Tiga Jangkar Pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Utara: UMMAS dan Perahu Masa Depan Anak Bangsa
Oleh: Jufri
Ada banyak cara sebuah perguruan tinggi memandang masa depan. Ada yang melihatnya dari gedung yang semakin megah, jumlah mahasiswa yang terus bertambah, atau semakin banyaknya program studi. Tetapi bagi saya, ukuran paling penting dari sebuah perguruan tinggi adalah sejauh mana ia mampu menyiapkan manusia untuk menghadapi masa depan.
Dalam perspektif itulah saya melihat perkembangan Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS) Sumatera Utara. Perguruan tinggi Muhammadiyah yang berada di Pantai Timur Sumatera ini sedang berada dalam sebuah fase penting: terus berbenah, berkembang, dan berusaha meningkatkan kualitas menuju universitas yang unggul dan memiliki daya saing tinggi.
Di bawah kepemimpinan Rektor muda Prianda Pebri , ada energi baru yang diharapkan mampu membawa UMMAS bergerak lebih dinamis. Kepemimpinan muda tentu bukan sekadar soal usia, tetapi tentang keberanian membaca perubahan, kemampuan membangun kolaborasi, serta kesediaan membawa lembaga pendidikan keluar dari zona nyaman.
Sebab dunia pendidikan tinggi hari ini bergerak sangat cepat. Perubahan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, hingga tuntutan kompetensi baru mengharuskan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk belajar, beradaptasi dan berkompetisi.
Karena itu, pilihan program studi yang dikembangkan UMMAS menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan.
Untuk tahun akademik 2026/2027, UMMAS membuka sejumlah Program Studi Strata 1, yaitu Akuntansi, Manajemen, Ilmu Hukum, Informatika, Sistem Informasi, Agroteknologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Masing-masing memiliki orientasi dan peluang yang berbeda.
Akuntansi menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan di bidang keuangan, akuntansi publik dan manajemen pajak. Manajemen diarahkan untuk membangun kompetensi di bidang marketing management, entrepreneurship dan analisis manajemen. Sementara Ilmu Hukum membuka jalan bagi generasi yang ingin berkembang sebagai pengacara, notaris, konsultan hukum, jaksa maupun legal officer.
Di tengah transformasi digital, Informatika dan Sistem Informasi juga menjadi pilihan strategis. Dunia hari ini membutuhkan bukan hanya orang yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga manusia yang mampu memahami, mengembangkan dan mengelola teknologi.
Sementara itu, Agroteknologi memiliki relevansi yang kuat dengan karakter wilayah Sumatera Utara. Pertanian bukan sektor masa lalu. Dengan teknologi dan inovasi yang tepat, pertanian justru dapat menjadi bagian penting dari masa depan ekonomi Indonesia.
Begitu pula PGSD. Pendidikan dasar adalah fondasi bangsa. Guru sekolah dasar bukan sekadar mengajarkan membaca, menulis dan berhitung, tetapi ikut membentuk karakter generasi sejak usia paling awal.
Menariknya lagi, UMMAS juga memberikan sejumlah peluang beasiswa, antara lain Beasiswa Prestasi, Beasiswa Hafal 10 Juz Al-Qur’an, Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pemkab, dan Beasiswa Lazismu. Kehadiran berbagai skema tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus terus diperluas agar persoalan ekonomi tidak menjadi tembok yang menghalangi anak-anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan.
Di sinilah pendidikan menemukan maknanya yang lebih dalam.
Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan ekonomi. Perguruan tinggi juga harus menjadi jembatan bagi mereka yang memiliki potensi tetapi membutuhkan kesempatan.
Dan Muhammadiyah sejak awal memiliki tradisi panjang dalam membangun jembatan tersebut.
UMMAS Tidak Berlayar Sendirian
UMMAS tentu tidak mungkin tumbuh sendirian. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara civitas akademika, Pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Asahan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, serta dukungan dan perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Yang menarik, dalam perjalanan pengembangannya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) juga terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada UMAS, baik melalui pengalaman, berbagi pengetahuan, maupun berbagai bentuk kerja sama.
Bagi saya, ini adalah sesuatu yang penting.
Perguruan tinggi Muhammadiyah tidak semestinya tumbuh sendiri-sendiri dan berjalan dalam ruang yang terpisah. Ketika satu perguruan tinggi memiliki pengalaman dan sumber daya yang lebih kuat, pengalaman tersebut dapat menjadi energi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya untuk berkembang.
UMSU yang telah lebih dahulu mengalami perjalanan panjang dalam membangun tata kelola, akademik, sumber daya manusia, jejaring dan berbagai amal usaha pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pendampingan tersebut.
Dengan demikian, kemajuan UMMAS bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi warga Muhammadiyah Asahan, tetapi juga menjadi kebahagiaan bagi Muhammadiyah Sumatera Utara secara keseluruhan.
Sebab ketika satu kampus Muhammadiyah tumbuh, sesungguhnya yang tumbuh bukan hanya sebuah institusi, tetapi juga ekosistem pendidikan Muhammadiyah.
Tiga Jangkar Pendidikan Muhammadiyah
Jika ke depan UMMAS terus berkembang dan semakin kuat, saya membayangkan ada tiga jangkar utama perguruan tinggi Muhammadiyah di Sumatera Utara yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Pertama, UMSU di Medan, yang selama ini menjadi salah satu pusat gravitasi utama pendidikan tinggi Muhammadiyah di Sumatera Utara. Dengan pengalaman, sumber daya manusia, jejaring akademik dan kapasitas kelembagaan yang dimiliki, UMSU memiliki posisi strategis sebagai salah satu penggerak utama pendidikan tinggi Muhammadiyah di wilayah ini.
Kedua, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) yang berada di kawasan tengah Sumatera Utara. Kehadirannya menjadi kekuatan penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi Muhammadiyah ke wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya.
Ketiga, UMMAS di Asahan, yang secara geografis berada di antara keduanya sekaligus memiliki posisi strategis di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara.
Jika ketiganya terus berkembang dengan karakter dan keunggulan masing-masing, kita tidak sedang berbicara tentang tiga kampus semata. Kita sedang melihat terbentuknya jaringan kekuatan pendidikan Muhammadiyah yang saling melengkapi.
UMSU dengan kekuatan metropolitan Medan dan jejaringnya. UMTS dengan posisi strategis di kawasan tengah dan selatan Sumatera Utara. Sementara UMMAS memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan pendidikan Muhammadiyah di kawasan Pantai Timur.
Tiga titik ini dapat menjadi semacam jangkar yang menahan dan sekaligus mengarahkan perahu besar pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Tentu saja, jangkar bukan untuk membuat perahu berhenti. Jangkar justru memastikan perahu memiliki pijakan yang kuat ketika menghadapi gelombang.
Dan gelombang masa depan pendidikan tentu tidak kecil.
Menatap Indonesia Emas 2045
Apalagi Indonesia sedang menatap Indonesia Emas 2045. Dua dekade ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berpendidikan, berkarakter, menguasai teknologi, memiliki kreativitas, mampu berwirausaha, sekaligus memiliki kepedulian sosial.
Maka perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis. Kampus bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi ikut menentukan manusia seperti apa yang akan mengisi Indonesia pada 2045.
UMMAS tentu ingin menjadi bagian dari perjalanan panjang itu.
Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Pantai Timur Sumatera, UMMAS memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat Asahan dan sekitarnya, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia Sumatera Utara dan Indonesia.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah universitas bukan hanya seberapa banyak mahasiswa yang masuk, tetapi seberapa banyak kehidupan yang berubah karena pendidikan yang diberikan.
Anak desa yang kemudian menjadi guru. Anak keluarga sederhana yang menjadi sarjana. Lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Sarjana hukum yang memperjuangkan keadilan. Ahli teknologi yang menciptakan inovasi. Anak muda pertanian yang mengembangkan sektor pangan. Dan generasi yang tetap membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan profesionalnya.
Jika itu yang terus diperjuangkan, maka UMMAS bukan sekadar sebuah kampus.
UMMAS adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah menyiapkan masa depan.
Dan perahu itu sedang berlayar.
Semoga tiga jangkar pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Utara itu semakin kuat. Bukan untuk bersaing dalam arti saling mengalahkan, tetapi saling menguatkan, saling melengkapi dan saling memberikan manfaat.
Karena sebenarnya, yang harus menjadi pemenang bukanlah kampusnya semata, tetapi anak bangsa yang memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
UMMAS: dari Pantai Timur Sumatera, membersamai anak bangsa menuju masa depan dan Indonesia Emas 2045.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni



