• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, April 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

    Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

    Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

    Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

    Haedar Nashir: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Bukan Kepentingan Individu

    Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

    Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

      Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

      Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

      Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

      Haedar Nashir: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Bukan Kepentingan Individu

      Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

      Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

          Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

          Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

          Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

          Haedar Nashir: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Bukan Kepentingan Individu

          Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

          Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

            Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

            Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

            Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

            Haedar Nashir: Kekuatan Muhammadiyah Ada pada Kesatuan, Bukan Kepentingan Individu

            Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

            Langkat Jadi Target, Tim SatuMU PWM Sumut Dorong Migrasi E-KTAM Menyeluruh di Sumut

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

              admin by admin
              18/04/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

              INFOMU.CO | Jakarta – Tradisi mengantar jemaah haji sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat keluarga atau tetangga akan berangkat ke Tanah Suci.
              Tidak sekadar melepas keberangkatan, tradisi ini juga berisi doa dan harapan agar jemaah diberi kelancaran dalam beribadah. Lalu, seperti apa makna dan kebiasaan yang dilakukan dalam tradisi ini?

              WartaTerkait

              Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

              Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

              Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

              Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

              Sejarah dan Makna Tradisi Mengantar Jemaah Haji
              Mengutip buku Perjalanan Religi Haji dan Umroh Pasca Pandemi Covid-19 karya Fuad Thohari, perjalanan haji masyarakat Nusantara sudah berlangsung sejak zaman kolonial. Pada masa itu, jemaah harus menempuh perjalanan sangat lama, bisa berbulan-bulan, melalui jalur darat dan laut.

              Perjalanan yang panjang ini membuat haji dipandang sebagai momen perpisahan. Tidak sedikit orang yang berangkat, tetapi belum tentu bisa kembali ke tanah air.

              Dalam buku Berhaji di Masa Kolonial, M. Dien Madjid menjelaskan bahwa jemaah haji biasanya mengadakan walimatus safar atau selamatan sebelum berangkat. Tradisi ini sudah dilakukan sejak masa kolonial Belanda.

              Sebelum berangkat, biasanya ada acara perpisahan. Dalam momen ini, calon jemaah haji saling meminta maaf dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Setelah itu, mereka diantar bersama-sama hingga ke pelabuhan.

              Selain itu, momen ini juga penting agar tidak ada kesalahan yang tersisa, karena perpisahan bisa saja menjadi yang terakhir.

              Perjalanan menuju Makkah saat itu penuh tantangan. Jemaah harus menghadapi ombak besar dan angin kencang yang bisa menyebabkan kapal karam. Risiko lain juga bisa terjadi, seperti cedera, kehilangan barang berharga, hingga meninggal dunia di perjalanan.

              Saat di laut, ada juga jemaah yang wafat karena kelelahan, kekurangan fasilitas, atau sakit. Selain itu, ada yang kehilangan harta karena dicuri. Akibatnya, setibanya di pelabuhan, mereka harus bekerja sebagai buruh atau meminjam uang kepada syekh agar bisa melanjutkan perjalanan.

              Pada masa itu, perjalanan haji bisa memakan waktu minimal enam bulan, bahkan hingga bertahun-tahun jika bekal habis. Tidak sedikit jemaah dari Nusantara yang berhasil berangkat, tetapi tidak bisa kembali ke kampung halaman.

              Jadi, tradisi mengantar jemaah haji dimaknai sebagai bentuk perpisahan, doa, dan dukungan dari keluarga serta masyarakat kepada calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

              Ibadah haji adalah ibadah istimewa karena hanya bisa dilakukan oleh orang yang mampu. Umat Islam juga percaya bahwa orang yang berhaji adalah tamu Allah SWT. Oleh sebab itu, mengantar jemaah haji menjadi momen yang penting bagi masyarakat.

              Tradisi mengantar jemaah haji sudah lama dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, terutama saat musim haji tiba.

              Mengutip laman Kemenag, pada tahun 1897 calon jemaah haji diantar oleh warga satu desa. Tua dan muda ikut mengantar. Suasananya penuh haru, bahkan banyak yang saling berpelukan di stasiun.

              Pada 1920, Ismail bin Hadji Abdoellah Oemar Effendi menceritakan suasana di Pelabuhan Belawan, Medan. Ratusan orang mengantar jemaah. Banyak yang menangis, terutama perempuan dan anak-anak, saat kapal akan berangkat.

              Saat kapal mulai berangkat, suasana semakin haru. Ada yang berpelukan, menangis, bahkan hampir pingsan karena sedih melepas keluarga yang pergi haji dalam waktu lama.

              Pada 1925, Wiranatakoesoema melihat jumlah pengantar lebih banyak daripada jemaah. Banyak orang memenuhi stasiun, bahkan ada yang ikut naik ke gerbong tambahan.

              Mengutip buku karya H. Bagenda Ali, di Bali ada tradisi mengantar haji yang disebut Ninjo Haji. Jemaah diantar hingga ke pelabuhan Gilimanuk.

              Selain itu, masyarakat Bugis-Makassar juga punya tradisi mengantar jemaah haji sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini bahkan masih dilakukan hingga sekarang.

              Di Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak dulu dikenal sebagai Tanjung Tangis. Tempat ini menjadi lokasi perpisahan jemaah haji. Banyak keluarga yang menangis saat melepas keberangkatan.

              Sekarang perjalanan haji lebih cepat dan aman. Tangis tidak lagi seperti dulu. Namun, tradisi mengantar tetap dilakukan dengan doa dan harapan agar jemaah selamat dan menjadi haji mabrur. (dtk-hikmah)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Talbiyah dalam Haji: Bolehkah Dilafalkan dengan Komando?

              Next Post

              Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

              20/04/2026
              BeritaMu

              Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

              20/04/2026
              BeritaMu

              Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

              20/04/2026
              Next Post

              Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

                20/04/2026

                Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

                20/04/2026

                Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

                20/04/2026

                Dari Limbah ke Daya, Biogas sebagai Kunci Ketahanan Pangan dan Arah Baru Industrialisasi Indonesia

                20/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,844)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,522)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Medan di Titik Genting: Begal Merajalela, Negara Jangan Absen

                20/04/2026

                Takwa Fondasi Utama Hadapi Tantangan Zaman

                20/04/2026

                Berapa Uang Ideal untuk Haji 2026? Ini Rincian Lengkap dari Uang Saku hingga Biaya Tambahan

                20/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In