PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperluas jangkauan di kancah global. Melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, UMS memperkuat kolaborasi internasional UMS dengan menggelar Visiting Lecture di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada 4-5 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari program student mobility antar-institusi. Sekitar 30 mahasiswa internasional hadir dan mengikuti diskusi mendalam mengenai fenomena budaya digital Indonesia. Selain itu, peserta juga mempelajari teknik penulisan naskah yang berbasis pada narasi lokal yang relevan.
Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Kelas Internasional, Riski Apriliani, M.A., menegaskan pentingnya agenda ini. Menurutnya, program ini menjadi jembatan utama untuk mempererat hubungan akademik kedua negara. Oleh karena itu, UMS dan USIM berkomitmen terus membuka ruang diskusi yang lebih luas.
Eksplorasi Budaya Digital dan Narasi Lokal
Dosen Ilmu Komunikasi UMS, Dr. Mulia Ramdhan Fauzani, mengawali sesi dengan materi tentang visi naskah melalui narasi budaya. Ia menjelaskan bahwa budaya digital Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat melalui media sosial. Platform seperti TikTok dan Instagram kini menjadi ruang lahirnya identitas baru bagi masyarakat modern.
Mulia menekankan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar jika dikemas secara digital. “Cerita yang kuat selalu lahir dari kedekatan realitas budaya,” ungkapnya. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menulis naskah yang lebih relevan dan kontekstual bagi audiens global.
Selanjutnya, ia mengajak mahasiswa membedah karakter dalam film menggunakan pendekatan semiotika. Hal ini bertujuan agar karya kreatif yang dihasilkan memiliki nilai sosial yang mendalam. Dengan demikian, narasi lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi alat kritik sosial yang efektif.
Baca Juga: Cara Bijak Kelola Uang Saku Beasiswa ADEM, UMS Bekali Siswa di Sabah Literasi Keuangan
Strategi Konten Digital untuk Organisasi
Pada hari kedua, Agus Triyono, M.Si., memaparkan materi strategis mengenai Digital Reframing. Ia menjelaskan bahwa organisasi masa kini wajib menguasai strategi konten digital untuk mengelola persepsi publik. Pasalnya, arus informasi di media sosial bergerak sangat cepat dan dinamis.
Agus menyebutkan bahwa reframing bertujuan untuk menghadirkan perspektif baru yang lebih solutif dan manusiawi. Namun, proses ini tetap harus berpijak pada fakta yang ada. Strategi ini sangat krusial agar sebuah institusi mampu menjaga kredibilitas di tengah banjir informasi digital.
Ada tiga elemen utama dalam strategi ini, yaitu narasi, visual, dan emosi. Ketiga unsur tersebut harus bekerja beriringan untuk menciptakan pesan yang berdampak luas. Oleh karena itu, penggunaan konten visual yang profesional menjadi kunci utama dalam memperkuat pesan komunikasi organisasi.
Dampak Positif Kolaborasi Lintas Negara
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme. Para mahasiswa aktif membandingkan perbedaan budaya digital antara Indonesia dan Malaysia. Diskusi ini membuka peluang baru bagi kolaborasi kreatif lintas negara yang lebih masif di masa depan.
Melalui agenda kolaborasi internasional UMS ini, kedua universitas optimis dapat mencetak lulusan yang kompeten. Terutama dalam menghadapi tantangan industri media global tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Kegiatan ini pun resmi ditutup dengan semangat persaudaraan akademik yang kuat.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy
The post Mahasiswa Internasional Antusias, UMS Bawa Narasi Budaya Lokal ke Panggung Malaysia appeared first on Muhammadiyah Jateng.




