PWMJATENG.COM, JEPARA – Ruang utama Pendopo Kabupaten jepara dipadati oleh ratusan kader, simpatisan, dan pengurus persyarikatan. Mereka berkumpul untuk menghadiri Resepsi milad aisyiyah ke-109. Di tengah suasana khidmat tersebut, lembaga filantropi lazismu jepara melakukan langkah konkret dengan menyerahkan satu unit armada baru.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, menyerahkan secara simbolis kunci mobil operasional pengangkut sampah kepada Heru Pramono. Tokoh pemuda tersebut merupakan perwakilan PCPM Donorojo sekaligus penggerak utama program sampahmu infaqmu. Jajaran PDM, PDA, serta perwakilan BMT Manfaat turut menyaksikan langsung momentum strategis ini.
Apresiasi Pemerintah Atas Solusi Krisis TPA
Pemerintah Kabupaten jepara menyadari betul beratnya beban pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang kian menyusut. Oleh karena itu, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepedulian gerakan keagamaan ini. Beliau menilai skema konversi limbah menjadi dana sosial merupakan model ideal untuk meringankan tugas dinas lingkungan hidup.
Sementara itu, Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum, menegaskan bahwa ruang lingkup dakwah perempuan mencakup kelestarian alam. Organisasi siap menjadi mitra strategis pemerintah tanpa pamrih. Pihak lazismu jepara menyetarakan pentingnya program pengelolaan limbah ini dengan klaster pendidikan serta pemberdayaan ekonomi perempuan.
Tiga Tahun Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Selama tiga tahun terakhir, gerakan sampahmu infaqmu bentukan PCPM Donorojo telah konsisten hadir di tengah masyarakat. Gerakan kemanusiaan ini lahir dari kegelisahan warga terhadap tumpukan limbah domestik yang memicu aroma tidak sedap. Melalui pendekatan teologi lingkungan, para relawan berhasil mengubah persepsi publik secara radikal.
Sekarang, warga memandang barang bekas (rosok) sebagai instrumen sosial dan sarana pembersihan harta. Pengurus mengonversi seluruh hasil penjualan sampah kering secara transparan menjadi dana abadi umat. Selanjutnya, tim menyalurkan dana tersebut secara berkala untuk renovasi masjid pelosok, biaya operasional PAUD, hingga santunan dhuafa.
Solusi Hambatan Logistik dan Peta Dampak Baru
Meskipun mendulang kepercayaan tinggi, gerakan ini sempat menemui titik jenuh akibat keterbatasan armada roda dua. Tim lapangan sering kewalahan melayani donatur pelosok karena kapasitas angkut yang sangat terbatas. Selain itu, biaya bulanan membengkak akibat ketergantungan pada sistem sewa kendaraan pihak ketiga.
Hadirnya mobil operasional baru dari lazismu jepara langsung memutus mata rantai kendala logistik tersebut. Volume angkut yang lebih besar diproyeksikan mampu menaikkan nilai penjualan hingga 200 persen. Di samping itu, tim akan memanfaatkan badan mobil sebagai media edukasi publik bergerak sepanjang rute perjalanan.
Gotong Royong Filantropi Jaringan Wilayah
Terwujudnya pengadaan armada ini melibatkan skema crowdfunding yang luas dari tingkat wilayah hingga daerah. Ketua Badan Pengurus lazismu jepara, Nurchamid, mengaku bangga bisa mengurai persoalan lingkungan secara bersama-sama. Beliau berharap satu unit kendaraan roda empat ini mampu menjadi penyambung asa warga berekonomi lemah.
Manajer lazismu jepara, Nurcholis, juga melayangkan apresiasi tinggi kepada para donatur perorangan dan institusi mitra. Gerakan roda mobil ini kelak bertransformasi menjadi ikhtiar nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Setiap ritase sampah yang terangkut kini menjadi wasilah bagi anak-anak kurang mampu untuk dapat belajar dengan tenang.
Kontributor: Andi Purwanto
Editor: ayma
The post Sinergi Lintas Sektor, Lazismu Jepara Hadirkan Mobil Operasional Berbasis Infaq Sampah appeared first on Muhammadiyah Jateng.




