah bukan dari sunnah. Jawabannya tergantung kepada bagaimana Anda mendefinisikan bid`ah. Sekelompok minoritas ulama yang selalu tiap tahun menganggap ini bid`ah; tak boleh menyebut ini hari pertama Muharram, tak boleh berdoa hari pertama bulan Muharram, tak boleh menyampaikan ucapan selama kepada sesama Muslim dalam rangka Muharram; jangan lakukan ini sebab bid`ah.

              Kita hargai pendapat ini. Tapi tentu ada pendapat alternatif. Imam Suyuti (1445–1505) saat ditanya apakah kita harus menyampaikan ucapan selamat setiap awal tahun baru, seperti kita berdoa setiap awal tahun baru? Ia menjawab, “Memberikan ucapan selamat dan berdoa pada setiap awal tahun bukanlah sunnah dan juga bukan bid`ah, dan bukan bagian dari dîn atau ibadah. Ini adalah pendapat yang benar. Kenapa? Sebab ini tidak bisa menjadi sunnah sebab tak ada kalender hijriah di zaman Rasul, tapi ia juga bukan bid`ah. Sebab bid`ah adalah mengintrodusir sesuatu ritual yang kita harapkan menjadi bagian dari dîn atau ibadah dan Allah membalas atas apa yang kita dilakukan.

              Apakah mendoakan seseorang dalam peristiwa apa pun termasuk bersifat ritual atau sesuatu yang generik? Teman Anda dapat pekerjaan, lalu kita ucapkan, “Semoga Allah memberkahimu dengan pekerjaan ini.” Seseorang dapat rumah baru, lalu Anda mengatakan, “Mudah-mudahan Allah menurunkan berkah-Nya kepadamu di rumah ini.” Apakah kita perlu bukti atau dalil untuk berdoa secara umum? Tidak. Tak ada yang salah membuat doa secara umum. Dengan demikian berdoa untuk pelbagai kebutuhan; lulus ujian, momong cucu, punya rumah baru, selesai kuliah, atau lulus ASN bukanlah sesuatu yang menyimpang.

              Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              MDMC Sumbar Dirikan Posko Koordinasi Bencana di Tanjung Raya

              Next Post

              Bermuhammadiyah: Berkarakter ‘Ibad ar-Rahman

              InfoLain

              BeritaMu

              Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

              26/05/2026
              BeritaMu

              Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

              26/05/2026
              BeritaMu

              Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

              26/05/2026
              Next Post

              Bermuhammadiyah: Berkarakter ‘Ibad ar-Rahman

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

                26/05/2026

                Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

                26/05/2026

                Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

                26/05/2026

                Kandas 2 – 0 dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Obati Luka dengan Soto Lamongan

                26/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,220)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,741)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pemuda, Kritik, dan Martabat Demokrasi

                26/05/2026

                Kaderisasi dalam Perspektif Ideologi Muhammadiyah Menjaga Ruh Persyarikatan di Tengah Perubahan Zaman

                26/05/2026

                Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim: Dari Sejarah Menuju Kebangkitan Umat

                26/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In