MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah ‘Aisyiyah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/9). Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir serta Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif juga mengikuti pertemuan tersebut.
Pada pertemuan tersebut, Sofyan Anif mengatakan, Presiden Joko Widodo menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48.
“Beliau mendukung penuh pelaksanaan muktamar dan akan mensupport dengan berbagai dukungan, salah satunya di sambutan itu, tapi terus kemudian kita tindak lanjuti dengan Menteri BUMN, Pak Erick Thohir,” kata Sofyan Anif dalam rilis yang diterima redaksi Muhammadiyah.or.id, Selasa (20/9).
Selain itu, Presiden juga berpesan agar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 mampu menumbuhkan perekonomian. “Memanfaatkan momentum muktamar dengan 3 juta penggembira untuk menumbuhkan perekonomian. Ini seperti yang sering saya sampaikan kepada banyak pihak, dengan Mas Gibran sama juga. Pemikiran Pak Presiden juga seperti itu,” kata Rektor UMS.
“Karena ternyata kita tidak bisa fokus berpikir Solo saja, karena orang penggembira datang dari Aceh sampai Papua itu artinya perputaran ekonomi juga berjalan di seluruh wilayah belum lagi mobilitas 3 juta orang itu berpengaruh terhadap transportasi dan akomodasi,” lanjut Rektor.
Presiden RI berkomitmen untuk menghadiri Muktamar 48, menurutnya kegiatan semacam muktamar ini penting untuk membangkitkan kembali roda ekonomi masyarakat yang sempat terganggu dengan adanya pandemi covid-19.
Lebih Lanjut Anif menyampaikan terkait tindak lanjut dengan Menteri BUMN, pihak Panitia Muktamar meminta sejumlah dukungan bantuan kepada Pemerintah Pusat. Salah satunya permintaan penambahan jumlah penerbangan selama Muktamar termasuk juga diskon tiket naik pesawat terbang. “Kemudian juga penambahan kapal,” tuturnya.
Selain itu, permintaan dukungan lainnya adalah pertama, penambahan jaringan telekomunikasi yang ada di Solo supaya pada saat muktamar itu tidak ada gangguan jaringan internet. Kedua adalah jaringan kereta api, listrik dari PLN, serta pasokan BBM.
“Penambahan suplai BBM juga termasuk Jawa Tengah tidak hanya Solo. Kalau ada penambahan penerbangan butuh BBM semua,” katanya.
Sofyan Anif juga menegaskan pekan ini Menteri BUMN akan melakukan tindak lanjut dengan mengumpulkan direktur-direktur BUMN untuk membahas kebutuhan yang diperlukan panitia muktamar.
“Sehingga antara Pak Presiden dengan Pak Menteri BUMN sudah klop,” kata Sofyan Anif. (Miftah/Syifa)
The post Presiden RI Perintahkan Menteri BUMN untuk Turut Serta Dukung Pelaksanaan Muktamar 48 appeared first on Muhammadiyah.



