Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) adakan Awareness dan Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan International Organization for Standardization (ISO) 21001 : 2018, di Aula Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (24-25/07/25).
Baca juga: Terapkan ISO 9001:2015, UMJ Dorong Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Ketua Badan Penjamin Mutu UMJ Prof. Dr. Tria Astika E. P., SKM., MKM., mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya mutu dan kualitas pendidikan di UMJ. Pelatihan ini tidak hanya untuk membantu universitas menjadi kampus yang global tetapi juga mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di kancah internasional.
“ISO 21002 : 2018 ini menjadi langkah awal atau fondasi penting bagi UMJ dalam upaya menuju pemeringkatan internasional,” ujarnya.
Tria menambahkan bahwa UMJ merupakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) pertama di Indonesia yang melakukan pelatihan ISO. Ia berharap dengan penerapan ISO ini, UMJ tidak hanya unggul tetapi juga meraih reputasi yang lebih baik lagi di tingkat nasional maupun Internasional.
Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kes., mengatakan saat ini UMJ sedang dalam proses peningkatan mutu dan pemeringkatan internasional. Salah satu langkah mendasar yang perlu diperkuat adalah penataan kualitas melalui standar internasional.
“Jika fondasi mutu sudah tertata dengan baik, maka proses pemeringkatan ke tingkat global akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Hadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari cita-cita besar UMJ untuk menjadi pusat peradaban dunia. Oleh karena itu, diperlukan penerapan standar global sebagai wujud inovasi berkelanjutan dalam memperbaiki dan mengembangkan kualitas pendidikan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas pemahaman tentang ISO, tetapi juga dapat dilanjutkan dengan penerapan nyata di seluruh lini,” tutup Hadi.
Materi yang disampaikan pada hari pertama tentang Awereness ISO 21001 : 208 dan komitmen pimpinan, penyusunan peta proses untuk pengelola program studi (fakultas/rektorat), lembaga dan biro, kemudian materi terakhir identifikasi pihak yang berkepentingan yang relewan dengan SMOP.
Sedangkan materi yang disampaikan pada hari kedua tentang penyusunan dokumen identifikasi risiko dan analisis SWOT, Penyesunan SOP unit kerja atau proses akademik, review identifikasi risiko dan analisis SWOT, kemudian materi terakhir review SOP unit kerja atau proses akademik.
Editor : Dian Fauzalia
Artikel Wujudkan Kampus Unggul Bertaraf Internasional, UMJ Terapkan ISO 21001 : 2018 pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.







