PWMJATENG.COM, PEKALONGAN— Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Pekalongan menggelar Kajian Lajnah Tarjih yang sangat relevan. Bekerja sama dengan Lazismu, acara ini mengangkat tema besar mengenai problematika qurban kontemporer dalam Islam.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Muhammadiyah Karanganyar pada Jumat (8/5/2026). Selain penguatan pemahaman, forum ini juga merespons dinamika pelaksanaan ibadah qurban di era modern.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. KH Mulyono, tampak hadir bersama jajaran Majelis Tabligh PCM se-Kabupaten Pekalongan. Para kader Muhammadiyah turut antusias mengikuti pengembangan kajian fiqih yang sangat aktual ini.
Tantangan Fiqih di Era Digital
Dr. Kyai Sumarno, M.Pd, menjelaskan secara mendalam mengenai berbagai problematika qurban kontemporer. Menurutnya, perkembangan teknologi telah melahirkan banyak persoalan baru dalam praktik ibadah.
Isu yang berkembang meliputi pelaksanaan qurban secara daring (online) serta distribusi daging lintas daerah. Selain itu, masalah penyembelihan di luar domisili pengurban juga menjadi sorotan utama.
Oleh karena itu, Kyai Sumarno menekankan pentingnya pendekatan fiqih yang komprehensif. Pendekatan tarjih harus tetap berpijak pada dalil syar’i namun tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.
Inovasi RendangMu untuk Kemaslahatan
Selanjutnya, Ustadz Miftahuddin, M.M memaparkan materi tentang inovasi pengelolaan hewan qurban melalui program RendangMu. Ia menekankan pentingnya transformasi pengelolaan qurban secara profesional dan higienis.
Program RendangMu merupakan langkah nyata dalam mengolah daging qurban menjadi produk siap saji. Dengan cara ini, distribusi manfaat qurban menjadi lebih luas dan menjangkau wilayah pelosok.
Inovasi tersebut terbukti menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pangan. Hal ini sejalan dengan aspek maqashid syariah untuk menciptakan kemaslahatan umat yang berkelanjutan.
Baca Juga: Cegah Daging Menumpuk, Qurban Rendang Lazismu 2026 Jadi Alternatif Ibadah Inovatif
Edukasi Praktis Penyembelihan Hewan
Sebelum kajian teknis dimulai, panitia mengadakan praktik penyembelihan seekor kambing. Agenda ini bertujuan memberikan edukasi syariah mengenai tata cara penyembelihan sesuai tuntunan Islam.
Melalui praktik langsung, peserta mendapatkan penguatan kompetensi teknis yang sangat berharga. Sesi diskusi pun berjalan dinamis karena peserta aktif menanyakan persoalan nyata yang terjadi di lapangan.
Majelis Tarjih berharap kegiatan ini mampu memperkuat literasi keislaman warga Muhammadiyah. Dengan demikian, pengelolaan ibadah qurban ke depan akan semakin produktif dan profesional.
Kontributor : Sumarno
Editor: Al-Afasy
The post Majelis Tarjih Pekalongan Bedah Fiqih Qurban Modern, Dari Kurban Online Hingga RendangMu appeared first on Muhammadiyah Jateng.



