PKMM Langkat dan Binjai 2026: Melahirkan Generasi Mubaligh Berkemajuan dan Memperkuat Gerakan Tabligh Muhammadiyah
INFOMU. CO ! Langkat – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Langkat bersama Majelis Tabligh PDM Binjai sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Mubaligh Muhammadiyah (PKMM) Tingkat Daerah Langkat dan Binjai Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni 2026 M / 8–10 Muharram 1448 H, bertempat di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu, Kabupaten Langkat.
Mengusung tema “Mewujudkan Kader Mubaligh Muhammadiyah yang Berilmu, Berakhlak, dan Berkemajuan”, kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan utusan PCM dan PCA se-Kabupaten Langkat serta se-Kota Binjai. PKMM diselenggarakan sebagai bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk memperkuat kaderisasi mubaligh yang memiliki kapasitas keilmuan, kecakapan berdakwah, akhlak yang mulia, serta komitmen dalam mengembangkan dakwah Persyarikatan di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dan dipandu oleh Faisal Amri Al Azhari, M.Ag selaku MOT (Master of Training). Selanjutnya peserta mengikuti orientasi pelatihan, kontrak belajar, serta pembentukan kepemimpinan kelas sebagai bagian dari proses membangun budaya belajar yang aktif dan kolaboratif.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang tersusun secara sistematis dari para akademisi, tokoh
Muhammadiyah, dan praktisi dakwah. Materi pembuka disampaikan oleh Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. dengan tema Dakwah Kultural, yang menegaskan pentingnya dakwah yang mampu berdialog dengan realitas sosial dan budaya masyarakat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam.
Materi berikutnya mengenai Kepribadian dan Kode Etik Mubaligh disampaikan oleh Dr. Sapri, S.Ag., M.A., yang menguraikan karakter ideal seorang mubaligh Muhammadiyah, integritas moral, adab berdakwah, serta tanggung jawab etik dalam menyampaikan risalah Islam.
Pada hari kedua, peserta dibekali materi Strategi Dakwah dan Tabligh oleh Azar Aswadi, M.A., yang membahas pentingnya perencanaan dakwah yang terukur, pemetaan sasaran dakwah, serta penguatan manajemen tabligh di lingkungan Persyarikatan.
Selanjutnya Junaidi, S.Pd., M.Pd. memperkenalkan SITAMA (Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah) sebagai instrumen digital untuk pendataan mubaligh, pengelolaan jadwal dakwah, serta penguatan database mubaligh Muhammadiyah secara terintegrasi.
Pemahaman ideologis peserta diperdalam melalui materi Aktualisasi Islam, Iman, dan Ihsan dalam Ideologi Muhammadiyah yang disampaikan oleh Thantawi Jauhari, M.A., sedangkan materi Telaah Tokoh disampaikan oleh AS Dinata, S.Pd.I. dengan mengangkat keteladanan tokoh-tokoh Muhammadiyah sebagai inspirasi gerakan dakwah masa kini.
Untuk memperkuat kapasitas personal kader, Pungut Suroto, S.Pd. menyampaikan materi Personality Mubaligh (Pengembangan Dakwah dengan Psikologi Kepribadian), dilanjutkan oleh Abdi Sukamto, S.Ag., M.Si. melalui materi Public Speaking, yang melatih peserta agar mampu menyampaikan dakwah secara komunikatif, persuasif, dan efektif di berbagai forum.
Pada malam harinya, peserta memperoleh pembekalan mengenai Kaifiyatul ‘Ibad fi Isykal ash-Shahih (Khutbah, Imam) oleh Ustadz Ryan Syah, kemudian dilanjutkan dengan materi Optimalisasi Dakwah Digital oleh Komarudin, S.Pd., yang menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah Muhammadiyah di era transformasi teknologi.
Hari terakhir pelatihan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema Problematika Dakwah di Lapangan dan Implementasi Pengelolaan Tabligh berbasis Analisis SWOTH, yang dipandu oleh Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A.. Dalam sesi ini peserta memetakan tantangan dakwah di wilayah masing-masing sekaligus merumuskan strategi penyelesaiannya.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. kembali memberikan materi Menyusun Peta Dakwah, yaitu penyusunan kebutuhan materi dakwah sesuai karakteristik masyarakat, tantangan lokal, dan peluang pengembangan dakwah di setiap cabang. Peserta juga mendapatkan materi Sosialisasi Program Kolaborasi Sosial Dakwah oleh Yudha Pratama, S.Pd., sebelum menutup rangkaian pembelajaran melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipandu oleh Dr. Sapri, S.Ag., M.A.
Dalam sambutan pembukaan, Kordinator Majelis Tabligh PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag., menegaskan bahwa dalam Muhammadiyah nomenklatur dakwah yang digunakan adalah tabligh, sehingga lahirlah istilah Majelis Tabligh dan mubaligh sebagai pelaku utama dakwah Persyarikatan.
Beliau menekankan bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas berbicara di atas mimbar, melainkan sebuah konsep perubahan sosial yang harus menghasilkan dampak nyata bagi umat. Seorang mubaligh Muhammadiyah dituntut menjadi agen pencerahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Salah satu capaian paling penting dari PKMM 2026 adalah terbentuknya Kepengurusan Kader Mubaligh Muhammadiyah (KMM) pada 13 cabang, terdiri atas delapan cabang di Kabupaten Langkat dan lima cabang di Kota Binjai. Kepengurusan tersebut dikukuhkan secara resmi oleh Ketua KMM PWM Sumatera Utara sebagai langkah strategis memperkuat jaringan dakwah Muhammadiyah hingga tingkat cabang.
Berikut adalah para Ketua KMM Cabang yang resmi dikukuhkan —Kabupaten Langkat: Arti, S.Pd (Besitang), Revanca Karsita (P. Brandan), Muhammad Ramli (Tanjungpura), Suwito (Padang Tualang), Drs. Pungut Suroto (Stabat), Sudiro, AMD (Secanggang), Zulkifli (Selesai), dan Solihin Arifsyah (Bahorok). Adapun Kota Binjai: M. Rafai (Binjai Utara), Zulfi Anshor Izhar (Binjai Selatan), Ismail, S.H (Binjai Timur), Iqbal Irfan Nanda, S.Pd (Binjai Kota), dan Anwar Rifki, S.Pt (Sambirejo).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Langkat, Suyarno, M.Si, bersama PDM Binjai, Juriadi, M.A., serta perwakilan MUI Langkat, Al Ustadz H. Zulkifli Ahmad Dian, Lc., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik lintas daerah ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengembalian berkas peserta dari Master of Training (MOT), Faisal Amri Al-Azhari kepada PDM Langkat dan Binjai.
PKMM juga berhasil memperkuat pendataan mubaligh melalui aplikasi SITAMA. Hingga penutupan kegiatan, tercatat 421 mubaligh dan mubalighat di Sumatera Utara telah terdaftar, dengan kontribusi 47 mubaligh dari Kabupaten Langkat dan 22 mubaligh dari Kota Binjai. Data tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah berbasis data dan teknologi.
Pada penutupan kegiatan dilakukan pengukuhan bersama pengurus KMM tingkat cabang, penyampaian pesan dan kesan peserta, penyerahan penghargaan kepada 17 peserta terbaik, serta penyerahan kembali berkas peserta dari Tim Instruktur kepada Panitia Pelaksana sebagai penanda berakhirnya proses pelatihan.
Selain itu, seluruh peserta menyepakati sejumlah Rencana Tindak Lanjut (RTL), antara lain penyempurnaan kepengurusan KMM cabang, optimalisasi penggunaan SITAMA, penyelenggaraan pengajian rutin alumni PKMM, forum silaturahmi mubaligh, Rihlah Dakwah antar cabang, penguatan asistensi Majelis Tabligh, hingga pelaksanaan Training of Trainer Mubaligh Muhammadiyah Tingkat Daerah (TOT/PIMMDA) sebagai jenjang kaderisasi lanjutan.
PKMM Tingkat Daerah Langkat dan Binjai Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan lulusan pelatihan, tetapi juga melahirkan jaringan kader mubaligh yang lebih terorganisasi, basis data dakwah yang semakin kuat, serta kepengurusan KMM di tingkat cabang yang diharapkan menjadi motor penggerak dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan mubaligh yang berilmu, berakhlak, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha dakwah Persyarikatan. (faisal)



