PWMJATENG.COM, BLIMBINGREJO – Pemandangan menyejukkan tersaji di jantung Kecamatan Nalumsari, Jepara. Di bawah terik sore Perempatan Pringtulis, Jumat (6/3), puluhan pemuda berseragam organisasi berbeda tampak memadati titik pemberhentian lampu merah. Bukan untuk beradu argumen, melainkan untuk melukis atmosfer ukhuwah islamiyah yang nyata di tengah dahaga Ramadhan 1447 H.
Dua kekuatan besar pelajar di Desa Blimbingrejo, yakni Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU), resmi meleburkan ego sektoral demi sebuah misi kemanusiaan: Berbagi Takjil Ramadhan 2026.
Mengusung tajuk filosofis “Setetes Berkah, Ramadhan Menjadi Indah”, aksi sosial ini menjadi bukti kedewasaan berorganisasi para pelajar. Meski dipersiapkan dalam tempo singkat, sinergi yang dikomandoi oleh Nabil Rajaksa Putra selaku Ketua Umum PR IPM Blimbingrejo ini berjalan sangat harmonis.
“Ini bukan sekadar membagikan paket makanan. Ini adalah pernyataan sikap bahwa pelajar Blimbingrejo mampu bersatu, melampaui sekat organisasi untuk kemaslahatan umat,” tegas salah satu koordinator lapangan.
Sebanyak 40 kader gabungan dengan atribut kebanggaan masing-masing tampak bahu-membahu menyisir para pengendara motor, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki, memastikan setiap warga mendapatkan keberkahan untuk berbuka puasa.
Bagi warga Nalumsari, momen ini adalah potret langka sekaligus membanggakan. Semangat Fastabiqul Khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan—menjadi bensin utama penggerak aksi ini. Para pelajar ini membuktikan bahwa latar belakang organisasi yang berbeda justru menjadi kekuatan besar jika disatukan dalam bingkai kemanusiaan.
Agenda di Perempatan Pringtulis ini lebih dari sekadar pembagian fisik takjil; ia menjadi laboratorium sosial bagi generasi muda Blimbingrejo untuk mengasah empati dan mempererat tali silaturahmi yang selama ini mungkin hanya terjalin di forum resmi.
Keberhasilan kolaborasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan positif lainnya di Jepara. Harapannya, sinergi antara IPM dan IPNU IPPNU Blimbingrejo tidak hanya bersifat momentum musiman, melainkan menjadi fondasi kuat untuk pembangunan sosial di masa depan.
Di tengah hiruk-pikuk Ramadhan 2026, pelajar Blimbingrejo telah menuliskan satu bab penting: Bahwa di jalanan yang sama, di bawah iman yang sama, kebaikan sejati tidak pernah mengenal warna bendera.
Kontributor: Navira Rattariza | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Melampaui Sekat Organisasi, IPM dan IPNU IPPNU Blimbingrejo Bersatu di Jalanan appeared first on Muhammadiyah Jateng.







