PWMJATENG.COM, JEPARA – Sebuah pesan mendalam dan menggerakkan hati disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Eny Winaryati. Dalam tausiahnya pada Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Pendopo Kabupaten Jepara, ia mengingatkan pentingnya membangun kemandirian ekonomi kader ‘Aisyiyah demi memperkokoh dakwah kemanusiaan.
”Kemandirian ekonomi harus diupayakan. Jangan sampai kita selalu meminta-minta, tetapi bagaimana kita harus bisa memberi,” tegas Eny Winaryati di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar beserta istri, Sekda Jepara, PDM dan PDA Jepara, ortom Muhammadiyah, Direktur RS Muhammadiyah/’Aisyiyah, serta organisasi wanita seperti Muslimat dan Fatayat.
Membumikan Al-Qur’an Melalui Empat Pilar Gerakan
Menukil Surat An-Nahl ayat 97, Eny menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan adalah ikhtiar nyata yang dilakukan. Bagi ‘Aisyiyah, dakwah tidak sekadar membaca ayat suci, melainkan membumikannya menjadi amal usaha nyata.
Ada empat pilar gerakan yang wajib diperkuat oleh seluruh kader hingga tingkat ranting:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Sosial
- Ekonomi
”Kemandirian ekonomi harus dimunculkan di cabang dan ranting. Silakan membentuk dengan karakteristik yang unik. Kita harus menjadi orang pertama yang memiliki role model berbeda di mana pun kita berada,” ujarnya membakar semangat.
Gebrakan RS ‘Aisyiyah Siti Walidah Jepara
Eny juga mengapresiasi spirit luar biasa dari ibu-ibu ‘Aisyiyah Jepara yang mewarisi api perjuangan RA Kartini. Karakter tangguh ini dibuktikan lewat gebrakan nyata: pembangunan RS ‘Aisyiyah Siti Walidah Jepara.
Rumah sakit yang direncanakan setinggi 7 lantai ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2027. Saat ini, dana pembangunan yang swadaya terkumpul telah menembus angka lebih dari Rp1,7 Miliar.
Kunci Menghadapi Tantangan Abad 21
Untuk mencapai target besar tersebut, Eny mengingatkan kader untuk terus merawat empat karakter abad 21 yang sudah menjadi napas organisasi sejak berdiri, yaitu:
- Critical thinking & problem solving (Berpikir kritis & pemecahan masalah)
- Creativity & innovation (Kreativitas & inovasi)
- Collaboration (Kolaborasi)
- Communication (Komunikasi)
”Dalam menghadapi masalah, ‘Aisyiyah menyelesaikannya dengan cara kolaborasi dan komunikasi. Kebersamaan bagi kita adalah sebuah keniscayaan,” imbuhnya, sembari mencontohkan sinergi kuat yang selama ini terjalin dengan Lazismu.
Mengakhiri tausiahnya, Eny mengajak seluruh kader untuk menjadikan sedekah dan semangat memberi sebagai gaya hidup. Melalui kemandirian ekonomi kader ‘Aisyiyah, organisasi ini diharapkan terus menjadi yang terdepan dalam menebar manfaat, tidak hanya untuk warga persyarikatan, tetapi juga sebagai rahmatan lil ‘alamin bagi seluruh bangsa.
Kontributor: Wurry Srie, Koordinator Divisi Keluarga MTK PDA Jepara.
The post Ketua PWA Jateng : Jangan Selalu Meminta, Tapi Bagaimana Kita Bisa Memberi! appeared first on Muhammadiyah Jateng.




