PWMJATENG.COM, KOTA MAGELANG – Sebanyak 89 siswa kelas IX boarding SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang resmi mengikuti Tahfidz Camp 2026. Kegiatan ini merupakan syarat kelulusan penting guna mendapatkan sertifikat uji kelayakan atau syahadah tahfidz.
Para siswa menjalani masa karantina selama satu pekan penuh di luar lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan menciptakan suasana baru yang mendukung konsentrasi siswa dalam menghafal Al-Quran. Melalui program ini, sekolah ingin memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi agama yang kuat.
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, menegaskan bahwa acara ini merupakan agenda rutin tahunan. Pihak sekolah mewajibkan ujian tahfidz bagi kelas boarding sebagai bentuk legalitas kompetensi mereka. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari.
Karantina Terpisah untuk Hasil Maksimal
Peserta kegiatan terdiri dari 45 santri putri dan 44 santri putra. Untuk menjaga fokus, lokasi karantina bagi kedua kelompok tersebut berada di tempat berbeda. Santri putri menempati Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Kota Magelang.
Sementara itu, santri putra menjalani pembinaan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Payaman, Secang. Ahmad menjelaskan bahwa selama sepekan, yakni 11-16 Mei 2026, siswa rutin menyetorkan hafalan. Tim internal pengurus boarding mendampingi mereka secara intensif setiap hari.
Puncak agenda Tahfidz Camp 2026 akan berlangsung pada 16 Mei mendatang. Nantinya, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang akan menguji langsung kemampuan para siswa. Hasil ujian tersebut menjadi penentu validitas hafalan yang tercantum dalam syahadah.
Baca Juga: SMP Mutual Kota Magelang Beri Penghargaan kepada Guru Berprestasi
Apresiasi dari PDM dan Kemenag Kota Magelang
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Salamun, memberikan motivasi besar bagi para santri. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ikhtiar mulia untuk berbakti kepada orang tua. Meskipun siswa lain mulai berlibur, siswa SMP Mutual tetap semangat menjaga nilai-nilai religi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kemenag Kota Magelang, Soleh Muhbin, mengapresiasi tinggi program unggulan ini. Baginya, SMP Mutual berhasil memberikan keteladanan bagi sekolah Islam lainnya di wilayah Magelang. Program ini membuktikan bahwa siswa tetap mampu produktif di tengah gempuran tren gadget.
Soleh menekankan bahwa bekal agama menjadi kunci kebahagiaan di masa depan. Akhirnya, prosesi pembukaan yang dihadiri oleh tokoh pendidikan dan pengasuh boarding ini berjalan khidmat. Seluruh santri kini telah berada di lokasi karantina untuk menyelesaikan target hafalan mereka.
Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Al-Afasy
The post Tahfidz Camp 2026: Strategi SMP Mutual Magelang Cetak Generasi Penjaga Al-Quran appeared first on Muhammadiyah Jateng.




