PDM Kota Medan Gelar Pelatihan Kader Mubaligh-Mubalighat, Fokus Dakwah Digital
INFOMU.CO, MEDAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan melalui Majelis Tabligh PDM Kota Medan, menggelar Pelatihan Kader Mubaligh-Mubalighat Muhammadiyah (PKMM) se-Kota Medan. Kegiatan ini diikuti 42 peserta dari lebih dari 20 cabang Muhammadiyah se Kota Medan, termasuk perwakilan organisasi otonom seperti ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Tapak Suci, Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathan (HW).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, MA, Wakil Ketua PDM Kota Medan Rafdinal, S.Sos., MAP, Korbid Majelis Tabligh PDM Kota Medan Kusnan, S.H.I., M.H.I, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Medan Dr. Junaidi, M.Si, Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A., Ketua Panitia PKMM Jihad Tanjung, SH, Master Of Training (MOT) PKMM Dr. Aswin Bancin, M.Pd, serta 42 peserta PKMM tingkat kota medan. Acara pembukaan digelar di SMP Muhammadiyah 01 Medan, Jalan Demak no. 3 Medan. Jum’at, 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026. Berbagai materi akan didapatkan oleh para peserta PKMM ini, diantaranya materi dakwah kultural, Tahsin Qur’an, Muhammadiyah sebagai Gerakan dakwah, public speaking,kepribadian dan kode etik mubaligh, hingga dakwah digital.
Ketua Panitia PKMM, Jihad Tanjung, mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengukuhan Korps Mubaligh tingkat cabang se-Kota Medan. Pelatihan tersebut ditargetkan mampu merumuskan gerakan dakwah Muhammadiyah yang lebih maju, terukur, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu fokus yang diberikan adalah penguatan dakwah digital, sehingga para mubaligh dan mubalighat mampu memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan Islam dan nilai-nilai Muhammadiyah secara lebih luas.

Wakil Ketua PWM Sumut, Ali Imran Sinaga, menyebut mubaligh dan mubalighat memiliki peran penting sebagai penyampai informasi tentang Islam sekaligus Muhammadiyah kepada masyarakat.
Menurutnya, mubaligh tidak hanya dituntut mampu berbicara di depan jamaah, tetapi juga perlu memahami Muhammadiyah secara utuh agar dapat menyampaikan informasi organisasi dengan benar.
“Mubaligh dan mubalighat adalah humasnya Allah dan Muhammadiyah. Karena itu, mereka harus memahami Muhammadiyah dan mampu menceritakan nilai-nilai serta kelebihannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Korbid Majelis Tabligh PDM Kota Medan, Kusnan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme kader dakwah Muhammadiyah.
Ia berharap para mubaligh muda dapat menjadi penerus estafet dakwah dengan kemampuan yang lebih adaptif, termasuk dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Medan, Junaidi, menjelaskan peserta mendapatkan berbagai materi selama tiga hari, di antaranya dakwah kultural, Tahsin Qur’an, Muhammadiyah sebagai Gerakan dakwah, public speaking,kepribadian dan kode etik mubaligh, hingga dakwah digital.
“Ini menjadi pembekalan sekaligus motivasi awal agar para mubaligh dan mubalighat semakin siap dan bersemangat dalam menjalankan dakwah,” katanya.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kader mubaligh Muhammadiyah yang professional dan mampu menjawab kebutuhan dakwah di era digital. (AH/bess)





