PWMJATENG.COM, KLATEN – Ketua Yayasan Al Firdaus Academy, Ustaz Muhammad Farhan Al Yuflih, menegaskan bahwa tanda puasa Ramadhan diterima ialah adanya perubahan sikap yang membuat seseorang semakin istiqamah dalam ketaatan.
Pesan itu disampaikan dalam khutbah Idulfitri 1447 H di Masjid At-Taqwa Pakbayan, Talang, Bayat, Klaten, Jumat (20/3/2026). Salat Id yang digelar PHBI gabungan pemuda dari empat masjid itu dihadiri sekitar 800 jamaah.
Menurut Farhan, keberhasilan ibadah Ramadhan tidak cukup diukur dari tuntasnya kewajiban selama sebulan, tetapi dari dampaknya terhadap perilaku sehari-hari setelah Ramadhan berlalu.
Tanda Puasa Ramadhan Diterima
Farhan menjelaskan, tanda puasa Ramadhan diterima ialah lahirnya kebaikan yang berkelanjutan. Ia mengibaratkan ibadah seperti menanam benih yang harus menumbuhkan tunas baru setelah masa tanam usai.
“Tanda diterimanya suatu kebaikan adalah kebaikan itu membuahkan kebaikan selanjutnya,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.
Ia menambahkan, orang yang puasanya mabrur akan menunjukkan perubahan karakter. Di antaranya lebih mampu mengendalikan emosi, gemar berbagi, dan menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat, termasuk ghibah.
Pribadi Rabbani, Bukan Ramadhani
Farhan menuturkan, indikator ketakwaan juga tampak dari ringannya langkah seseorang menuju masjid meski Ramadhan telah usai. Kedekatan dengan Al-Qur’an serta konsistensi dalam salat berjamaah, kata dia, menjadi cermin kejujuran iman.
“Muslim sejati adalah Rabbani atau hamba Allah yang setia setiap saat, bukan Ramadhani yang baik hanya di bulan Ramadhan saja,” tegasnya.
Lulusan terbaik Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah di PDM Klaten itu juga menyebut bahwa ciri ibadah mabrur terlihat dari rasa tidak nyaman saat melakukan atau menyaksikan kemaksiatan. Menurutnya, penyesalan setelah berbuat salah menjadi tanda bahwa iman masih hidup dalam diri seorang muslim.
Ajakan Saling Memaafkan
Pada akhir khutbah, Farhan mengajak jamaah untuk saling memaafkan tanpa harus menunggu momen tertentu. Ia mengibaratkan dendam sebagai beban yang menghambat ketenangan jiwa dan kebersihan hati dalam meraih derajat takwa.
Kontributor: Abu Fatihah
Editor: Al-Afasy
The post Tanda Puasa Ramadhan Diterima: Menjadi Pribadi Rabbani, Bukan Hanya Ramadhani appeared first on Muhammadiyah Jateng.









