Persiapan Ilmu dan Amal: Jangan Masuk Ramadan Tanpa Bekal
Dr. Junaidi, M.Si – (Ketua MT PDM Medan)
KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik, bukan hanya untuk hidup di dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat.
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang sangat agung, bulan yang paling mulia di sisi Allah, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang di dalamnya terdapat rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun jamaah sekalian, Ramadhan bukanlah bulan yang datang begitu saja tanpa persiapan. Banyak orang memasuki Ramadhan hanya dengan semangat lapar dan dahaga, tetapi lupa mempersiapkan ilmu dan amal. Akibatnya, Ramadhan berlalu tanpa perubahan, tanpa peningkatan iman, bahkan tanpa mendapatkan pahala yang sempurna.
Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan puasa Ramadhan sebagai jalan menuju takwa.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan adalah madrasah takwa, tetapi takwa tidak akan lahir tanpa persiapan. Maka khutbah ini mengingatkan kita semua dengan tema: “Persiapan Ilmu dan Amal: Jangan Masuk Ramadhan Tanpa Bekal”
Adapun beberapa persiapan yang harus kita lakukan adalah:
Pertama, Persiapkan Ilmu tentang Ramadhan
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bekal pertama sebelum Ramadhan adalah ilmu. Sebab ibadah tanpa ilmu bisa menjerumuskan pada kesalahan dan mengurangi pahala.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ilmu apa yang harus kita persiapkan? Di antaranya: Ilmu tentang niat puasa, Ilmu tentang hal-hal yang membatalkan puasa, Ilmu tentang adab puasa, Ilmu tentang shalat tarawih, Ilmu tentang zakat fitrah, Ilmu tentang Lailatul Qadar, Sebab Ramadhan adalah ibadah besar, dan ibadah besar harus dijalani dengan ilmu yang benar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl: 43)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jangan sampai Ramadhan datang tetapi kita tidak paham hukum-hukumnya. Jangan sampai puasa kita rusak karena ketidaktahuan. Jangan sampai tarawih kita sia-sia karena tidak tahu adab dan tata caranya.
Kedua, Persiapkan Amal dan Latihan Ibadah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bekal kedua adalah amal. Ramadhan adalah bulan amal, tetapi amal itu tidak akan kuat jika tidak dilatih. Ibarat seorang petani: ia tidak mungkin panen jika tidak menanam sebelum musim tiba. Ramadhan adalah musim panen pahala. Maka sebelum masuk Ramadhan, tanam dulu amal-amal shalih.
Mulailah membiasakan: shalat sunnah rawatib, qiyamul lail (tahajjud), membaca Al-Qur’an setiap hari, sedekah walaupun sedikit, menahan lisan dari ghibah dan fitnah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Orang yang terbiasa beramal sebelum Ramadhan akan menikmati Ramadhan. Sedangkan orang yang tidak latihan, akan merasa berat, mudah lelah, mudah marah, dan akhirnya Ramadhan hanya menjadi rutinitas lapar.
Ketiga. Persiapkan Al-Qur’an sebagai Sahabat Ramadhan
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Maka salah satu bekal terbesar adalah memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an.
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Maka jangan tunggu Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an. Latih diri mulai sekarang: sehari satu halaman, dua halaman, bahkan satu juz jika mampu.
Karena orang yang masuk Ramadhan dengan Al-Qur’an, ia akan keluar Ramadhan dengan cahaya iman.
Keempat. Persiapkan Taubat dan Niat yang Ikhlas
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Bekal penting lainnya adalah taubat dan niat yang ikhlas. Sebab Ramadhan adalah bulan pengampunan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan: puasa tidak cukup hanya menahan lapar, tetapi harus dengan iman dan ikhlas mengharap pahala dari Allah. Maka sebelum Ramadhan, mari kita bersihkan niat kita. Jangan sampai puasa hanya karena ikut-ikutan, hanya karena budaya, hanya karena malu pada tetangga.
Ramadhan harus disambut dengan niat: memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, menebus dosa dan memperkuat takwa
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah tamu agung. Jangan kita sambut ia tanpa bekal. Persiapkan ilmu, persiapkan amal, persiapkan Al-Qur’an, dan persiapkan taubat. Semoga Allah memberi kita kesempatan bertemu Ramadhan dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang sukses meraih ampunan-Nya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian: marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah. Ramadhan adalah kesempatan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahwa orang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan adalah orang yang sangat merugi.
Dalam hadis disebutkan:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya:
“Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. Tirmidzi)
Maka jangan kita menjadi orang yang merugi. Jangan kita menjadi orang yang hanya mendapat lapar dan dahaga.
Maka mari kita persiapkan diri sejak sekarang, kita Belajar hukum-hukum puasa, Membiasakan diri shalat malam, Memperbanyak sedekah, Menjaga lisan dan media sosial dari dosa, Memperbanyak membaca Al-Qur’an, Menyambut Ramadhan dengan taubat
Semoga Allah menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَغَضِّ الْبَصَرِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْ رَمَضَانَ مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَمِنَ الْمَغْفُوْرِ لَهُمْ، وَمِنَ الْمُعْتَقِيْنَ مِنَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ







