WARTAPTM.ID, TIONGKOK – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) semakin serius mempersiapkan pendirian rumah sakit pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan strategis ke Peking University Shenzhen Hospital, salah satu rumah sakit modern berbasis teknologi di Tiongkok.
Kunjungan yang berlangsung pada 17 April 2026 itu menjadi bagian dari upaya Umsida dalam mempelajari sistem layanan kesehatan terintegrasi yang menggabungkan teknologi, pendidikan, dan pelayanan medis dalam satu ekosistem.
Sejak tiba di lokasi, rombongan Umsida dibuat terkesan dengan skala dan aktivitas rumah sakit yang begitu besar. Bahkan, suasana layanan disebut menyerupai pusat perbelanjaan karena tingginya mobilitas pasien dan tenaga medis.
Model Smart Hospital Berbasis Digital dan AI
Peking University bersama Pemerintah Kota Shenzhen mengembangkan rumah sakit ini sebagai pusat layanan kesehatan modern sekaligus institusi pendidikan dan riset medis.
Dengan luas bangunan mencapai 220.000 meter persegi di kawasan Futian, rumah sakit ini mengusung konsep smart hospital yang mengandalkan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam operasionalnya.
Seluruh layanan, mulai dari rawat jalan hingga administrasi, telah terintegrasi dalam sistem informasi digital. Hal ini memungkinkan proses layanan berjalan lebih cepat, akurat, dan efisien, baik dari sisi sumber daya manusia maupun biaya operasional.
Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh menyebut bahwa rumah sakit tersebut menjadi contoh nyata implementasi teknologi dalam layanan kesehatan modern.
“Konsep smart hospital di sini mencakup berbagai aspek, seperti smart outpatient clinics, smart pharmacy, hingga sistem logistik dan pembayaran yang sepenuhnya berbasis digital,” jelasnya.
Didukung Teknologi Canggih dan Kapasitas Besar
Keunggulan rumah sakit ini tidak hanya terletak pada sistemnya, tetapi juga pada kapasitas layanan dan teknologi medis yang digunakan.
PUSZH memiliki lebih dari 1.800 tempat tidur, lebih dari 50 departemen klinis, serta didukung lebih dari 3.000 tenaga medis dan staf profesional. Setiap hari, rumah sakit ini melayani sekitar 10.000 pasien, dengan total kunjungan rawat jalan mencapai jutaan per tahun.
Layanan medis yang tersedia pun sangat lengkap, mulai dari urologi, ortopedi, neurologi, hingga obstetri dan ginekologi. Berbagai teknologi mutakhir seperti MRI, CT Scan, PET-CT, hingga sistem bedah robotik dan radioterapi juga telah dioperasikan secara optimal.
“Volume layanan yang besar tetap dapat berjalan cepat dan terukur karena semua sistem telah terintegrasi dengan teknologi,” tambahnya.
Inspirasi untuk Rumah Sakit Pendidikan Umsida
Kunjungan ini menjadi referensi penting bagi Umsida yang tengah merancang rumah sakit pendidikan berbasis teknologi. Model integrasi antara layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan riset menjadi poin utama yang akan diadaptasi.
Menurut Dr. Hidayatulloh, pengalaman langsung di PUSZH memberikan gambaran konkret tentang bagaimana rumah sakit dapat berfungsi sebagai pusat layanan sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
“Sebagai rumah sakit pendidikan, kita tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran hingga jenjang lanjut. Ini yang menjadi inspirasi utama bagi Umsida,” ujarnya.
Ke depan, Umsida berkomitmen mengembangkan rumah sakit berbasis teknologi secara bertahap, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kapasitas institusi.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah transformasi Umsida sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan modern.
The post Belajar dari Smart Hospital di Tiongkok, Umsida Rencanakan Rumah Sakit Berbasis Teknologi appeared first on Warta PTM.






