Ranting Sumber Mufakat, Tanah Karo dan Muktamar ke-49: Menumbuhkan Akar, Mencerahkan Semesta
Oleh: Jufri
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Ada perasaan bahagia sekaligus terharu menyaksikan salah satu daerah perjuangan dakwah Islam Berkemajuan, Tanah Karo, kembali menambah wilayah dakwah dengan lahirnya sebuah ranting baru. Untuk daerah seperti Kabupaten Karo, berdirinya sebuah ranting bukanlah sesuatu yang sederhana. Ia merupakan sebuah prestasi sekaligus tanggung jawab yang luar biasa.
Tanah Karo dikenal sebagai daerah yang ramah, dengan karakter masyarakat dan budaya yang khas. Di tengah jumlah umat Islam dan warga Muhammadiyah yang relatif masih kecil, tetapi terus berkembang, kehadiran sebuah ranting tentu menjadi sesuatu yang sangat menggembirakan. Ia menjadi ruang untuk membina dakwah dan jamaah, sekaligus menumbuhkan jamaah dakwah yang berkemajuan.
Jumat, 28 Agustus 2026, kabar baik itu datang dari Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karo mengapresiasi suksesnya penyerahan Surat Keputusan pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumber Mufakat.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua PDM Karo, Drs. Ahmad Jhon Sikumbang, M.H., didampingi Sekretaris PDM Karo, Marel, S.Ag., M.Pd., serta Ketua PCM Kabanjahe, Syafiza Koto. SK tersebut diterima oleh Ketua PRM Sumber Mufakat, Efendy Sinuraya.
Bagi sebagian orang, mungkin penyerahan SK adalah kegiatan administratif biasa. Tetapi bagi sebuah gerakan dakwah, lahirnya sebuah ranting mempunyai arti yang lebih dalam.
Ranting adalah akar.
Ia mungkin kecil dalam struktur, tetapi dari sanalah Muhammadiyah bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di ranting, dakwah tidak berhenti pada kata-kata. Ia dihidupkan melalui pengajian, pembinaan keluarga, pendidikan, kepedulian sosial, silaturahmi, dan berbagai amal nyata.
Karena itu, lahirnya PRM Sumber Mufakat bukan sekadar bertambahnya struktur organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Karo. Ia adalah bertambahnya ruang pengabdian dan kesempatan untuk berbuat lebih banyak bagi umat.
Dakwah di Tanah Karo
Tanah Karo memiliki suasana sosial yang khas. Masyarakatnya hidup dalam keberagaman budaya dan latar belakang. Dalam suasana seperti ini, dakwah membutuhkan keteladanan, kesabaran, keramahan, dan kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Islam Berkemajuan tidak harus hadir dengan suara yang keras. Ia dapat tumbuh melalui akhlak, pendidikan, dialog, pelayanan, dan amal nyata.
Muhammadiyah tidak harus menjadi yang paling banyak untuk memberikan manfaat.
Tidak harus menjadi yang paling ramai untuk menjadi berarti.
Yang penting adalah bagaimana kehadirannya dirasakan oleh masyarakat.
Karena itu, PRM Sumber Mufakat memiliki amanah yang tidak ringan. Ranting ini diharapkan menjadi tempat umat bertumbuh, kader belajar, silaturahmi terjaga, dan dakwah berkembang secara perlahan tetapi pasti.
Ranting dan Muktamar
Kelahiran ranting baru ini terasa semakin istimewa karena Muhammadiyah Sumatera Utara sedang bersiap menyambut Muktamar ke-49.
Namun Muktamar hanyalah salah satu momentum dalam perjalanan panjang Muhammadiyah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat bermuhammadiyah terus hidup di tengah masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini menjadi medan perjuangan dakwah.
Tanah Karo sendiri memiliki keistimewaan. Letaknya relatif dekat dengan Medan dan memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Ketika warga Muhammadiyah dari berbagai daerah datang ke Sumatera Utara, Tanah Karo tentu bisa menjadi salah satu tempat yang memperkenalkan keramahan masyarakat dan keindahan alam Sumatera Utara.
Tetapi yang paling indah tentu bukan hanya pemandangannya.
Adalah melihat bagaimana di tengah suasana masyarakat yang beragam, Muhammadiyah terus menanam akar dakwahnya.
Salah satunya melalui lahirnya PRM Sumber Mufakat.
Ketika Ranting Menjadi Harapan
Saya kira, kita tidak perlu melihat sebuah ranting hanya dari besar kecilnya jumlah anggota.
Sebuah ranting bisa menjadi kecil secara jumlah, tetapi besar dalam pengabdian.
Dari sebuah pengajian kecil bisa lahir kader.
Dari sebuah kader bisa tumbuh kepemimpinan.
Dari sebuah silaturahmi bisa lahir persaudaraan.
Dan dari amal kecil yang dilakukan secara istiqamah, bisa lahir manfaat yang besar.
Karena Muhammadiyah pada akhirnya bukan sekadar struktur.
Muhammadiyah adalah gerakan amal.
Maka setelah SK diterima, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.
Ada jamaah yang harus dibina.
Ada kader yang harus disiapkan.
Ada masyarakat yang harus dirangkul.
Ada dakwah yang harus terus dihidupkan.
Dan ada amanah yang harus dijaga.
Semoga PRM Sumber Mufakat mampu menjadi ranting yang hidup dan berkembang. Bukan hanya tercatat dalam struktur Muhammadiyah, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Sebab ukuran sebuah gerakan bukan semata-mata seberapa besar namanya, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh orang lain.
Dari Sumber Mufakat, sebuah akar kembali ditanam.
Dari Tanah Karo, dakwah terus bertumbuh.
Dan di tengah perjalanan Muhammadiyah menuju Muktamar ke-49, kita bersyukur karena masih ada ranting-ranting baru yang tumbuh di berbagai penjuru.
Semoga akar itu semakin kuat, pohonnya semakin rindang, dan buahnya semakin banyak dirasakan umat.
Selamat atas lahirnya Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumber Mufakat.
Semoga amanah, istiqamah, dan terus menebarkan Islam yang mencerahkan.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni





