PWMJATENG.COM, MAKKAH – Layar ponsel mendadak penuh dengan respons haru dari netizen. Angka penonton tayangan pendek pada akun Instagram @muhammadiyahkotasemarang kini telah menembus puluhan ribu pasang mata. Video tersebut memperlihatkan aksi nyata solidaritas jemaah haji Muhammadiyah di tanah suci.
Namun, para aktor utama dalam video itu justru tidak menyadari keriuhan tersebut. Mereka tengah sibuk memeras keringat di pelataran Ka’bah sejak Ahad malam (10/5/2026) hingga Senin dini hari. Kelelahan fisik mereka lenyap seketika demi sebuah misi senyap yang memicu fenomena berita haji viral tersebut.
Komitmen Menjaga Kualitas Ibadah
Sebelumnya, sebanyak 356 jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang tiba di Makkah pada Sabtu malam (9/5/2026). Rombongan ini menempuh perjalanan darat lebih dari delapan jam dari Madinah. Meskipun memikul beban fisik luar biasa, keletihan tersebut tidak menyurutkan empati mereka sedikit pun.
Panitia merancang strategi dua gelombang agar ibadah umrah wajib tetap optimal. Jemaah bugar menuntaskan tawaf pada Ahad pagi, sementara 20 jemaah lansia mendapat giliran selepas Isya. Pemilihan waktu malam ini sengaja petugas lakukan untuk menghindari terik matahari dan kepadatan massa ekstrem di Masjidil Haram.
Menolak Jasa Kursi Roda Komersial
Menariknya, rombongan ini menolak keras tawaran jasa kursi roda Masjidil Haram yang bersifat komersial. Keputusan tersebut bukan sekadar urusan menghemat anggaran, melainkan wujud penjagaan kualitas spiritual. Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah, Dr. Mafrukhi, membedah alasan tersebut dengan gamblang.
“Jemaah lansia mendorong kursi rodanya bersama petugas dan jemaah dari rombongan sendiri,” urai Mafrukhi. Ia membeberkan bahwa pekerja komersial terkadang mendorong terlalu cepat tanpa menyertakan manasik dan doa. Oleh karena itu, pendampingan orang terdekat menjadi kunci agar jemaah lansia bisa beribadah tanpa tergesa-gesa.
Berebut Ladang Amal di Ka’bah
Merespons hal ini, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC Semarang, Drs. H. Nurbini, M.Si., mengambil sikap tegas. Bersama ketua rombongan, ia memfasilitasi aksi dorong mandiri sesuai arahan petugas sektor. Tugas berat ini justru menjelma menjadi ladang amal istimewa bagi para jemaah.
Ustadz Nurbini mengisahkan kekompakan rombongannya dengan nada bangga. Satu kursi roda bahkan didorong secara bergantian oleh dua hingga tiga jemaah muda. Setidaknya ada 40 orang relawan yang terlibat dalam aksi ini. Visual keikhlasan inilah yang kini menjadi info haji 2026 paling menginspirasi di media sosial.
Makna Kemabruran yang Sesungguhnya
Keriuhan di kolom komentar mungkin akan tenggelam oleh isu baru, namun jejak persaudaraan ini tetap abadi. Aksi jemaah haji Muhammadiyah ini memberikan pelajaran penting tentang makna ibadah sejati. Bahwa kemabruran mulai bersinar ketika seseorang sudi memperlambat langkah demi memastikan saudaranya yang renta tidak tertinggal.
Kontributor: Albari
Editor: Al-Afasy
The post Kisah Haru di Balik Video Viral Jemaah Haji Muhammadiyah: Berebut Ladang Pahala di Masjidil Haram appeared first on Muhammadiyah Jateng.




