Efisiensi Anggaran MBG Berlanjut, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.922 per Dolar AS
iNFOMU.CO | Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami penguatan pada akhir pekan ini, di tengah narasi pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi anggaran lanjutan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG memang merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang memakan anggaran jumbo sehingga memengaruhi kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, program tersebut menjadi kebijakan fiskal yang paling disorot pasar.
“Pasar merespons positif pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan MBG guna menjaga stabilitas fiskal,” kata Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui tiga lini utama, yakni pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebagai upaya meredam volatilitas dan mencegah depresiasi rupiah yang belakangan mendekati level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp 18.000 per dolar AS.
Diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan kelanjutan efisiensi anggaran untuk programnya. Rencana efisiensi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN Nanik S Deyang saat bertemu dengannya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Purbaya belum mengungkapkan besaran anggaran MBG yang akan dihemat kembali. Namun, ia menyebut nilainya cukup signifikan.
“Kemarin saya bertemu Kepala BGN. Sudah ke sini, dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” kata Purbaya dalam agenda Taklimat Media di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Meski akan dilakukan kembali pemangkasan, Purbaya memastikan penghematan yang dilakukan BGN tidak akan memengaruhi porsi menu program MBG.
“Tidak (berubah), tetap. Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Nanti deh, saya bukan ahli gizi. Yang jelas SDM-nya diperbaiki. Kalau enggak salah mereka akan meng-hire lebih banyak ahli gizi di situ,” jelas Purbaya.
Dalam pertemuan dengan Kepala BGN, Purbaya mendapat laporan mengenai sejumlah kendala yang dihadapi BGN dalam pelaksanaan program MBG, terutama persoalan pengawasan di daerah. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Keuangan disebut siap mengerahkan jajarannya di daerah untuk membantu pemantauan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Saya bilang begini, kalau begitu ya sudah. Yang menguasai di daerah-daerah biar saja Kementerian Keuangan. Nanti orang-orang saya di daerah akan memonitor SPPG secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa mengontrol anggarannya. Mereka setuju,” terang Bendahara Negara tersebut.
Purbaya menegaskan tetap mendukung kelanjutan penghematan anggaran MBG. Menurut dia, yang terpenting adalah program MBG tetap berjalan.
Sebelumnya diketahui, pemerintah telah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dari semula Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Langkah penghematan tersebut telah terkonfirmasi masih akan berlanjut. Di antara fokus program MBG nantinya adalah dari sisi SDM. (rep)



