Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sekaligus Ketua Umum Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., mengingatkan pentingnya FOKAL IMM mengambil peran yang lebih signifikan dalam menjawab tantangan kebangsaan ke depan.
Baca juga: MIKOM FISIP UMJ dan Divisi Humas POLRI Perkuat Nilai AIK melalui Kuliah Umum
Hal ini ia sampaikan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di PPSDM Kemendikdasmen Kota Depok Jawa Barat, Kamis (10/07/2025).
Ma’mun mengatakan tema “Asta Cita untuk Indonesia Terang” yang diambil pada kegiatan ini bukan hanay simbolik saja tetapi juga menunjukan urgensi untuk memperluas kontribusi FOKAL IMM dalam pembangunan nasional. Menurutnya semangat Asta Cita sejalan dengan cita-cita besar Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, saat ini kita memiliki patron yang jelas, yaitu Prof. Abdul Mu’ti. Bagi kami di IMM, ini adalah sebuah capaian luar biasa salah satu kader Muhammadiyah dipercaya menjadi pejabat yang sangat strategis,” ujar Ma’mun.
Ma’mun menyoroti tiga indikator utama dalam keseriusan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo dalam upaya memperbaiki Indonesia. Indikator tersebut adalah Pemberantasan Korupsi, Perbaikan Sistem Pendidikan dan Ketahanan Gizi dan Pangan.
“Tiga hal tersebut, dan tentu ditambah kebijakan-kebijakan lain, memperkuat alasan kita mengangkat tema ini dalam Rakornas,” ujarnya.
Ma’mun berharap rakornas ini dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi penting bagi peran FOKAL IMM ke depan. Ia yakin bahwa FOKAL IMM mampu menjalankan peran ini dengan baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekertaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengatakan bahwa seluruh kader mempunyai peran penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Seperti bunyi lagu IMM: “Indonesia kita jaya”, gerakan Muhammadiyah memang bukan untuk kepentingan Muhammadiyah semata, tapi untuk kemajuan bangsa dan negara.
“Ketika Presiden mencetuskan Asta Cita, kita menangkap harapan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, pertemuan seperti Rakornas ini bukan sekadar tempat bertemu dan bernostalgia, tetapi juga menjadi ruang penting untuk menghimpun kekuatan dan membangun semangat kolektif demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Ia menegaskan kepemimpinan harus terus dibangun dan diperkuat bersama agar dapat terus berkomitmen bagi kemajuan Indonesia.
“Melalui FOKAL IMM ini, kita harus menjadikannya sebagai wadah untuk mewadahi, menampung, dan mengembangkan potensi kader-kader IMM,” tutup Mu’ti yang juga merupakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ.
Editor: Dian Fauzalia
Artikel Rakornas FOKAL IMM, Rektor UMJ: Saatnya Ambil Peran Strategis untuk Kebangsaan pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




